Dedicated for Farahazzhr ..
Oh wtf ini banyak banget dramanya -_- apacoba yang kutulis?
***************************
-Liam POV-
Kyle.
Nama perempuan itu terus terngiang-ngiang di pikiranku.
Aku takut. Aku takut jika nanti dia marah padaku. Bodohnya aku yang kemarin membentaknya dan bilang perasaanku selama ini ke dia.
Aku harus minta maaf ke dia.
---------------------------------------
Aku melihat perempuan berambut blonde itu sedang duduk menyendiri di kursi taman itu sambil membaca sebuah novel.
"Kyle?" sapaku. Dia hanya menoleh sedetik ke arahku lalu fokus lagi dengan novelnya. Dia benar-benar marah.
"I'm sorry" ucapku yang masih berdiri di hadapannya.
"Ya. Aku memaafkanmu" katanya datar yang langsung membereskan buku-buku nya dan pergi meninggalkanku.
ARRGGHH!! Ini semua salahku. Jika saja aku ttidak berkata yang aneh-aneh dan membentaknya saat itu, pasti kejadiannya tidak akan jadi begini.
Bisakah aku mengulang semua ini agar Kyle tidak lagi menjauhiku? Bahkan sudah berapa kali aku menelponnya dan mengiriminya sms dan sama sekali tidak ia balas.
----------------------------------------
-Kylie POV-
Jika kalian bertanya apakah aku merindukan Liam? Tentu iya jawabannya. Bagaimana pun dia adalah sahabatku. Ralat, maksudku sahabat yang sudah menyakitiku dan menjelek-jelekkan kekasihku di depanku. Tapi tetap saja aku rindu dengannya.
Aku rindu dengan senyumannya, tawanya, kata-katanya yang bisa menenangkanku dan menemaniku saat kesepian tanpa Zayn.
Zayn?
Apa kabar dia? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sudah makan? Ah, aku sangat merindukan laki-laki Arab itu!
Sudah 2 hari ini dia ada di Paris tanpa ada kabar darinya. Apa aku harus menyusulnya ke Paris lalu memeluknya dengan erat agar rasa rinduku ke dia terobati dan menunggunya untuk memanggilku 'Tomato girl' lagi.
Ah, itu sangat mustahil. Lagipula aku juga tidak akan berani ke Paris seorang diri. Siapa yang ingin menemaniku? Sidney adikku itu? Oh tidak, yang ada dia akan mencampuri urusanku dan hanya berbelanja disana. Lalu siapa? Liam? Ah, tidak mungkin. Aku kan sedang marah dengannya.
Ngomong-ngomong soal Liam, apakah dia serius tentang perkataannya waktu itu? Bukan, bukan saat dia menjelekkan Zayn, tentu aku tidak akan mempercayainya.
Tapi tentang perasaannya ke aku. Dia menyukaiku? Apakah benar? Tapi dia sahabatku. Memang jika saat aku sedang dengannya, aku merasa sangat nyaman. Bahkan tidak senyaman saat dekat dengan Zayn. Ah Kyle bodoh!! Apa yang kau pikirkan?! Mending aku segera mengiriminya pesan. Siapa tau dia akan membalas dan menjawab kabarnya kan?
To: My Lovely Arab Boy
Hey Arab! How are u? I miss you so bad :'( I'm scared then if I don't massage you first, there will be no conversation :') By the way, kenapa kamu tidak memberitauku saat ingin ke Paris dan saat di Paris? Aku harap, kamu mau membalas pesanku. Jaga kesehatanmu. Aku mencintaimu <3
Setelah mengirim pesan tersebut, aku mendengar suara langkah kaki mendekatiku. Saat aku melirik, ternyata itu adalah Liam. Aku langsung berpura-pura sibuk dengan tugas-tugasku yang daritadi belum sama sekali kusentuh karena sibuk memikirkan Zayn.
KAMU SEDANG MEMBACA
DARE [ziam]//onhold
Fiksyen PeminatKau tau, ini semua berawal dari tantangan si pirang bodoh itu! Mengapa dulu aku sangat mempercayainya? Apa mungkin karena aku saja yang terlalu bodoh? Cover by : @lukescrowns Dedicated for : @farahazzhr [Sebagian udh diedit, sebagian belum] Ps. FF i...
![DARE [ziam]//onhold](https://img.wattpad.com/cover/42632089-64-k988624.jpg)