Author - Pertimbangan

36.6K 2.2K 35
                                        

=My Daddy=

~•~

Revon berjalan dengan cepat menuju kamar Revan. Lalu memutar knop pintu. Terlihat kedua anaknya sedang asik bermain. Ia berjalan mendekati mereka.

"Revan... Nita..." panggilnya.

"Iya Pa" jawab anak - anaknya bersamaan.

Revon duduk di tepi kasur Revan. "Apa kalian mau Mama dan Ratu kembali ke rumah?" Tanyanya.

Yang jelas mendapatkan anggukan kepala dari Revan dan Nita. Itu sudah keinginan lama mereka.

"Apa kalian mau membantu Papa?"

"Tentu Pa" jawab mereka dengan riang.

"Besok kita akan jemput Ratu. Oke? Dan Revan, Papa minta nomer ponsel Mama ya"

***

"Daddy..." Revon menangkap tubuh mungil Ratu membawanya ke dalam gendongan-nya. Memberikan kecupan di kening Ratu. Lalu ia melangkahkan kakinya ke tempat Keisha berada.

Sampai akhirnya ia sudah ada tepat di depan Keisha yang diam membeku. Mencium bibir Keisha tanpa malu dan tanpa izin.

"Pagi sayang" sapanya. Keisha membalanya dengan tatapan kesal.

"Yuk kita berangkat" mereka pun berjalan menuju mobil Revon.

Di perjalanan Revan, Nita dan Ratu selalu bernyanyi. Membuat suasana di dalam mobil Revon terasa ramai.

"Mas besok tidak usah repot - repot menjemput Ratu" ucap Keisha dingin.

"Kenapa? Ratu kan putriku. Kalau aku menjemputnya tentu itu tidak masalah bukan?" balas Revon dengan santai. Sedangkan Keisha hanya bisa mendengus kesal.

Sampai pada akhirnya mereka sudah sampai di sekolah Nita dan Ratu. Kedua putri mereka pamit. Mencium tangan dan pipi mereka secara bergantian.

"Dada... Daddy... Mommy"

"Dada... Papa... Mama"

Mobil Revon berjalan lagi menuju sekolah Revan. Tak lama kemudian mereka sampai. Sama seperti Ratu dan Nita. Revan juga mencium tangan kedua orang tuanya lalu melambaikan tangannya.

"Dada... Papa... Mama" lalu Revan berlari masuk ke dalam sekolahnya.

Mobil Revon mulai berjalan lagi. Suasana hening yang menemani mereka.

"Aku mau lanjutin yang tadi" ujar Keisha.

"Bukannya Mas sudah menolak Ratu?" Lanjut Keisha.

"Sekarang kita mau kemana?" Tanya Revon mengalihkan pembicaraan.

"Bukannya Mas sudah menolak Ratu?" Ulang Keisha. Membuat Revon menghentikan mobilnya. Lalu menoleh menatap Keisha. Dengan tatapan menyesal.

"Bisakah kamu melupakan itu?"

"Ya, aku dulu memang menolaknya bahkan membuangnya. Karena aku tidak pernah berfikir bahwa aku sebenarnya mencintai dan menyayanginya dan juga dirimu. Aku sunggu menyesal telah melakukan itu padamu dan juga darah dagingku sendiri" jelas Revon dengan air mata yang mulai akan keluar.

Hati Keisha lagi - lagi tersentuh dengan penjelasan Revon tentang penyesalannya. Membuatnya semakin bimbang.

"Ku mohon kembali-lah ke rumah. Aku ingin menebus kesalahanku karena dulu aku tidak menemanimu ketika mengandung Ratu dan melahirkan Ratu" Revon mengucapkan itu dengan tatapan memohon.

"Akan ku pertimbangkan dulu mas" putus Keisha. Membuat Revon yang mendengar keputusan Keisha tersenyum senang. Dengan reflek Revon memeluk Keisha dengan erat dengan sesekali mencium bibir Keisha. Membuat orang yang diciumnya merona.

"Pipimu merah seperti tomat sayang" goda Revon yang langsung dihadiahi dengan pukulan di tangannya.

"Sekarang kita mau kemana, sayang?"

"Apa Mas tidak ada rapat hari ini?"

"Ada tapi masih nanti"

"Antarkan aku ke cafe saja"

Mobil Revon melaju menuju ke cafe Keisha.

***

Mereka sudah sampai di cafe Keisha. Sebelum keluar Keisha mendapatkan ciuman di kening, kedua matanya dan yang terakhir bibirnya. Membuatnya lagi - lagi malu.

"Ya sudah aku masuk dulu ya mas. Oh ya nanti anak - anak biar aku aja yang jemput"

"Baiklah" setelah itu Keisha keluar dari mobil Revon. Tetapi ia berhenti di teras cafe. Menunggu suami tampannya menghilang terlebih dahulu. Lalu masuk ke dalam cafe.

***

Bel pulang sekolah pun berbunyi. Ratu membereskan buku - bukunya. Memasukkan bukunya ke dalam tasnya. Lalu berjalan menuju gurunya.

Ratu melihat sekelilingnya mencari kakaknya.

"Adik manis lagi apa?" Tanya sosok lelaki di depan Ratu dengan Ramah.

"Aku sedang menunggu kakak om" balasnya dengan ramah juga.

"Kalau gitu ikut Om dulu yuk. Nanti Im bantu carikan kakak adik manis" tawar lelaki itu.

"Gak deh Ratu tunggu di sini aja" tolak Ratu.

"Om belikan es krim deh" tawar lelaki itu.

Ratu mulai tertarik dengan tawaran lelaki itu. Lalu Ratu menganggukan kepalanya. Tanda ia setuju dengan tawaran lelaki itu.

=My daddy?=

Updated: 22 Agustus 2015

Next? Vote dan comment ya.

Makasih.

Revisi : 13 Juli 2017

[ML1] My DaddyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang