keempat belas

29 4 0
                                        

Athhar menunduk berdzikir sembari meremas dadanya, dadanya terasa sakit setelah dirinya selesai melaksanakan shalat.

Athhar meringis sambil mengucapkan dzikir dengan tasbih ditangannya. "Astaghfirullah astaghfirullah sshh astaghfirullah"

Athhar terus mengucapkan dzikir berharap Allah subhanahuwata'ala meringankan sakitnya. Tapi bukan membaik justru bertambah parah.

Athhar bangkit dari duduknya, tubuhnya membungkuk dengan desisan kesakitan. Pantatnya ia dudukkan disisi ranjang, tangannya masih memegang tasbih terkadang mengucapkan syahadat terkdng tidak sanggup.

"Ya Allah"

"Ringankan sakitku, aku gamau buat yang lain khawatir" ucap athhar menunduk meremas dadanya.

Tangannya meraih obat diatas meja lalu meminum 2 butir. Berharap setelah meminum obatnya semuanya membaik.

"Hah hah" tangannya memegang dadanya yang berdegup kencang. Tubuhnya ia rebahkan dikasur sambil memejamkan mata menikmati tiap detak yang terasa menyakitkan.

"Kontrol masih 3 hari lagi. Tolong ya kerja samanya, semuanya sibuk pasti nyusahin ngurus aku" ucapnya.

Kakinya ia naikkan kekasur berniat untuk istirahat sebentar berharap setelah bangun nanti keadaannya sudah lebih baik.

Kini beralih pada penghuni rumah. Semuanya sibuk kecuali aisyah dan suaminya, keduanya sedang berduaan diruang santai.

"Mas diminum ya"

"Iya terima kasih sayang" ia layangkan kecupan pada dahi istrinya yang tertutup cadar.

Aisyah gelendotin suaminya meletakkam kepalanya dibahu suaminya. Dihadapannya televisi menyala.

"Oiya athhar kok ga turun turun ya. Harusnya makan siang" ucap aisyah.

"Sebentar lagi aja mungkin istirahat" ucap suaminya membuat aisyah mengangguk. Kepalanya ia letakkan lagi dibahu suaminya.

"Yaudah" aisyah tersenyum saat ada adegan lucu disana. Mereka sedang menonton film yang berisi lelucon dari tokoh tokoh terkenal.

Lelaki tersebut mengambil gelas meminumnya. Lalu ia layangkan kecupan di kepala istrinya membuat aisyah tersenyum dalam diam.

"Bikin makin sayang aja"

Tak lama jam menunjukan waktu makan siang. " mas aku panggil athhar dulu deh ga turun turun dia" ucap athhar membuat suaminya mengangguk melepaskan rangkulannya.

"Aku keruang makan duluan" ucap suaminta diangguki istrinya.

Aisyah berjalan naik ketangga sesampainya didepan kamar adiknya ia membuka pintu saat pintu terbuka ia dikejutkan dengan rintihan adiknya.

"Ahkkkk" jeritan kesakitan adiknya membuatnya panik.

"Dek ya Allah. Ini minum obatnya" dengan panik ia meraih obat diatas meja. Tangannya membantu adiknya duduk.

Athhar bersandar didada kakaknya dengan nafas tidak teratur, Aisyah mrmijat dada adiknya membuat athhar nyaman.

"Sakit kak" athhar masih meringis kesakitan. Aisyah mrngangguk mrmijat dada adiknya sesekali mencium kepala adiknya yang berkeringat deras.

Aisyah menyeret tubuh adiknya dengan sekuat tenaga sambil menata bantal bantal disana.

"Kamu tunggu sini. Kakak panggilin mas hisyam" ucap aisyah dengan nada cepat. Tangannya menepuk nepuk kepala adiknya.

"Masss mas hisyam" dimeja makan hisyam menghampiri istrinya sambil menanyakan ada apa dengan istrinya yang terlihat panik.

"Mass"

"Ada apa tenang dulu" ucap hisyam mengelus bahu istrinya. Aisyah baru tenang saat diberi minum air putih sembari mengatur nafasnya.

"Udah tenanng? Ada apa panik gitu?" Ucap hisyam mengelus bahu istrinya.

"adek tadi kesakitan sekarang udah lumayan tenang aku kasih obat. Mas keatas aku mau ambilin makan buat adek" ucap aisyah diangguki suaminya.

