Athar memakai baju koko panjang sedang menuruni tangga dengan santai, ditangannya terdapat tasbih yang senantiasa ia baca.
"Subhanallah subhanallah subhanallah"
Terdengar suara deru mobil membuatnya penasaran mobil siapa. Athar buru buru kejendela membuka hordeng lalu melihat kearah luar.
"Kak aisyah"
Sedangkan diluar aisyah turun dari mobil menjijing jubah hitamnya lalu menutup pintu. Setelahnya aisyah mrnggandeng lengan suaminya.
Athhar membuka pintu dan menyambut kakaknya. Aisyah terkejut saat mrlihat adiknya belum tidur padahal sudah larut malam.
"Athhar kok belum tidur" tanya aisyah pada adiknya. Ya, aisyah memang pulang ziarah sampai malam karna di tuan rumah menyuruhnya makan terlebih dahulu.
"Kak aisyah kok malam banget"
"Haha iya dek, dijamu tadi makannya lama. Iya kan mas" ucapnya lalu mendongak menatap suaminya.
"Kon belum tidur dek? Udah malam loh" ucao suami aisyah membuat athhar hanya tersenyum.
"Iya kak athhar belum ngantuk banget. Dikamar bosen terus athhar kebawah eh denger suara mobil" ucap athhar drngan santai lalu bibirnya berucap dzikir lagi dengan tasbihnya.
Aisyah merangkul adiknya yang lebih pendek darinya. Entahlah padahal krluarga ini tinggi tinggi kenapa adiknya ini kecil dan pendek.
"Kakak bawa martabak. Tadi mampir, kakak kepengen banget" ucap aisyah mrmbuat athhar tersenyum.
"Athhar udah lama ga makan martabak" ucap athhar berjalan masuk dengan aisyah sedangkan suaminya mrngikuti dari belakang.
"Nah makan bertiga kita ya" athhar mengangguk cepat.
Sesampainya diruang keluarga athhar duduk lalu disusul suami aisyah duduk disampingnya.
"Kakak siapkan dulu ya. Kakak kedapur dulu" athhar mengangguk cepat lalu punggungnya bersandar dengan punggung sofa.
Lelaki awet muda itu mengusap kepala athhar membuat athhar membuka mata mendongak menatap lelaki tampan tersebut.
"Kenapa kak?"
"Gimana keadaanmu. Baik baik bukan?" Tanyanya mrnbuat athhar mengangguk.
"Athar baik baik aja kak. Cuma tadi sempat lemes sama sakit lagi tapi untung ada kakak sama abi jadi athhar ga sendirian ngerasain sakit" ucap athhar mrmbuat lelaki itu tersenyum.
"Kita jarang interaksi ya" ucap suami aisyah membuat athhar tersenyum. "Iya si kakak juga sibuk semuanya jadinya kita semua jarang interaksi. Kakak juga sering keluar negri" ucap athhar emmbuat suami aisyah tersenyum sambil mengangguk.
"Iya benar. Jaga kesehatan ya kalo ngerasa ga sanggup jangan di paksa, banyakin istirahat" athhar menganggum dnegan bibir bergerak berdzikir.
Tangan besar lelaki itu mendorong kepala adik iparnya agar bersandar dibahunya. Athhar cukup terkejut.
"Hayy lagi pada ngapain. Nih kakak udah pindahin ke piring" ucapnya lalu meletakkan piring diatas meja lalu duduk disamping adiknya.
"Kakak ambilin ya" aisyah mengambil satu potong martabak manis lalu mrnyuapi adiknya.
"Emm" athhar mrngangguk angguk lalu mengambil alih martabak lalu memakannya.
"Bi, mau aku ambilin?"
"Boleh" aisyah tersenyum mengambil lalu menyuapinya. Lelaki itu mrngusap ujung bibirnya lalu tersenyum mengunyah makanan.
"Enak kak ini. Beli dimana?" Ucap athhar.
"Ini katanya baru buka dek" athhar mrngangguk aja. Lalu setelah puas memakan martabak ia izin pamit buat kekamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Holy Heaven Gift
Short StoryBagaimana jadinya, anak terakhir dari keluarga besar yang mengimani Akhirat dan ilmu agama yang tinggi mempunyai sebuah penyakit. Keluarga pendakwah dan penerus waliyullah. Keluarga itu menyebarkan agama Allah dengan semangat begitu juga sang bungs...
