Tiga hari yang membuat otak bekerja keras dan juga tiga hari yang membuat jam tidur berkurang. Ya, Try Out. Tiga hari ini kami melewati masa susah. Try Out aja masa susah, UN masa gantung diri kali ya?
Tapi kita tidak terlalu memikirkan itu. untuk apa juga mikirin kaya gitu? Cuman buat pusing. Tinggal jalanin yang ada aja dulu, Beres kan,
Hari ini juga hari yang menegangkan. Karena hasil Try Out sudah keluar. Jadi kami harus berangkat pagi agar bisa lihat hasil Try Out dengan cepat tanpa berdesak desakan.
"Irey!" Teriak Gerry dari luar rumah untuk menjemput Irey
Gerry akhir-akhir ini jadi sering njemput kami bertiga. Mungkin gara-gara kami mau bantu dia. Karena gak mungkin kalo Gerry jadi sebaik ini,
"Ya! tunggu dulu," Balas teriakan Irey dari dalam rumah
"Pasti, kalo gue gak sabar udah gue tinggalin tuh anak" Gumam Gerry kesal karena harus menunggu Irey
Tak lama kemudian sekitar sepuluh menitan Irey sudah siap dan masuk kemobil,
"Katanya mau berangkat cepet, biar bisa lihat pengumuman gak desak-desakan" ucap gerry yang sudah kesal
"Ya maap, Telat bangun lagi soalnya" Alasan yang sangat mudah dan gampang diucapkan
Gerry tidak menjawab alasan Irey. Dia langsung menjalankan mobilnya. Gerry emang jago ngacangin orang,
Setelah menjemput Bean dan Byan, kami langsung menuju ke sekolah. Berharap aja masih sepi. Tapi percuma juga, Berharap yang tidak mungkin karena 5 menit lagi bel masuk. Untung aja kami sudah sampai sebelum bel masuk.
Dari tempat parkiran kami langsung berlari cepat menuju papan pengumuman yang berada didepan perpustakaan.
"Cepat!" ucap byan lalu berlari dengan sangat cepat
Kami bertiga ikut berlari juga menuju papan pengumuman. Jantung kami saat berlari menuju papan pengumuman rasanya berdetak lebih cepat, sangat cepat. Jangan sampai ini jantung copot, masa nanti diberitanya 'SISWA MENINGGAL SAAT BERLARI MENUJU PAPAN PENGUMUMAN HASIL TRY OUT' kan gak lucu.
Saat kami sampai, Apa yang kami duga memang benar terjadi
"Tuh kan, udah rame banget. Gimana mau lihatnya coba?" ucap Irey yang membuat kami bertiga menjadi semakin darah tinggi
"IREY!" Kami bertiga berteriak kesal
Irey terlihat sama sekali tidak merasa bersalah. Dia malah senyam senyum gak jelas,
"Terus gimana nih?" Tanya Bean
"Ya, Tunggu sampai sepi" dengan terpaksa Gerry mengucapkan kata itu yang juga masih kesal
5 menit, keadaan Masih sangat ramai
10 menit, Ada yang bersorak bahagia dan ada yang menangis
15 menit, Anak-anak sudah mulai meninggalkan papan pengumuman
20 menit, sepi
Kami berempat langsung menuju ke depan papan pengumuman untuk mencari nama kami masing-masing,
"Larissa Salsa Bean! L! L! L! Ketemu" Ucap Heboh Bean membuat kami harus membersihkan kuping
"I! I! I! Ini dia!" Kembali dengan kehebohan Irey buat
"Abyan! Ahay, Langsung ketemu" abyan tak kalah dengan Irey hebohnya
Tapi setelah semua melihat hasil Try Out,
"Bean, Lo lulus gak?" Tanya Irey dengan tampang sedih
"Nggak" ucap Bean yang ingin menangis
"Yang bener lo?" sambung byan yang ingin memastikan benar atau tidaknya
"Iya, Gak lulus" pertanyaan byan membuat bean menjadi ingin menangis sekali
"Yuhuuuuuu, Gue juga gak lulus. Josh!" ucap Irey kegirangan
Stress kali ya, gak lulus malah bersorak ria kegirangan
Byan juga ikut bersorak ria "Gue juga gak lulus bray"
"Lo ger? Lulus gak?" Tanya Irey dengan sangat penasaran
Pasti Gerry lulus itu yang ada dibenak hati kami bertiga,
"Gue GAK LULUS juga!!" Teriak Gerry dengan senang juga,
Lalu kami saling merangkul dan membentuk lingkaran. Lalu berputar-putar sambil mengucapkan 'KAMI GAK LULUS TRY OUT' dengan bersorak ria kesenangan
GILA bukan? Memang kami GILA. Baru kami sadari kalau kami ini memang GILA!
Semua mata langsung tertuju pada kami. Ya, anak-anak yang lain heran. Pasti yang ada dibenak anak-anak 'yang gak lulus pada nangis, kok ini malah bersorak bahagia'.
Lalu anak lain yang gak lulus yang tadinya nangis langsung bergabung bersama kita. Ikut membuat lingkaran dan lingkaran kami menjadi besar sambil berputar dan mengucapkan 'KAMI GAK LULUS TRY OUT'.
Rasanya sangat aneh, karena kami mampu mengajak anak yang gak lulus menjadi senang. Sampai-sampai lingkaran kami menjadi sangat besar. Mungkin saking banyaknya anak yang gak lulus.
Kegiatan itu kami akhiri setelah semuanya senang dan kelelahan. Kami juga mengakhirinya dengan berpelukan satu sama lain. Berasa kaya gak lulus ujian, padahal baru gak lulus Try Out. Tapi itu untuk menandakan pertemanan kami semua.
Tapi kok dipikir pikir disini sepertinya ada yang terbalik. Bukannya yang lulus yang harusnya melakukan ini malahan kami yang gak lulus yang melakukan hal ini. Sungguh ini sangat AMAJING!
***
"Gilak, gak nyangka kita bisa ngelakuin ini" ucap Irey dengan sangat senang
"Aneh juga ya, kan kita yang gak lulus tapi malah kita yang bahagia" Byan juga terlihat senang setelah kejadian tadi
"Huh, tapi kita gak boleh gini terus. Try Out selanjutnya harus lulus." dengus bahagia Gerry
Setelah kejadian tadi berlalu, yang seharusnya kita bersedih malah kita menjadi senang. Tapi tiba-tiba Gerry berbicara tentang rencana yang akan kita buat,
"Gimana rencananya? Besok kan?" Tanya Gerry pada kami
"Iya. Pasti siap lah" Jawab Irey dengan semangat karena hawanya lagi senang kali ya,
"Gue boleh tau kan?" Tanya kembali Gerry
"Gak usah. Besok jam delapan lo harus sampai diCafe biasa saja okay!" Ucap Bean juga dengan semangat
Apa semua orang lagi bersemangat yah? Gara-gara kejadian tadi? Atau yang lain? Aneh,
"Okay, Gue percaya sama kalian" ucap Gerry dengan pasrah
***
Update seadanya ya! :D
Vote and Comment selalu aku tagih! :'D
Follow akun gw selalu kutunggu! :'D
Thanks ❤❤❤
13 Maret 2016
MrAlladin
KAMU SEDANG MEMBACA
GILA in LOVE
HumorTiba-tiba Pa Jarwo bercerita, "Dulu ada kisah persahabatan. Dua laki-laki dan dua perempuan. Mereka selalu bersama, hingga pada akhirnya mereka mulai saling mencintai satu sama lain. Dan emang ada yang berkata jika ada sahabat yang berbeda jenis kal...
