• CHAPTER 29

1.2K 79 10
                                        

CHAPTER 29
「 ✦ Cookies ✦ 」

──── ୨୧ ────

-

Beberapa hari sejak hari itu, Davian kini lebih sering berbicara kepada Nayra. Bahkan, dia lebih sering mengajak berbicara terlebih dahulu. Lalu kemarin malam, setelah ia pulang dari kantor, Davian tiba-tiba membeli oven. Saat ditanya, Davian menjawab kalau di rumah ini hanya oven yang tidak ada.

Dan pagi ini, Nayra terlihat mengotak-atik oven yang baru dibeli itu. Sepertinya dia sudah merencanakan apa yang akan dia buat untuk hari ini dengan oven tersebut.

Tak beberapa lama, terdengar suara langkah kaki Davian menuruni tangga. "Nah, itu dia!" gumam Nayra dengan antusias.

Begitu Davian mendekat, Nayra langsung menyodorkan selembar kertas ke arah Davian. Pria itu mengangkat alisnya dengan heran sambil menatap selembar kertas itu tanpa berniat mengambilnya.

"Apa?" tanya Davian, masih menatap kertas itu.

Nayra berdecak, kesal dengan ketidakpekaan Davian. Ia mengambil tangan kanan Davian yang tadi ada di dalam saku, kemudian ia letakkan kertas itu diatasnya.

"Aku nanti mau buat cookies, jadi aku minta tolong belikan bahan-bahannya kalau kamu pulang dari kantor nanti," ujarnya.

Davian membaca tulisan yang ada di kertas tersebut, terlihat ada beberapa bahan-bahan yang harus dia beli nanti.

"Beneran sebanyak ini?" katanya memastikan.

"Itu nggak banyak kok, Dav. Cuma sedikit, lagipula yang makan cuma aku."

"Gue?" Davian menunjuk dirinya sendiri.

"Iya, nanti aku kasih sedikit. Yang penting kamu beli bahan-bahannya dulu. Oh iya, ini uangnya."

Nayra mengambil beberapa lembar uang yang ada di saku bajunya, tapi sebelum ia menyerahkannya kepada Davian, lelaki itu lebih dulu menolak uang dari Nayra.

"Nggak usah, pake uang gue aja." Nayra menatap Davian tak percaya.

"Pake uang aku aja, Dav," sahut Nayra sambil mencoba meraih tangan Davian untuk menyerahkan uangnya.

Davian mencoba menjauh, tapi akhirnya Nayra berhasil menangkap tangannya kemudian menyerahkan uang itu.

"Nah, gini kan enak. Udah sana berangkat kerja, ntar kalo telat nyalahin aku lagi," ucap Nayra.

⋆。‧˚ʚ🍓ɞ˚‧。⋆

Nayra baru saja selesai mandi. Begitu ia hendak ke kamar, ia mendengar suara bel dari luar. Dengan handuk yang masih melilit di kepalanya, Nayra berjalan membuka pintu. Ia berjalan menuju gerbang untuk melihat siapa yang menekan bel.

Wanita itu membuka sedikit gerbang rumahnya, dan tampaklah seorang pria paruh baya berdiri di depan yang tak lain adalah kurir.

"Neng namanya Nayra, ya?" tanya bapak tersebut.

"Iya pak, saya Nayra. Ada apa ya?" Nayra bertanya balik, ia terheran karena sama sekali tidak merasa memesan apapun hari ini.

"Loh, Neng nggak di kasih tahu? Sebentar neng, saya lihat dulu." Pria itu membuka handphone miliknya, membaca nama sang pengirim. "Ini dari... Mas Davian," ucap bapak itu sambil menyerahkan kantong berisi barang belanjaan.

Nayra menerima kantong itu, mengintip sedikit isinya, dan ternyata bahan-bahan yang tadi ia titipkan kepada Davian. "Ah, iya saya ingat. Terima kasih ya pak." Nayra tersenyum hangat.

Still, I Choose You [ ON GOING ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang