Part 10

4.9K 386 22
                                        

"Apa jika aku membawa mu keluar, tuan mu akan marah?"

"Oedi?"

Yesung masih menatap Junhee. "Bagaimana kalau aku mentraktir mu?"

Junhee memutar bola matanya. Menimbang-nimbang dalam pikirannya. "Shirro. Aku lebih baik di rumah saja, tuan." Tegasnya.

"Wae?"

"Aku takut kejadian yang dulu terulang. Aku tidak mau di kejar oleh pria-pria menyebalkan itu lagi. Aku takut." Jujur Junhee.

"Yah!!!" Yesung sedikit meninggikan suaranya. "Apa menurut mu aku akan diam saja jika kau di ganggu oleh pria brengsek?? Apa kau pikir aku ini payah, eoh?"

Junhee tersenyum lebar. "Aniyo bukan begitu maksudku, tuan..."

"Sudahlah." Frustasi Yesung. "Noen tarawara." Kakinya mulai melangkah dari tempatnya berdiri.

*SKIP*

Malam sudah menjemput, Kyuhyun sudah ada di meja makan dan seperti biasa, masakan Junhee sudah tersaji di depannya. Kyuhyun mengerutkan keningnya melihat makanan itu. "Apa ini?" Tanyanya.

"Itu nasi bento." Ujar Junhee.

"Kau pikir aku anak kecil?" Ceplos Kyuhyun.

"Aish." Junhee kembali ke sifat aslinya. "Kau mau tidak? Tidak mau pun tidak apa-apa, eoh..." Junhee berniat mengambil makanan itu tapi tangan Kyuhyun menghentikannya.

Kyuhyun lekas mengambil sendok dan menyantap nasi bento berbentuk boneka beruang itu.

Junhee menatap Kyuhyun dan tanpa sadar dirinya tersenyum melihat itu. Ingatan akan cerita Yesung seakan bermain dalam pikirannya.

»» FLASHBACK ««

Di balkon kediaman Kyuhyun, Yesung dan Junhee berdiri berdampingan membiarkan angin berada di antara mereka. Yesung terus menatap ke depannya. "Kau sudah melihatnya?" Tanyanya.

Junhee menatap Yesung. "Melihat apa, eoh?" Bingungnya.

Yesung masih terus menatap pemandangan yang ada di depannya, mengabaikan tatapan Junhee. "Uri Kyuhyun, kelemahannya..."

Junhee terdiam.

"Seorang ketua mafia yang begitu di takuti tapi sebenarnya rapuh!" Penilaian Yesung akan sosok Kyuhyun. "Appanya bisa bermain dengan tiga wanita sekaligus dan eommanya bisa menikah dengan dua pria muda dalam sebulan..."

Junhee membulatkan sepasang matanya.

"Kyuhyun, dirinya begitu kesepian tapi juga penuh emosi!" Yesung seakan siap bercerita siapa sosok Kyuhyun sebenarnya. "Saat itu usianya masih 17 tahun dan uri imo datang dengan suami barunya. Dirinya begitu kesal dan marah, saat Kyuhyun mencoba mencari appa-nya di saat itulah dia melihat appanya sedang bercinta dengan kekasihnya..."

"Mwo?" Kaget Junhee.

Yesung tersenyum kecut. "Saat itu emosinya memuncak dan tidak sengaja ada seorang preman menganggunya..." Lagi, senyuman kecil terlukis di wajah Yesung. "Preman itu sedang sial karena menggangu Kyuhyun, dengan membabi buta Kyuhyun memukuli preman itu hingga preman itu mati dan entah bagaimana, itu menjadi kebiasaanya..." Jelas Yesung. "Begitu pun dengan aku." Sambungnya.

"Mwo?" Lagi, Junhee terkejut dengan semua yang di dengarnya. "Jinjjayo? Kebiasaan? Membunuh?" Tak percaya Junhee.Yesung tersenyum kecut.

Yesung menatap Junhee dan tersenyum. "Gwenchana, kau tidak akan masuk daftar orang yang akan di bunuh." Senyuman menyeringai terlukis di wajah Yesung.

"Yah..."

"Kyuhyun akan menyuruh orang-orang untuk memukulinya jika dirinya merasakan rasa sakit." Yesung terlihat begitu serius. "Seperti tadi..." Jelasnya. "Dirinya lebih suka menahan rasa sakit di tubuhnya dari pada harus meneteskan air matanya.

Untitled [New] [PRIVATE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang