kesebelas

37 8 0
                                        

Saat ini ikhsan menggendong adiknya yang tertidur didalam mobil. Ikhsan membawa adiknya kedalam kamar.

Saat sudah dikamar lelaki itu mengecek seluruh bagian tubuh adiknya, tidak ada memar memar yang ia khawatirkan.

Namun saat akan pergi ia mendengar lenguhan adiknya. Ikhsan mendekat dengan panik lalu mengusap dada sang adik karna nafasnya sedikit tidak teratur.

"Dek"

"Dek, bangun dulu" ucapnya menepuk nepuk pipi athar, athar membuka matanya yang terasa lengket. Athar merasakan tidak nyaman dibagian dada membuat ikhsan mengusap.

"Sst gak papa ada kakak disini. Tenang ya" ia usap dada itu dengan lembut. Athar bergerak gelisah hingga ikhsan menelfon abinya.

"Abi"

"Athar dadanya ga nyaman kayanya. Abi pulang ya"

Beberapa saat kemudian abia datang melihat putranya yang bergerak gelisah ditenangkan putra ketiganya. Abis bergerak cepat menggendong putra bungsunya ala koala.

"Sst ini abi tenang ya"

Dengan tangan satu ia menggendong putranya, tangan satunya ia buat mengusap dada putranya membuat athar menggerang.

"Engghhh sakit abi"

"Iya tenang ya, kan ada abi disini"

Abi menimang putranya, athar sempat terisak didalam pelukan membuat suaranya terendam. "Astaghfirullah hal'adzim sembuhkan athar ya Allah. Ayo berdoa nak"

"Sembuhkan athar ya Allah, athar gamau sakit hiks"

Abi mengusap kepala belakang putranya. Andai dulu ia menjaga istrinya lebih ketat pasti putranya tumbuh dengan sehat.

"Hasbunallah wani'mal wakil. Bismillah hirrahmanirrohim" abi memegang kepala dan dada putranya berharap meringankan sakitnya.

Beruntungg athar langsung diam dan nyaman digendongannya. Athar kembali tidur karna rasa nyaman yang ia rasa digendongan sang ayah.

QS. Yunus (10): 57

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."

QS. Asy-Syu'ara (26): 80

"Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku."

QS. Al-Anbiya (21): 83

"Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.'"

QS. Al-Isra (17): 82

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..."

QS. Fushshilat (41): 44

"Katakanlah: 'Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang yang tidak beriman, pada telinga mereka ada penyumbat dan mereka buta terhadapnya...'"

Saat dirasa athar tertidur pulas ia meletakkan putranya diatas kasur dengan hati hati tanpa membangunkan sang empu.

"Gimana bi, athar nanti gabisa ikut ikhsan dakwah" ucap ikhsan pada abinya. Abi hanya duduk memijat kepalanya yang terasa pusing.

"Tunggu athar bangun dulu baru diomongin" ucap abi membuat ikhsan mengangguk setuju. Ikhsan membaringkan tubuhnya diatas ranjang disamping adiknya.

Tangan itu mengusap pipi athar yang sedikit tembam dan lembut.

Holy Heaven Gift Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang