"A-Yuan akan ku bawa ke Yun Shen Buchi Zu."
Mendengar perkataan itu, emosi Jiang Cheng yang belum larut langsung meledak kembali. Ia tidak ingin dipisahkan dengan putranya apalagi jika A-Yuan harus bertemu dengan ayah alphanya.
"Apa maksudmu Huan-ge? Kenapa A-Yuanku harus dibawa ke tempatmu? Apakah kau pikir aku tidak bisa melindungi anakku sendiri?" ujar Jiang Cheng dengan nada menuduh.
"Bukan begitu maksudku A-Yin. Kau jelas tahu kau tidak bisa terus bersembunyi selamanya, suatu saat kau harus kembali atau mungkin ditemukan. Lalu jika saat itu tiba, bagaimana dengan A-Yuan? Apa menurutmu mereka bisa menerima fakta jika seseorang yang mereka kenal sebagai alpha bisa melahirkan seorang putra? Tidak, bahkan bisa saja nyawa A-Yuan dan dirimu dalam bahaya karena mereka ingin menelitimu. Jadi aku berpikir A-Yuan lebih baik tinggal di Gusu. Meskipun aku tidak bisa menjamin seluruhnya mengenai keselamatan dan identitasnya, setidaknya kau tahu Gusu adalah tempat yang aman."
Setelah mendengar penjelasan panjang lebar Lan Xichen, sejenak Jiang Cheng berpikir kembali. Setidaknya apa yang dikatakan Lan Xichen masuk akal. Meskipun enggan mengakuinya, Gusu adalah tempat terbaik untuk membesarkan putranya tanpa bayangan ketakutan.
Namun, mengingat di Gusu ada Lan Wangji yang merupakan ayah kandung putranya sekaligus trauma masa lalunya ditambah usia A-Yuan yang tergolong masih bayi untuk bisa jauh dari ibunya, "Tapi A-Yuan masih terlalu kecil untuk dijauhkan dariku. Dan bagaimana dengan Lan Wangji? Dia pasti mengetahui jika A-Yuan adalah putranya. Aku tidak ingin terjadi masalah dengan hubungan Wuxian. Bagaimanapun dia adalah saudaraku dan aku tidak ingin mengacaukan pernikahannya," ucapnya.
Meskipun ia sering bertengkar Wei Wuxian dan membenci Lan Wangji. Namun ia tidak ingin membuat saudara bersedih karena mengetahui jika dia mengandung anak dari Lan Wangji, karena itu juga alasan ia kabur dari rumah.
"Aku tidak mengatakan akan membawanya sekarang A-Yin. Kita bisa menunggu A-Yuan sudah di usia yang cukup besar untuk dijauhkan darimu. Mengenai Lan Wangji, tentu saja ia harus tahu A-Yuan adalah putranya. Bagaimanapun hubungan darah tidak bisa diputuskan. Setidaknya dia yang selama ini tidak bisa menjaga putranya memiliki tanggung jawab di masa depan untuk membesarkannya. Tentu saja aku juga akan menjaga A-Yuan. Karena dia adalah anakmu dan juga keponakanku," jelas Lan Xichen lembut.
Kalimat terakhir Lan Xichen terasa ambigu. Seolah mengatakan ia akan ikut menjaga anak dari Jiang Cheng meskipun anak itu bukan miliknya. Jiang Cheng sangat menyadari jika Lan Xichen masih menyukai. Dia tidak buta, dengan segala perhatian dan pendekatan yang dilakukan Lan sulung tersebut. Ia hanya enggan mengakuinya karena rasa malu dari sisa masa lalu yang ia miliki apalagi hubungan yang tidak jelas dengan Lan Wangji, adiknya.
"Baiklah, aku akan mempercayaimu. Beri aku waktu satu tahun sebelum aku berpisah dengan A-Yuan. Setelah itu kau bisa membawanya ke Gusu dan mungkin saat itu juga pewaris dari sekte Jiang saatnya kembali," ujar Jiang Cheng.
*****
Setelah pembicaraan mengenai masa depan A-Yuan selesai, Lan Xichen langsung kembali ke sektenya untuk memberitahu keputusan yang ia ambil untuk Jiang Cheng dan putranya kepada pamannya dan juga adiknya.
Sejujurnya jauh di lubuk hatinya, Lan Xichen merasa enggan memberitahu keberadaan A-Yuan kepada Lan Wangji karena khawatir kuatnya ikatan batin antara ayah dan anak itu membuatnya harus berjauhan dengan bayi yang sedari lahir sudah ia anggap sebagai anaknya itu. Namun darah tidak bisa bohong dan dia tidak bisa menyangkal bahwa adik satu-satunya itu adalah ayah dari bayi tersebut.
