kesembilan

26 5 0
                                        

"Suamimu ga kesini?" Tanya aisyah pada saudaranya. Aisyiyah hanya menggelengkan kepalanya sembari tersennyum.

"Dia belum bisa kesini, dia harus menyelesaikan tausiah di beberapa wilayah baru bisa pulang" ucap aisyiyah membuat aisyah mengangguk faham.

"Ke Athar yuk, pasti sekarang athar sama ikhsan" ucap aisyah diangguki aisyiyah "ayo" kedua wanita berpurdah itu berjalan keruangan tanpa memperdulikan tatapan orang orang dihadapannya.

Sesampainya diruangan keduanya melihat athar tidur diatas brankar dengan ikhsan yang tidur dengan posisi duduk.

Ikhsan tidur dengan menggenggam tangan adiknya. Aisyiyah tersenyum melepas tautan tangan itu lalu membenarkan selimut Athar.

"Selamat istirahat jagoan" aisyiyah mengecup dahi athar. Athar menggeliat membuat aisyah ikut menenangkan sang adik.

Beberapa jam kemudian athar terbangun karna merasakan tidak nyaman di bagian dadanya.

Umi yang udah kembali segera mendekat mengusap dada putranya. "Sst anak umi kan kuat, kuat ya sayang dadanya umi usap"

"Eunggg" athar membuka matanya melihat sekeliling. Ikhsan sudah tidak ada, yang ada diruangan sekarang adalah umi dan abi aja.

Athar berusaha untuk bangkit membuat umi membantu putranya, abi duduk disisi brankar membiarkan putranya bersandar.

"Umi ambilkan air digelas mau abi bacakan ayat lagi" ucap abis diangguki istrinya. Umi segera mengambil gelas dan mengisi dengan air.

"Apa yang sakit hm?" Tanya abi membuat athar memegang dadanya, athar mendongak mulai terisak kecil.

"Hiks astaghfirullah hal'adzim ya Allah. Kuatkan athar, athar capek" ucap Athar membuat abi mengusap dada putranya dengan bibir bergerak membaca ayat.

"Ini abi"

Abi meraih gelas berisi air. "Bismillahirrahmanirohim. Ya rabb hambamu meminta mohon sembuhkan putraku. Anni masanni yadzuru wa anta arhama rohimin"

Bibirnya masih bergerak membaca doa sedangkan Athar terisak dengan umi yang ikut meneteskan air mata, seperti ikut andil melihat kesakitan putranya.

"Hiks abis sakittt"

"Iya minum ya sebentar lagi pasti sembuh" ucap abi memberikan segelas air yang sudah dia doakan. Athar menurut meminum sedikit air.

"Masihh sakit hiks" ucap Athar membuat abi turun dari ranjang menggendong putranya ala koala berharap meredakan sakit putranya.

"Sstt sst ada abi disini, bagi sakitnya sama abi" ucap abi menggoyangkan tubuhnya biar putranya tenang.

"Abi hiks apa umi harus panggil dokter" ucap umi ikut menangis mendekat kearah suaminya yang menggendong putra bungsunya.

"Gausah. Athar udah mulai tenang" ucapnya sembari menggoyangkan tubuhnya. Tak terasa Athar sudah tidak menangis lagi, tubuh itu melemah dengan dengkuran halus terdengar.

"Letakkan aja bi"

"Aku pangku aja takutnya kebangun" ucap abi sambil duduk diatas brankar dengan athar dipangkuannya. Kalo bertanya apa berat, jawabannya tidak karna badan putranya ini kecil.










■●●♤♤♡♡♡♡♡♡◇♡♡

Athar membaca alqur'an dengan khusyuk tanpa memperhatikan umi abinya yang duduk ikut mendengarkan putranya mengaji.

Bahkan ikhsan sudah ada disana,ia kaget saat adiknya terbangun ngedrop lagi beruntung saat digendong dia baik baik saja.

"Sodakallahhul adzim" athar menutup alqur'an kecil miliknya memberikan pada ikhsan. Ikhsan menyimpan alqur'an itu diatas nakas.

Holy Heaven Gift Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang