Ruangan sidang itu terasa begitu hening.
Tidak ada suara selain derit kecil kursi yang sesekali bergeser dan suara kertas yang dibalik oleh para pengacara.
Di sebelah kanan ruang sidang, Yeri duduk bersama pengacaranya. Kedua tangannya saling menggenggam erat di atas pangkuan. Wajahnya terlihat tenang, tetapi matanya menyimpan kegelisahan yang sejak tadi tidak bisa ia sembunyikan.
Di sisi berlawanan, Taehyung duduk bersama Irene dan pengacaranya.
Taehyung tampak jauh lebih tenang.
Setidaknya dari luar.
"Sidang mengenai permohonan hak asuh Yeonjun dilanjutkan."
Suara hakim membuat semua orang kembali menegakkan tubuh.
Pengacara Taehyung berdiri.
"Yang Mulia, kami tetap pada permohonan klien kami."
Ia berjalan beberapa langkah ke depan.
"Selama bertahun-tahun, Yeri telah meninggalkan Yeonjun. Ia tidak hadir dalam kehidupan anak tersebut ketika Yeonjun membutuhkan seorang ibu. Klien kami yang selama ini merawat dan memenuhi kebutuhan Yeonjun."
Yeri menundukkan kepala.
Jari-jarinya semakin erat menggenggam satu sama lain.
Ia sudah menduga hal itu akan dikatakan.
Namun mendengarnya secara langsung tetap terasa menyakitkan.
Pengacara itu melanjutkan.
"Karena itu, kami menilai bahwa kepentingan terbaik Yeonjun adalah tetap berada di bawah pengasuhan ayahnya."
Hakim mengangguk kecil.
"Silakan dilanjutkan."
Pengacara Yeri berdiri.
"Yang Mulia, kami tidak menyangkal bahwa klien kami pernah meninggalkan rumah dan tidak berada bersama Yeonjun untuk beberapa waktu."
Yeri menoleh kepadanya.
Namun pengacaranya melanjutkan dengan tenang.
"Tetapi kami meminta pengadilan untuk melihat alasan di balik kepergian tersebut, bukan hanya fakta bahwa ia pergi."
Pengacara itu mengambil sebuah map tebal dari atas meja.
"Klien kami memiliki sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa selama berada dalam rumah tersebut, Yeonjun mengalami tekanan dan perlakuan yang tidak semestinya."
Ekspresi Taehyung langsung berubah.
Irene yang sejak tadi duduk diam mulai gelisah.
Pengacara Yeri mengangkat satu lembar dokumen.
"Bukti pertama adalah rekaman yang memperlihatkan perlakuan Irene terhadap Yeonjun."
"Keberatan."
Pengacara Taehyung segera berdiri.
"Keberatan, Yang Mulia. Rekaman tersebut belum-"
"Keberatan ditolak untuk saat ini. Silakan bukti diperiksa."
Ruangan kembali hening.
Sebuah layar dinyalakan.
Rekaman diputar.
Tidak terdengar jelas apa yang terjadi dari kejauhan, tetapi cukup untuk memperlihatkan Yeonjun yang tampak ketakutan dan berusaha menjauh dari Irene.
Yeri menahan napas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Alone
FanfictionTak semudah yang di bayangkan untuk yeonjun kehilangan keluarga utuhnya, tak mudah yang di bayangkan bagi jang yeri harus mengetahui suaminya berselingkuh, kebodohan yang di lakukan taehyung cukup parah namun semua keberuntungan selalu menyertainy...
