Belum Merekah

5 0 0
                                        

Lelah yang pergi tak benar-benar enyah,
kadang hanya menjadi entah
di antara ingat dan nyata.
Seperti asa yang pernah ada,
lalu mengada-ada agar tetap dipercaya.

Malam menampung lamun,
lamun membawa lantun;
pelan-pelan kepala mengulang segala yang seharusnya telah usai.

Detik menjadi detak,
detak menjadi desak,
desak menjadi sesak-
dan sesak, entah mengapa,
selalu pandai menyamar sebagai reda.

Maka tak perlu buru-buru bertanya
mengapa cahaya tak juga merekah.
Barangkali pagi sedang belajar
membedakan terang dari sekedar nyala.

Biarkan gelap menggema sebentar.
Sebab tak semua yang padam benar-benar tiada,
tak semua yang diam telah kehilangan suara.

Mungkin,
di antara entah dan enyah,
di antara asa dan ada,
masih tersisa sedikit cahaya.

Cukup untuk percaya,
bahwa yang belum merekah
bukan berarti tak akan pernah.

Aku Masih SamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang