Hari ini hari minggu, hari yang sangat menyenangkan bagi seorang pemalas seperti Keyra, bahkan saat jam digital kecil di atas nakas sudah menunjukan angka 07.00 AM ,gadis manis yang terbungkus selimut tebal itu masih tidak menampakan tanda-tanda akan bangun.
Hingga suara gaduh di luar kamar menariknya keluar dari alam mimpi.
Gedubrakk!!!
"Adohh..loe apaan sih ? Nggak usah dorong-dorong bisa kali"
"Biar gue yang bangunin baby Key"
"Gue aja, mending lo temenin dia aja"
"Gue aja,lo yang temenin dia"
"Gue"
"Gue"
Brukk!!
"Aduhh"
"Kalian kenapa sih ? Berisik tau nggak ? " keyra mengomel dengan muka bantal, setelah membuka pintu secara tiba-tiba yang menyebabkan dua laki-laki tampan yang berebutan membuka pintu tadi nyungsep.
"Auww, hidung gue berdarah deh" ringis keenan yang kebetulan nyungsep lebih keras dibanding keanu.
***
Keyra's POV
Sekarang gue lagi di ruang tamu sambil memperhatikan seorang gadis yang sedang memilin-milin rambut panjang plus make up yang nggak bisa di bilang Normal, i mean itu terlalu menor untuk di kategorikan make up seorang anak Sma. Di samping gadis itu teronggok koper yang tak kalah nyetrik dengan sang pemilik,Warnanya aja udah pink terang dengan tempelan gambar barbie di semua bagiannya.
Bella araisya,Sepupu jauh gue yang saking jauh nya sampe gue gak peduli.
Ngapain juga peduli sama ni orang,lagian si Bella termasuk dalam kategori danger dalam kamusnya,gimana enggak? Sifatnya yang childish bisa membuat semua orang naik darah dalam hitungan detik.
Pernah waktu itu, Keyra harus merelakan teddy bear, hadiah ulang tahun ke 10 yang baru beberapa menit di terimanya dari sang kakek, harus berpindah tangan ke bella karena gadis itu merengek menginginkan teddy bear yang bahkan baru beberapa kali di peluknya, karena rengekan dan tangisannya yang cempreng terlalu memekakan telinga akhirnya kakek minta gue merelakan teddy lucu itu dengan tawaran akan membelikan yang lebih besar.
Lupakan tentang bella dan teddy bear yang sekarang gue gak tau gimana kabarnya.
"Jadi ? Lo ngapain dirumah gue" gue nanya ke bella dengan bersedekap tangan.
"Yahh gitu, mommy gue say gue must tinggal in here for beberapa month" balasnya dengan bahasa inggris yang bener-bener ancur.
"Yaa emak lo ngapain nyuruh lo tinggal disini? Lo cukup kaya kan buat nyewa apartemen"
"Yaa i dont know lagian gue juga sebenernya males kali ketemu sama situ, kalo nggak inget di rumah ini ada dua cowok ganteng juga gue bakal milih tinggal di apartemen kali" balasnya diakhiri dengan kedipan genit ke arah kak keenan dan kak keanu.
Gue ngelirik kak keenan dan kak keanu yang begidik ngeri ditatap sama si bella.
"So..kamar gue yang mana?" Tanya nya acuh.
Gue nunjuk satu kamar tamu di samping tangga.
Dia berjalan -sok- anggun dengan menggeret koper nyetriknya. Syukur lah benda itu menghilang karena jujur mata gue mulai terasa perih ngeliatin kopernya yang terkesan memantulkan sinar yang masuk ke dalam rumah.
"Anyway siomay busway, gue bakalan satu sekolah sama kalian" lanjutnya sebelum menutup pintu.
Holly shit, tidak cukup kah melihat mukanya di rumah ? Dan sekarang gue harus menerima kenyataan kalo gue juga harus ngelihat dia di sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Life
Novela JuvenilGue cantik, gue kaya, gue punya keluarga lengkap. Gue Punya dua kakak kembar cowok yang ganteng dan tenarnya ngalah-ngalahin justin bieber. Gue punya gebetan ketua osis. Menurut lo kehidupan gue sempurna? Nggak juga tuh -keyra anatasya zeannead...
