We Are GILA

2.1K 168 2
                                        

[Line Group Chat GILA]

Abyan.ry.zy : Bangun woy nanti Telat, jam 06:30 Gue tunggu di depan komplek

Gerry.st.zy : YA

Irey.JS : YA [1]

Larissa.JB : YA [2]

*READ*

***

"Lama Bet, ni bocah." ucap byan dalam mobil yang sudah menunggu

"Hy byan." ucap irey sambil memasuki mobil

"Langsung bro." ucap gerry menyambung ucapan irey

"Temen lo pada yang satu itu mana?" ucap byan dengan tampang kesal

"Weyyyy... weyyyyy.... tunggu gue." ucap bean yang terlihat dari kaca mobil sedang berlari dengan sangat -------- lambat -_-

"Hehe, lo pada cepet banget sih!" ucap bean tanpa dosa

"Elo, kali yang TELAT!!" ucap mereka bertiga bersamaan

"iya kah?"

"IYA" Jawab lagi mereka bertiga bersamaan

"Udah ah ayok berangkat. Telat nih." ucap Bean dan mereka bertiga menatap bean dengan tatapan "Diam-ato-lo-gue-bunuh"

Kita sudah sampai didepan sekolah Dan jam sudah menunjukan angka 07:05 dan itu tandanya TELAT!!!

"Aduh, gimana nih? Males banget gue berurusan sama satpam tua itu?" ucap byan dengan frustasi

"Rey, lo keluarin jurus andalan lo !" ucap gerry sambil menatap irey

"Iya iya. Bukannya ini udah gak asing buat gue?" ucap irey dengan nada "kayak-baru-kenal-gue"

Gerry menjawab dengan ketawa kecil "Hehehe,"

Kita langsung menuju ke gerbang dan pos satpam itu.

"Hallo Bebeb Indra." ucap irey dengan lebay

"Hallo juga Bebeb irey." balas satpam itu

"Beb, bukain gerbang dong ?"

"Mau untuk apa beb?" jawab satpam tengil itu

Ini satpam rada-rada PA kayaknya. Ya, mau untuk masuk lah.
"Buat masuk kehatimu." jawab irey "boong dikit gpp kli y"

"Ahhh.. Beb irey mah bisa aja. ya udah saya buka gerbangnya." ucap satpam itu yang mungkin hatinya leleh dengan gombalannya irey.

"Makasih beb. Dahh." ucap irey, bean, byan, gerry sambil berlari menuju kelas.

Saat sampai didepan kelas ternyata pa Jarwo sudah ada di dalam kelas. Pa Jarwo itu guru Agama dan dia rada-rada budeg

"Heh, gimana kalau kita ngendap-endap masuknya, mumpung pa jarwo lagi menghadap papan tulis." ajak byan di depan ruang kelas

Irey, bean, dan gerry menjawab dengan tatapan "Oke"

.
.
.
.
.
.

"Telat adalah hal yang tidak baik. Apalagi ditambah bohong pada guru." ucap pa Jarwo yang masih menghadap papan tulis untuk menulis materi pelajaran

gerry menatap byan dengan tatapan "kok pa jarwo tau ?

Byan membalas dengan tatapan "gak tau juga. Udah ayo lanjut ajah."

.
.
.

"Satu langkah kebohongan akan menambah kebohongan lainnya dan satu langkah kebohongan itu akan mendapat dosa." ucap pa jarwo yang masih menghadap papan tulis

Bean menatap byan dengan tatapan "gue gak mau punya dosa"

"Udah tenang ajah." balas byan juga dengan tatapan
.
.

Byan langsung berlari menghampiri pa jarwo dan berlutut "Pa, maafin kami pa, maafkan kami ya pak."

Dan anak sekelas menertawakan kami "hahahahah."

Kami bertiga langsung Melongo liat apa yang dilakukan byan.

"Fak, perasaan dia yang suruh kita lanjut jalan, eh malah nyerah." omel gerry

"Maksusnya apa yah ? Kok byan berlutut kek gitu?" omel bean

"Hah? Dasar byan pengecut" omel irey

"Kamu kenapa byan? Kerasukan jin apa ?" tanya dengan heran pa Jarwo pada byan

"Kami Telat dan kami mengendap-endap masuk tanpa sepengetahuan bapak." ucap byan dengan sangat-sangat lah jujur

Kumat apa sih lo?
Pasti obatnya belum diminum?

"Karena kalian jujur jadi bapak tidak akan marah pada kalian. Cepat langsung duduk dibangku kalian masing-masing." ucap pa jarwo yang membuat GILA kegirangan

Kami langsung duduk ditempat kita masing-masing. Irey duduk dengan bean dan dibelakangnya gerry dengan byan.

"Maksud lo apa bro tadi?"

"Udah, itu juga bagian rencana gue dan yang penting kita selamat." jawab byan

Kami melewati pelajaran Pa Jarwo dengan ke----------malasan. Tiba tiba pa jarwo bercerita

"Dulu ada seorang 4 sahabat. Dua laki-laki dan Dua perempuan. Mereka itu selalu bersama. Hingga akhirnya mereka mulai saling mencintai satu sama lain. Dan memang ada yang berkata jika ada sahabat yang berbeda jenis kelamin pasti ujungnya menjadi cinta. Nah 4 sahabat itu adalah salah satunya saya sendiri."

Anak-anak lainnya langsung menyoraki pa jarwo "Huuuuuuu."

Dan kami ber-empat langsung saling menatap satu sama lain dengan tatapan "apa benar? Gak lucu kali kalo kita nanti saling cinta?"

***

Ada yang baca gak ya ? Nge test
Suka? Gak suka? Vote and comment okay! ;)

Thank's Readers ❤❤❤

GILA in LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang