Hal yang tidak pernah terpikirkan lagi karena merasa sudah biasa, akhir-akhir ini kembali menggelitik ingatan entah mengapa.
Ruang yang dulu penuh dengan dinamika perasaan itu, kini sudah kosong ; sunyi dan senyap.
Padahal, pemiliknya tidak pernah pergi, masih berada di sana. Masih duduk dengan tenang, menyulam hari demi hari dengan apa adanya. Ada bahagianya, ada tidak bahagianya. Dia menganggap hal itu memang sudah bagian dari cerita hidup yang membuat manusia menjadi manusia.
Rasanya memang cukup tenang, atau hampa karna sukar dilihat bedanya?
Pemilik ruang itu tidak pernah pergi;
Yang tidak pernah terlihat lagi hanya sebagian dari dirinya yang pernah merasa memiliki satu sudut nyaman untuk bersandar dan bersikap kekanak-kanakan ketika sedang tidak baik-baik saja..
KAMU SEDANG MEMBACA
Tinta Hati
PuisiHanya segurat catatan hati seorang melankolis yang tertuang dalam tulisan tak tentu makna. Bukan sebuah karya professional, silakan dibaca jika suka. Tinggalkan jika tak berkenan Terimakasih