Setelah Lan Qiren dan Lan Wangji mendengar penjelasan Lan Xichen yang ingin membawa putra Jiang Cheng untuk dibesarkan di Gusu, Lan Qiren merasa senang, secara tidak langsung ia juga bisa melihat dan mengawasi perkembangan dari cucu pertama dan mungkin pewaris sekte Guru di masa depan menggantikan keponakan pertamanya. Meskipun ia sadar bahwa A-Yuan merupakan hasil kesalahan dari keponakan keduanya setidaknya ia bisa yakin untuk menebus kesalahan klan Gusu kepada Jiang Cheng dengan membesarkan putranya dengan baik.
"Lalu bagaimana dengan Jiang Wanyin? Apakah ia tidak keberatan dengan hal tersebut?" tanya Lan Qiren mengenai keadaan ibu sang bayi.
"Tentu saja Wanyin keberatan saat mendengar usulan itu untuk pertama kalinya. Namun aku berhasil menyakinkan Wanyin untuk masa depan dirinya maupun A-Yuan. Mereka berdua tidak bisa selamanya berada di persembunyian bukan? Dan aku juga ingin meminta izin kepada paman?" ujar Lan Xichen.
Lan Qiren yang mendengar perkataan keponakannya tersebut merasa heran. Ini bisa disebut pertama kalinya Lan Xichen meminta sesuatu padanya setelah menginjak usia remaja.
"Memang apa yang kau inginkan Xichen?"
"Aku ingin setelah Jiang Wanyin kembali ke kediaman keluarga Jiang. Aku ingin paman melamar dan merestui Jiang Wanyin untuk menjadi pasanganku." Dengan tegas dan mata tanpa rasa gentar Lan Xichen mengutarakan keinginannya.
"Apa? Apa yang kau pikirkan Xichen? Bagaimana bisa kau menginginkan Jiang Wanyin padahal kau sendiri tahu bahwa Jiang Wanyin telah terikat dengan adikmu?" tanya Lan Qiren heran.
"A-Yin dengan Wangji tidak pernah terikat, namun dipaksa terikat oleh takdir yang ada. Diantara mereka berdua tidak ada yang menginginkan satu sama lain? Lalu apa salah jika aku menginginkan A-Yin? Lagipula sedari awal aku yang jatuh cinta kepada A-Yin. Selama ini dia yang menjadi alasan aku menolak banyak lamaran yang datang. Karena sedari awal hatiku telah memilih Jiang Wanyin sebagai pasanganku," jawab Lan Xichen tanpa ragu.
"Kenapa sebelumnya kau tidak memberitahu jika kau mencintai Jiang Wanyin?" tanya Lan Qiren heran.
"Karena sebelumnya aku sudah ditolak oleh Wanyin. Dulu aku tidak bisa memaksakan kehendakku padanya. Tapi kali ini aku akan berusaha agar Wanyin bisa menerima perasaanku ini."
"Terserahlah. Ini adalah keputusan kali sebagai generasi muda. Aku tidak akan kembali ikut campur, baik buruknya keputusan tersebut menjadi tanggung jawab diri sendiri."
Setelah mengatakan itu, Lan Qiren memilih keluar meninggalkan Lan Xichen dan Lan Wangji yang sama sekali belum mengeluarkan suara.
Setelah melihat kepergian lamannya, Lan Wangji untuk pertama kalimya mengeluarkan suara. "Xongzhang apakah kau benar-benar akan melamar Jiang Wanyin? Tapi bagaimana dengan A-Yuan? Tidak kah ia bingung dengan hubungan yang ada?" tanya Wangji pelan.
"Kau tidak usah khawatirkan itu, Wangji. A-Yuan akan tinggal di sini sebagai anakmu meskipun ia akan dikenal sebagai anak angkat. Untuk hubungan antara aku, Wanyin, dan A-Yuan biar kami pikirkan. Lebih baik kau pikirkan pernikahanmu yang tinggal menghitung hari. Jangan kecewakan adik Wei untuk kedua kali."
Setelah mengatakan hal tersebut Lan Xichen ikut meninggalkan ruang tersebut meninggalkan Lan Wangji yang tertegun mendengar perkataan dari kakaknya.
*****
Gomen yah ninggalin nih cerita hampir setengah tahun. Soalnya sekarang jarang aktif di wp lagi jadi cuman sesekali aja. Keasyikan nonton short drama china yang ci i o ci i o itu loh.
Kayaknya nggak bosa banyak cuap-cuap kayak biasanya. Yang penting semoga kalian enjoy sama cerita aku. Jangan lupa like dan comment yah.
𝓣𝓱𝓪𝓪
KAMU SEDANG MEMBACA
Omega Yunmeng
FanfictionMenjadikan seorang omega yang memimpin sebuah sekte memang tidak mudah. Oleh sebab itu, Jiang Wanyin atau lebih dikenal Jiang Cheng terpaksa untuk menutupi status omeganya dan memberitahu dunia bahwa ia adalah seorang alpha. Beruntung Jiang Cheng ad...
