Saat ini athar duduk diatas brankar yang sudah disesuaikan tingginya agar remaja ini bisa setengah duduk.
Ruangan ini sepi karna sedang melaksanakan sholat berjamaah. Umi mau gantian tapi athar memaksa agar mereka sholat berjamaah.
Athar sedang membaca alqur'an, suara merdunya krluar dari bilah bibirnya. Saking khusuknya, ihksan masuk pun athar ga menyadarinya.
Ikhsan tersenyum duduk disisi brankar sambil mendengarkan alunan merdu dari bibirnya. Matanya terpejam menikmati alunannya.
"Sodakallah hulad'zim" athar menutup alqur'annya sambil menciumnya lama dengan mata terpejam.
"Astaghfirullah hal'adzim" kagetnya saat melihat kakaknya duduk disampingnya. Ia mengelus elus dadanya yang berdetak cepat, ikhsan pun ikut mengusap.
"Sakit gak. Kakak panggilkan dokter" saat akan memencet tombol athar menahannya. "Athar gapapa cuma kaget aja. Kakak sih tiba tiba disitu kan athar kaget"
"Maaf ya kakak gamau ganggu kamu ngaji. Kakak juga mau dengar kamu baca alqur'an" ucap ikhsan merasa bersalah.
"Kakak mau ga baca alqur'an bareng athar. Udah lama ga ngaji bareng" ucap athar penuh harap. Ikhsan terkekeh mengusap wajah adiknya sambil mengangguk.
"Bentar kakak ambil alqur'an dulu" ucap ikhsan bangkit keluar.
Setelah kepergian kakaknya dirinya mengusap usap dadanya seakan menenangkannya. "Sabar ya jantung, jangan kenceng kenceng detaknya. Aku mohon aku gamau disini" ucapnya sedih.
Athar meraih air minum diatas nakas, lalu setelah meminumnya ia bangkit dari ranjang. Karna ia kebelet pengen buang air kecil.
Dengan langkah tertatih ia melangkah pelan dengan tangan kiri mendorong tiang infus. Ia membuka pintu lalu menutupnya.
Disisi lain ikhsan baru mengambil alqur'an yang tadi ia letakkan di mobil. Ia berjalan cepat tak mau membuat adik kesayangannya menunggu.
Saat ia sedikit berlari ia tak sengaja menabrak seorang perempuan cantik berhijab. "Ah maaf saya buru buru" ia menjauhkan tubuhnya karna baru menyadari kalau yang ia tabrak perempuan.
"Tidak papa"
Ikhaan memandang wanita tersebut hingga dibuyarkan lamunan saat wanita itu menyentuhnya. "Ah maaf kita bukan mahrom. Saya permisi" ucap ikhsan berlari kecil.
Wanita itu memandang kesal."sok suci banget"
Wanita itu menghentakkan kakinya lalu pergi dari situ.
Disisi lain ikhsan setelah berlari dalam batin ia mengucap "astaghfirullah hal'adzim. Ya Allah maafkan hamba ya Allah. Itu bukan suatu yang hamba sengaja"
"Astaghfirullah hal'adzim, Astaghfirullah hal'adzim, Astaghfirullah hal'adzim. Ya rabb ya rahman ya rahiim maafkan hamba ya Allah"
Ikhsan menghela nafas lalu masuk keruangan adiknya, ia kaget saat tidak melihat adiknya.
"Atharrr!!"
Ia mengetuk pintu kamar mandi. "Atharr kamu disitu. Kalo iya dehem biar kakak tau" ucapnya sedikit panik karna tidak menemukan adiknya.
"Ekhem" suara deheman dari dalam membuat ikhsan mengelus dadanya lega.
Tak lama athar udah keluar dengan mendorong tiang infus. Ikhsan bangkit dari duduknya membawa tiang infus dan memapah adiknya yang krlihatan lemes.
"Maaf ya kak aku buang air kecil sama wudhu"
"Iya gapapa"
"Yaudah yuk baca alqur'an" ikhsan memberikan alqur'an kecil pada adiknya serta dirinya duduk dikursi sisi ranjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Holy Heaven Gift
Short StoryBagaimana jadinya, anak terakhir dari keluarga besar yang mengimani Akhirat dan ilmu agama yang tinggi mempunyai sebuah penyakit. Keluarga pendakwah dan penerus waliyullah. Keluarga itu menyebarkan agama Allah dengan semangat begitu juga sang bungs...
