engkau telah kubebaskan
rindu dan luka pun kulepaskan
di persimpangan itu
sebelum kau memunggungiku
tanpa kata perpisahan.
Belasan tahun berlalu, setelah begitu lama ternyata engkau masih mengunjungiku. Seperti biasa tanpa bicara ; tidak ada kata hanya tatapmu yang tak pernah sanggup kuartikan. Adakah hal yang ingin kausampaikan? mengapa kita tak pernah selesai di ruang perbincangan.
Setelah engkau kembali, kesedihan selalu naik ke permukaan dan akan sulit untuk kutenggelamkan (lagi). Akan ada berbagai pertanyaan yang tak menemukan jawaban. Kita sebenarnya menginginkan apa. Akankah ketidakselesaian ini hanya aku saja ?
Sepanjang musim hingga hari ini, Tuhan tak pernah merestui pertemuan yang kuingini. Mungkin di dalam hati ada sesal namun sudah tidak ada hasrat untuk mengulang. Sudah tidak ada perihal yang perlu diperjuangkan begitupun dengan rindu yang mungkin hanya milikku (dulu).
Senja dan rembulan berlalu bergantian
keindahan dulu sudah kulupakan
tidak akan ada penolakan untuk sebuah penjelasan
kembalimu tetap kunanti
meski bukan untuk menautkan ikatan (lagi).
KAMU SEDANG MEMBACA
NESTAPA DALAM AKSARA
PoetryKalau saja waktu bisa diputar mundur aku ingin berada tepat di mana aku pernah jatuh cinta padamu. Tidak ada yang disesalkan dari kisah yang dipaksa usai, kau tetap abadi mengekal di relung paling dalam. bukan salahmu jika pada akhirnya bukan aku ya...
