Acara sekolah

6 5 1
                                        

Sam meminta Calla untuk membawakan tasnya yang berat. "Calla, tolong bawain tas gue, dong. Gue nggak kuat." kata Sam sambil menyodorkan tasnya ke arah Calla.

Calla memandang tas Sam dengan sedikit kesal, "Sam, tas lo berat banget. Gue nggak tahu apa yang lo masukin ke dalam tas lo," kata Calla sambil menerima tas Sam.

Sam hanya tersenyum dan mengangkat bahu, "Gue bawa beberapa buku dan alat musik, sih." Calla menghela napas dan mengangkat tas Sam, "Sam, lo emang kejam banget."

"Lo gak lupa sama syarat itu kan?" tanya Sam dengan nada yang penuh harapan.

Calla menggelengkan kepala, "Lo udah berulang kali ngingetin gue tentang syarat itu." kata Calla dengan senyum paksa dan mengangkat tas Sam yang berat.

Sam tertawa dan membalas, "Pinter!" Naka memperhatikan mereka berdua dengan tatapan yang tidak bisa dibaca.

"Gue bantuin aja, Calla." tapi sebelum Naka bisa membantu, Calla sudah mengangkat tas Sam dan berjalan meninggalkannya.

"Nggak apa-apa, gue bisa," kata Calla sambil tersenyum.

"Naka dia punya gue! Jadi terserah gue." Calla memukul lengan Sam dengan main-main. "Lo jangan ngada-ngada, Sam!" Sam tertawa dan mengelak.

Naka memperhatikan interaksi mereka berdua dengan tatapan yang masih tidak bisa dibaca. "Lo jangan keterlaluan, Sam!" kata Naka dengan wajah yang menyebalkan dan nada yang sarkastis.

Calla dan Sam berhenti bercanda dan memandang Naka dengan bingung. "Apa maksud lo, Naka?" tanya Calla dengan hati-hati. Naka tidak menjawab dan hanya memandang mereka berdua dengan tatapan yang tajam.

Suasana menjadi sedikit tidak nyaman. Sam mencoba mencairkan suasana dengan berbicara, "Bro, lo serius banget, apa yang salah?" tapi Naka tidak menjawab dan hanya membalikkan badan, meninggalkan Calla dan Sam yang terlihat bingung.

✮ ✮

Acara sekolah hari ini adalah pentas seni, dan semua siswa sangat bersemangat. Calla, Adel, dan Yesha duduk di kursi penonton, menunggu giliran penampilan mereka. Sam dan Langit juga ada di antara penonton, menonton penampilan teman-teman mereka.

Tiba-tiba, MC mengumumkan penampilan berikutnya, yaitu grup tari dari kelasnya. Calla, Adel, dan Yesha bersorak-sorak, "Ayo, kalian bisa!" Mereka bertiga memberikan semangat kepada teman-teman mereka yang akan tampil.

Penampilan grup tari tersebut sangat memukau, dengan gerakan yang sinkron dan kostum yang mencolok. Penonton memberikan aplause yang meriah, dan Calla, Adel, dan Yesha ikut bertepuk tangan dengan gembira.

Setelah penampilan grup tari, giliran Langit untuk tampil solo. Dia naik ke atas panggung dengan percaya diri, memegang gitarnya. Langit mulai bermain lagu yang sangat indah, dan suaranya yang merdu membuat penonton terpesona.

Penampilan Langit selesai dengan meriah, dan penonton memberikan standing ovation. Calla, Adel, dan Yesha bersorak-sorak, "Bravo, Lang! Lo luar biasa!" Langit tersenyum, merasa bangga dengan penampilannya.

Kemudian, Grup musik yang terdiri dari beberapa siswa sekolah itu naik ke atas panggung, membawa peralatan musik mereka.

Calla berdiri di atas panggung dengan percaya diri, memegang mikrofon dan siap untuk memulai lagu. Dengan suara yang merdu dan penuh emosi, dia mulai bernyanyi, "Every moment, every breath..." Suara Calla begitu indah dan menyentuh hati, membuat penonton terpesona.

Sementara itu, Sam yang memainkan gitar dengan sangat baik, menambahkan sentuhan magis pada musik mereka. Permainan gitarnya begitu apik dan membuat lagu-lagu mereka semakin indah. Drummer mereka memainkan irama yang sangat catchy, membuat penonton ingin mengetuk kaki mereka mengikuti irama musik.

Mereka bernyanyi bersama, dan suasana menjadi sangat elektrik. Calla, Sam, dan drummer mereka memainkan musik dengan sangat baik, membuat penonton tidak bisa berpaling dari panggung.

Ketika lagu terakhir selesai dimainkan, penonton memberikan aplause yang meriah. Calla, Sam, dan anggota grup musik lainnya membungkuk sebagai tanda terima kasih, mereka semua tersenyum lebar karena telah berhasil menghibur penonton.

Setelah acara pentas seni selesai, semua siswa dan guru berkumpul di lapangan sekolah untuk melakukan foto bersama. Calla, Sam, Adel, Yesha, dan Langit berdiri bersama, tersenyum lebar dan mengacungkan jempol mereka. Mereka semua terlihat sangat bahagia dan puas dengan acara hari ini.

"Foto bareng! Foto bareng!" seru beberapa siswa, dan semua orang berkumpul lebih dekat. Kamera diangkat, dan semua orang berteriak "Cheese!" sebelum foto diambil.

Setelah foto bersama selesai, "Sam, tolong fotoin kita bertiga!" kata Yesha sambil menarik lengan Sam.

Sam tersenyum dan mengangguk, "Oke, sini." Yesha, Calla, dan Adel berpose bersama, dengan Sam yang siap untuk mengambil foto.

"Cheese!" seru Sam, lalu kamera menangkap momen kebersamaan mereka dengan sempurna. Setelah foto diambil, mereka semua berkumpul untuk melihat hasilnya.

"Cal, senyum dong! Jangan kayak kanebo kering gitu!" protes Adel sambil tertawa.

Calla hanya mengangkat bahu dan tersenyum sedikit, "Gue udah senyum kok." Sam dan Yesha ikut tertawa.

"Ayo ulang! Ulang!" Adel merasa tidak puas.

"Ulang lagi? Gue gak mau, gue udah laper!" kata Calla sambil menggelosorkan tangan dan memandang Adel dengan ekspresi kesal.

Mereka semua kemudian memutuskan untuk pergi mencari tempat makan yang enak.

✮ ✮ ✮

Jangan lupa vote dan comment ya (⁠.⁠ ⁠⁠ ⁠⁠ ⁠⁠.⁠)

Ascella StarsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang