Pagi ini keluarga itu gempar selesai sholat tahajud dan subuh. Umi serta Aisyiyah dikabarkan kondisi sang buah hati kritis, dan dilarikan ke ICCU.
"Ya Allah, la haula wala quwata illabillah. Hiks tolong adikku, izinkan adikku agar hidup lebih lama ya Allah ya karim" gumam aisyiyah sambil memeluk sang umi yang lemas didalam mobil.
"Adek kak, ya Allah"
"Umi kita berdoa ya, adek gak akan kenapa napa adek baik baik aja" ucap aisyiyah mengusap punggung uminya, sedangkan umi melepas cadarnya menghapus air matanya lalu dipakai lagi.
Flashback
يَٰأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ صَابِرُواْ وَصَبِّرُواْ وَرَاجُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
Tangan kanan ikhsan memegang alqur'an kecil membaca dengan khusuk dengan tangan kirinya mengenggam tangan adiknya erat, sebab sedari tadi jari pendek itu bergerak.
لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ
Mereka tidak akan beriman kepadanya hingga mereka melihat azab yang pedih.
"Hahhh hhhh, egggh"
"AGGKKK"
Ikhsan panik segera berdiri memeluk adiknya yang mengerang kesakitan, dengan mulut mengap mengap.
"Hey adek, tenang dek. Hey dengar kakak, kakak disini atur nafasnya" ucap ikhsan mengusap dada adiknya yang membusung, bibirnya mengucap astaghfirullah hal'adzim seakan menuntun adiknya.
"Astaghfirullahh hal'adzim. Adekk ikuti kakak sayang, adek dengar kakak kan hm" ucapnya sedikit bergetar, tangannya sedari tadi menekan tombol darurat berkali kali.
Mata itu yang tadi terpejam seketika melotot keatas dengan mulut terbuka lebar, secara tiba tiba tubuh itu mengejang kuat dipelukan ikhsan.
"ATHHAR, ATHHAR. DOKTERR TOLONG ADIK SAYA, ya Allahh jangan ambil adikku sekarang ya Allah hiks Athharr sayang."
Suara langkah kaki mendekat, seketika tubuh lelaki itu meluruh saat dokter naik keatas brankar dan melakukan CPR ke dada adiknya. "Ya Allah ya rabb, lahaula wala quwata ilabilla. Hamba mohon kekuatanmu"
"Defibrilator" mereka yang panik hingga lupa menyuruh ikhsan keluar, mereka fokus pada pasien yang kritis. Ikhsan menyaksikan itu semua saat tubuh adiknya dikejut membuat tubuh adiknya terbanting.
"Astaghfirullah hal'adzim, astaghfirullah hal'adzim hiks" tangannya bergetar menutup mulutnya, hingga tubuh rapuh ikhsan didekap oleh lelaki paruh baya tersebut.
"Abi"
"Keluar ya kak, biar dokter yang selamatkan adikmu" ikhsan menggeleng ribut, matanya tak lepas dari dokter yang mulai memasangkan ventilator kemulut adiknya.
"Abii, kenapa tiba tiba?" Abi menggeleng memeluk putra ketiganya ini, mata lelaki paruh baya ituu terpejam tak kuasa melihat putranya.
"Ya Allahh lailahilallah"
"Allahumma solli 'ala sayyidina muhammad"
"Allahumma solli 'ala sayyidina muhammad"
"Dokter, adik saya. Mau dibawa kemana?" Ikhsan melepaskan pelukan mendekat kearah brankar yang didorong, diatasnya ada adiknya yang mulutnya telah disumpal ventilator.
Ini menyakitkan, ya Allah.
"Maaf, pasien harus segera kami bawa ke ICCU, kondisi jantungnya sangat buruk. Permisi" brankar itu didorong dengan langkah cepat, ikhsan meluruh kelantai.
"Istighfar kak"
"Adek ikhsan, abi"
"Ya Allah, lailahailallah, ya rabb selamatkan adikku" ucapnya bergetar.
Ikhsan dituntun keluar menuju ruang tunggu ICCU, sesampainya disana dituntun duduk dikursi panjang depan ICCU. Ikhsan merapalkan dzikir dengan air mata mengalir, sedangkan abi menghubungi putri dan istrinya.
Suara langkah kaki berlari mendekat, abi berjalan menuju istri dan putrinya. "Abiii, Athhar. Putraku gimana hiks, putra bungsuku hiks" wanita berjubah hitam memeluk suaminya menangis.
Aisyiyah berjalan kearah adiknya. "Gimana kejadiannya?" Ikhsan menggeleng memeluk tubuh kakaknya, menenangkan rasanya. "Adek kesakitan, kejang"
"Astaghfirullah hal'adzim ya Allah. Astaghfirullah hal'adzim" aisyiyah duduk memeluk adiknya yang mungkin sedang syok, sembari matanya melirik pintu ICCU.
"Berdoa Ikhsan, doain adek. Adek pasti kesakitan disana, Athhar butuh doa dari kita jangan nangis" aisyiyah menunduk mengusap pipi Ikhsan, Ikhsan seketika tersadar lalu mengangguk.
"Hamba mohon bertolonganmu ya Allah, ya rahman ya rahim. Selamatkan adikku, kuatkan adikku ya Allah ringankan sakitnya"
Ceklek
Suami istri itu mendekatt. Diikuti Ikhsan yang berdiri dengan aisyiyah dibelakangnya, sang abi bertanya dengan nada khawatir.
"Buruk, pak bu. Pasien akan dijaga ketat didalam oleh dokter dan keluarga pasien tidak bisa masuk kedalam sebelum kondisi pasien membaik" ucap dokter sambil tersenyum.
"Saya permisi masuk" ucapnya lalu kembali masuk, umi meluruh dipelukan suaminya terisak isak memanggil Allah dan putranya.
"Putraku sudah tersiksa ya Allah, putraku kesakitan"
"La haula wala quwata ilabillah. Astaghfirullah hal'adzim, astaghfirullah hal'adzim"
KAMU SEDANG MEMBACA
Holy Heaven Gift
Historia CortaBagaimana jadinya, anak terakhir dari keluarga besar yang mengimani Akhirat dan ilmu agama yang tinggi mempunyai sebuah penyakit. Keluarga pendakwah dan penerus waliyullah. Keluarga itu menyebarkan agama Allah dengan semangat begitu juga sang bungs...