"Astaghfirullah hal'adzim ya Allah"

Hisyam buru buru naik keatas sesampainya didalam kamar ia menaiki kasur memeluk athhar yang masih mengernyit tidak nyaman.

"Apa yang sakit hm?" Tanya hisyam mengusap dada adik iparnya karna tau pasti titik sakitnya disitu.

Athhar membuka mata mrlihat kakak iparnya. Tangannya memeluk leher hisyam dan tubuhnya terangkat kepaha satu hisyam.

Athhar memeluk hisyam merasakan detak jantung teratur milik hisyam membuat remaja itu terdiam tenang.

Hisyam membiarkan ini terjadi sampai athhar tertidur kembali. Hisyam mengusap dada adik iparnya sambil mengucapkan sholawat.

"Sholatullah salamullah 'ala toha rasulillah 'ala yasin habibilah. 'Ala salam hibismillah......"

Aura kamar sangat tenang hingga datanglah aisyah membawa nampan berisi bubur. Cukup lama aisyah dibawah karna membuatkan bubur.

"Tidur sayang"

Aisyah meletakkan nampan diatas kasur lalu meraih gelas, takut tumpah. "Bangunin aja mas, adek harus makan sama minum obat"

"Tadi cuma minum obat pas kambuh aja" ucapnya membuat hisyam mengangguk. Tangannya menggoyangkan bahu adik iparnya.

"Sst athhar bangun. Makan dulu yuk" ucap hisyam membangunkan athhar dengan lembut.

"Dek, bangun dulu. Makan dulu" lanjut aisyah menepuk bahu adiknya yang mulai membuka matanya.

"Eung"

Hisyam menurunkan tubuh adik iparnya lalu membiarkan tubuh athhar bersandar dibadannya.

Athhar mengucek matanya yang terasa lengket, aisyah membantu adiknya minum dengan hisyam yang ikut memegang gelasnya.

"Sekarang makan" dengan mata terpejam athhar memakan buburnya. Tidak perlu dikunyah, langsung ditelan saja.

"Masih sakit gak dadanya" tanya aisyah.

Athhar menggeleng sambil menelan buburnya. Hisyam mengelus kepala adiknya yang amat ia sayangi, semuanya sangat menyayangi athhar seperti seorang permata.








♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡ATHAR♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

"Ya ampun sayang, maaf ya umi baru tau keadaanmu pas umi selesai tausiah" ucap umi mengecup punggung tangan putranya.

Athhar masih mengalunkan dzikir ditengah tengah ciuman uminya. Sementara abi duduk disisi ranjang mengelus kepala putranya.

Aisyiyah datang tanpa suaminya. Suaminya sibuk tausiah diluar kota jadi tidurnya di penginapan terdekat.

Aisyiyah duduk mengusap kaki adiknya. Wajahnya masih memakai purdah membuat pandangannya ga begitu jelas tapi mrlihat adiknya yang tak berdaya diatas kasur.

"Ambilkan air" ucap abi.

Umi naik keatas ranjang membantu duduk putranya. Athhar meringis lalu bersandar ditubuh umi, athhar melihat abinya yang membacakan doa.

"Bismillahirrohmanirrahim"

Abi menguusap wajah putranya dengan air doa. "Sisanya diminum. Pelan pelan" abi membantu putranya meminum dengan perlahan.

Athhar memejamkan mata tubuhnya ia angkat lalu tidurkan diatas kasur. Umi menidurkan dirinya mrmbalikkan tubuh putranya memeluknya.

Athhar memeluk umi sambil mengucapkan dzikir. "Ya Allah ya Allah ya Allah ya Allah ya rabb. Astaghfirullah, subhanallah wallahuakbar"

Berulang athhar ucapkan, umi juga membacakan doa untuk putranya sambil mengusap usap surai putranya.

"Sembuhkan putraku ya Allah, ringankan sakit putraku. Kasihanilah putraku ya Allah."

"Sabar ya sayang istighfar terus buah hati umi, surganya umi" ucap umi mrngecup dahi athhar. Athhar menikmati usapan uminya.

Athhar meraih tangan abi diletakkan didada. "Usap abi"

Abi mengusap dada athhar sampai denguran halus terdengar. Umi membaringkan tubuh putranya diatas ranjang.

Holy Heaven Gift Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang