Hari ini Baiti, Alvian dan para sahabat Baiti berkumpul di pantai yang sudah di booking setengah area oleh Baiti. Maklum bumil lagi ngidam.
Para anak-anak kecil sudah di titipkan dengan kerabat mereka. Sudah lama sekali mereka tidak berkumpul tanpa adanya anak kecil. Meja panjang dengan sebuah alat panggang dan makanan sudah tersaji. Mereka duduk di kursi setelah membereskan pakaian mereka di villa.
Mereka akan menginap di villa dekat pantai selama 2 hari 2 malam. Tentu saja semuanya sudah di bayari oleh Baiti. Iming-iming hadiah pernikahan sahabatnya. Dia baru teringat dengan hadiah pernikahan untuk para sahabatnya saat teringat dengan pantai. Sudah lama sekali baru dia ingat. Ck, ck.
Para suami duduk di samping istri. Mereka membakar daging, sosis dan makanan lainnya sambil bercerita tentang kegiatan mereka di rumah.
"Sekarang kita sudah semakin tua ya" celetuk Raisa.
"Iya, gak nyangka sekarang kita sudah 28 tahun" imbuh Dara
"Waktu memang cepat berlalu"
"Ho'oh"
"Aku dengar-dengar kamu hamil lagi ya Bai?" Tanya Tiara
"Iya, maklum yang tua selalu ketinggalan sama yang muda. Kalian udah beranak dua, aku malah mau jalan keanak dua" jawab Baiti yang membakar daging.
"Biasanya itu. Kami kan kebablasan karena suami ngebet mau anak lagi"
"Iya. Mereka itu memang gak sabaran kalau mau nambah anak lagi"
"Yeu! Mana ada" teriak Diky dengan muka kesal nya.
"Mana ada? Jadi siapa yang sering minta anak lagi tengah malem? Padahal anak nya baru lagi berusia 1 tahun" tanya Raisa
Mereka langsung tertawa mendengar penuturan Raisa.
"Hahaha, gak nyangka gue" ucap Farzan
"Kamu gitu juga nya babe" kata Kurnia.
Hening sebentar. Mereka tertawa lagi.
"Hahahaha! Semuanya sama aja rupanya" ucap Baiti dengan tawa kerasnya.
"Waw! Ternyata meja sini ramai ya" ucap seseorang
Mereka langsung berhenti tertawa. Menatap orang yang sok akrab itu. Baiti menatap dari atas kebawah orang itu.
"Pakaian apa itu? Kenapa tidak telanjang aja sekalian?" Batin Baiti
Para suami langsung menundukkan pandangan mereka. Pakaian wanita itu kurang bahan. Minta di belai banyak lelaki.
"Siapa?" Tanya Rissa
"Aku Zelina, salam kenal" bukannya mengulur kan tangan ke perempuan malah ke lelaki. Mana tangannya di depan Alvian lagi. Apa gak cemburu istrinya?
Para atensi mereka langsung ke Baiti. Melihat reaksi bumil itu. Baiti menatap tangan gadis itu di depan Alvian lalu menatap wajah gadis itu. Berdiri, berjalan mendekati gadis yang bernama zelina itu.
Berhenti di depan Zelina, menunduk agar bisa bertatapan dengan zelina.
Baiti menatap para sahabatnya dan menunjuk wajah zelina. "Kenapa ada hama disini? Bukannya sudah di booking dan gak boleh ada yang lalu lalang di sini, kenapa ini hama lewat dan berhenti di depan kita?"
Para sahabatnya menggeleng, tapi tatapan mereka tajam. Baiti kembali menatap wajah zelina.
"Sorry, tapi anda harus pergi sekarang sebelum saya panggil keamanan" ucap Baiti dengan nada tegas.
Wanita itu bukannya menjawab malah duduk di meja sambil menatap wajah Alvian.
"Aku pacar anak pemilik pantai ini. Dan aku tertarik dengan pria ini" jawab nya sambil menatap wajah Alvian. Alvian langsung menjauh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Al Dan Bai
Teen FictionSeorang Gus yg dijodohkan dengan ketua geng motor. Tanpa Gus sadari bahwa geng motor itu bukanlah geng motor sembarangan. Seorang ketua geng motor yg duduk di bangku SMA hanya karena memiliki tugas dia dan sahabatnya harus kembali lagi duduk di ban...
