Ia tidak tahu bagaimana, hanya saja saat terbangun dari tidur, ia melihat sekitar dan ini di sebuah kamar. Temboknya berwarna biru tua dengan sedikit hint hijau. Ranjangnya berwarna putih dengan space pajangan di bagian kepala, ada beberapa figur Hirono. Di pojok ruangan terdapat keyboard, dan di sebelahnya ada stand gitar yang berisi gitar akustik dan gitar listrik, diikuti dengan rak buku dengan tanaman daun menjuntai.
Ia menengok ke luar, pintu kaca besar yang juga berfungsi sebagai jendela, dengan balkon menghadap ke luar, terdapat kursi dan meja kecil dengan asbak yang sudah penuh.
Meja belajar berantakan, Laptop masih terbuka. Photostrip tertempel di dinding. Tipikal kamar remaja laki-laki biasa.
Kecuali, Rosé tau yang memiliki kamar ini tidak biasa.
He's fucking crazy.
Rosé beranjak dari kasur, mendekati meja belajar. Buku paket kimia masih terbuka, dengan kertas-kertas coretan. Di sampingnya ada kertas dengan template sheet music yang sudah diisi dengan pulpen namun belum selesai, seperti sedang proses menulis lagu. Rosé melirik ke arah piano, ada banyak kertas juga disana, beberapa diremat benjadi bulat, berserakan di sekitarnya.
Rosé meringis. Harus ia akui Jeffrey memang talended. Painfully talended
Such a shame he's an asshole, though.
☁️☁️☁️
"Roséanne Park?"
"Dia izin sakit, Pak."
"Dia ada kasih surat izin ke wali kelas, Jeffrey?"
Jeffrey membenarkan letak kacamatanya lalu mengangguk. "Udah, Pak, katanya," ucapnya sambil tersenyum tipis.
"Psst, Jeff."
Merasa dipanggil, Jeffrey menoleh je sumber suara. Itu Mingyu, memanggilnya di tengah pelajaran biologi. Jeffrey menaikkan alosnya, gestur bertanya. "Lo nanti langsung pulang?"
"Masih pagi, buset, udah nanya pulang."
"Engga, itu Bang Taehyung ngajak anak-anak cowo seni ngumpul di warkop belakang sekolah nantj, soal pensi kemarin."
"Elah pensi-pensi mulu, gak penting." Jeffrey kembali menghadap ke depan, tapi Mingyu menjambak rambutnya. "Apasih anjir?!" Misuhnya.
"Lo ikut lah bangsat kan lo ketan."
"Pensi itu terlalu diagung-agungkan tau gak? Gak penting sumpah, lebay cuma tampil di sekolah di depan beberapa sekolah lain." Ia memberi jeda. "Cowok doang?"
Mingyu mengedikkan bahu. "Katanya sih gitu. Lagian Bang Taehyung gak kenal anak-anak cewek angkatan kita."
Jeffrey mengangguk. "Yaudah."
"Eh, gua baru inget, Jeff."
"Apaan?"
"Bang Taehyung ngajak Rosé anak kelas kita, kemarin dia nanyain gua karena Rosé udah 2 hari gak masuk."
"Dia ngajak Rosé doang yang cewek?"
"Iya, cuma Rosé cewek kelas 11. Lo ada kabar gak dia sakit apa? Bang Taehyung juga nanyain ke gua dari kemarin, padahal mana gua tau."
Senyum tipis terukir di bibir Jeffrey. "Dia kayaknya masih sakit deh, kemarin gw jenguk."
"Oke." Mingyu kembali fokus ke pelajaran.
Sedangkan Jeffrey masih tersenyum. Matanya berbentuk bulan sabit.
Ia membuka ponselnya, membuka kontak Daniel, jarinya mengetik lincah.
Bang Daniel
Sun, 07.13
Bang > Mau cewe ga > Tapi berdua ya sama Bang Taehyung > Kenal kan lu? >
< Siapa duluuu nihhh < Gamau ah klo gajelas
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yakin gamau? >
< WOOOWWWW < Tumbennnnn < Bukannya dia cewe-cewean lu ya wkwk < Kok ada foto ginian sihh bahaya ah < Bekasan lu ya
Gak pernah gw apa2in > Klo lu gamau yaudah >
< Eits < Mau dong
< Kapan nih < Dimana
< Woi
< Bales cok
< Anjing udah ng*ceng gua bangsat
< Jeff kontol jadi kaga
Iya > Bang Taehyung dulu ya tapi baru elu >
< Gw dulu lahhhh
Mau apa ngga >
< Yaudah deh
Pulsek > Kasih tau Bang Taehyung ya > Nanti tempatnya gw kabarin >
< Oke
< Anjing udah s*nge gw < Makasih Jeff fotonya < Gw pake ya