1.9

18 11 0
                                        

Calla turun dari motor dan meregangkan badannya setelah perjalanan yang cukup menegangkan. Calla memandang rumahnya yang sepi dan sunyi. Sementara itu, Sam mematikan mesin motornya dan menoleh ke arah Calla dengan senyum misterius.

"Kenapa lo?" tanya Calla, merasa penasaran dengan tatapan Sam.

Sam tidak menjawab, malah membisikkan sesuatu di telinga Calla, "Syaratnya adalah, lo harus nurut sama gue selama satu bulan." Calla menatap Sam aneh.

"Apa maksud lo?" Calla bertanya, penasaran dengan syarat yang diberikan oleh Sam. Ia merasa sedikit was-was, tapi juga kesal apa yang sebenarnya diinginkan oleh lelaki itu.

"Satu bulan lo harus nurut sama gue, apapun yang gue mau," kata Sam dengan senyum misterius.

Calla mengerutkan keningnya, "Lo gak ada kerjaan ya selain ganggu gue?" Sam hanya tersenyum dan tidak menjawab, membuat Calla semakin penasaran.

Sam langsung menyalakannya kembali dan pergi meninggalkan Calla yang masih berdiri di depan rumahnya. "Hei, tunggu!" Calla berteriak, tapi Sam sudah terlalu jauh. Ia melihat Sam tersenyum misterius sambil melambaikan tangan sebelum berbelok di ujung jalan.

"Gue gak ngerti apa yang ada di pikiran dia," kata Calla pada dirinya sendiri sambil menggelengkan kepala. Dia masih merasa penasaran dengan perilaku Sam yang aneh, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Calla memasuki rumahnya, masih memikirkan tentang senyum misterius Sam dan apa yang ada di baliknya. Dia berharap saja tidak ada hal buruk yang akan terjadi.

Setelah menggantungkan tasnya, Calla langsung menuju kamarnya untuk beristirahat. Dia merasa lelah setelah perjalanan menegangkan dan ingin melepas lelah.

✮ ✮

Calla berjalan menuju lemari untuk mengambil seragam sekolahnya. Dia memasang playlist lagu favoritnya sambil bersiap, mencoba menghilangkan rasa lelah dan membangun semangat untuk hari ini. Dengan ransel yang sudah siap, dia menuju ke bawah untuk menemui Yesha.

Saat memasuki ruangan tamu, dia terkejut ketika melihat Sam sudah duduk santai di sofa, memainkan ponselnya. "Lo?" kata Calla, dengan sedikit terkejut, sambil memperhatikan Sam yang duduk santai di sofa.

Sam tersenyum santai dan melambaikan tangan, "Morning, Calla!" katanya dengan nada ringan. Calla mengangguk, masih sedikit terkejut.

Mereka berdua kemudian berjalan keluar rumah, dengan Calla masih merasa sedikit bingung dengan kehadiran Sam yang tiba-tiba.

"Yesha! Gue pikir lo udah berangkat duluan," kata Calla dengan nada terkejut.

Yesha tersenyum, "Kok lo bisa dijemput sama dia?" Yesha mengangkat alisnya, Calla menggelengkan kepala, "Gue gak tahu apa yang lagi dia rencanain."

Yesha tersenyum sinis, "Hati-hati aja, Cal." Calla mengacungkan tangan, "Oke, oke. Gue tahu." Yesha kemudian berangkat, meninggalkan Calla dan Sam.

Yesha berteriak dari jauh, "Kasih tau si stalker itu, jangan berani macam-macam sama lo!" Calla hanya tertawa dan mengacungkan jempolnya.

Dia kemudian berbalik ke arah Sam, "Ayo." Sam tersenyum dan mengangguk, dan mereka berdua pun berangkat.

✮ ✮ ✮

Halo guyss!! Gimana nih sama karakter Sam dicerita ini?

And I hope you all enjoy reading my story :D

Happy reading guyss!!!

Ascella StarsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang