Sebuah gudang tua yang telah diubah menjadi tempat berkumpul para anggota geng Black Rose. Dindingnya yang kusam dihiasi dengan berbagai atribut motor, seperti stiker, emblem, dan foto-foto kenangan saat balapan. Di dalam gudang, terdapat beberapa motor yang sedang dalam proses perawatan, dengan peralatan dan suku cadang yang tersebar di sekitar.
Suasana di basecamp selalu ramai dengan obrolan dan tawa para anggota geng, serta suara dentuman musik rock yang mengalun dari speaker. Di pojok gudang, terdapat sebuah meja panjang yang dipenuhi dengan peta jalan, jadwal balapan, dan berbagai dokumen lainnya.
Sam duduk santai di atas jok motornya, sambil memainkan ponselnya, sementara anggota geng lainnya berkumpul di sekitarnya, berbagi cerita dan tertawa bersama.
"Bro, kemarin gue ketemu sama geng motor sebelah, mereka nantang kita buat balapan malam ini," kata Revan sambil menunjuk-nunjuk dengan jari telunjuknya. Sam mengangkat sebelah alisnya, "Di mana?" tanyanya penasaran.
Revan menjawab, "Di jalur puncak, katanya mereka yakin bisa ngalahin kita." anggota geng motor lainnya mulai berdiskusi dengan antusias, sementara Sam terus memainkan ponselnya dengan santai.
"So easy!" katanya sambil tersenyum misterius.
Naka tersenyum sinis, "Sam, lo pikir lo bisa fokus balapan sementara Calla ada di pikiran lo?" anggota geng lainnya menoleh ke arah Sam, penasaran dengan arah pembicaraan Naka.
Sam mengangkat alis, tidak terpengaruh dengan kata-kata Naka. "What do you mean?" tanyanya dengan nada datar.
"Tapi lo gak bisa bohong sih, Bro. Semua orang tahu lo punya perasaan sama itu cewe." Bima menambahkan dengan nada ejekan, sembari tertawa keras.
"Gue harap sih lo nggak main main lagi kayak ke cewe sebelumnya." tambah Bima dengan nada yang masih ejekan, tapi ada sedikit ketegangan di baliknya.
"Justru kali ini gue beneran jatuh cinta." bisik Sam dalam hati, sembari menatap Bima dengan mata yang jauh, seolah-olah membayangkan sesuatu yang indah. Wajah Calla muncul di benaknya, dan senyum lembut terukir di bibirnya.
Bima langsung merengut, merasa bahwa Sam tidak benar-benar mendengarkan perkataannya. "Sam, lo dengar gue nggak?" tanya Bima dengan nada kesal, tapi Sam tidak menjawab, masih terlena dalam lamunannya tentang Calla.
Naka yang berdiri di depannya, mengamati percakapan antara Sam dan Bima dengan wajah yang tidak bisa dibaca. Mata coklatnya yang tajam memandang Sam, seolah-olah mencoba membaca pikiran di balik ekspresi wajah Sam. Naka tidak mengatakan apa-apa, hanya terus memperhatikan dengan intens, menunggu reaksi selanjutnya dari Sam atau Bima.
✮ ✮
Geng Black Rose, yang dipimpin oleh Sam, tiba di lokasi balapan dengan motor-motor yang sudah disiapkan dengan baik. Mereka disambut oleh geng motor lain, yaitu geng Red Devils, yang dipimpin oleh seorang pembalap muda yang terkenal dengan kecepatannya, Navier.
Navier tersenyum sinis saat melihat Geng Black Rose. "Siap-siap kalah ya!" katanya dengan percaya diri.
Sam hanya tersenyum dan mengangguk. "Kita lihat aja," katanya dengan nada tenang.
Balapan dimulai, dan motor-motor mulai meraung, melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang berliku-liku. Geng Black Rose dan Red Devils saling beradu kecepatan, dengan Sam dan Navier memimpin di depan.
Suasana semakin memanas, dengan penonton yang berteriak dan mengibarkan bendera. Motor-motor melaju dengan kecepatan yang luar biasa, dengan Sam dan Navier yang terus bersaing untuk menjadi yang pertama.
Tiba-tiba, Sam melihat kesempatan untuk menyalip Navier dan dia memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Motor Sam melaju lebih cepat, dan dia berhasil menyalip Navier.
Penonton berteriak, dengan Geng Black Rose yang merayakan kemenangan mereka. Navier tersenyum, "Kalian emang menang kali ini. Tapi kita bakal kembali!" katanya dengan percaya diri.
Sam hanya tersenyum dan mengangguk. "Kita siap kapanpun itu," katanya dengan nada tenang.
Revan, yang berdiri di samping Sam, memperhatikan Navier dengan mata yang tajam. "Lo pikir lo bisa ngalahin kita?" katanya dengan nada dingin.
Navier tersenyum dan menggelengkan kepala. "Gue gak cuma bisa ngalahin kalian, gue bakal ngalahin Sam dan jadi yang terbaik di kota ini."
Bima, yang berdiri di sebelah Revan, tersenyum sinis. "Udah kalah 2 kali masih aja gak terima kenyataan."
Suasana menjadi tegang, dengan kedua geng motor yang saling menantang satu sama lain. Tapi Sam hanya tersenyum dan mengangkat tangan. "Cukup, hargain perayaan kemenangan kita!"
Geng Black Rose dan Red Devils kemudian bergabung dalam pesta, dengan musik dan tawa yang memenuhi udara. Tapi di balik kegembiraan, persaingan antara keduanya semakin memanas, dan pertarungan berikutnya sudah terlihat di depan mata.
✮ ✮ ✮
KAMU SEDANG MEMBACA
Ascella Stars
RomanceKisah tentang si pemilik paras yang selaras indahnya dengan bintang-bintang yang bersinar di langit. Calla Cathlenna namanya, perempuan cantik yang mempunyai segala cara untuk tetap bersinar dan bertahan hidup, sekalipun kegelapan ada pada kehidupan...
