HMDHMH #13

14.7K 561 1
                                    

Dane keluar dari ruang rawat Debby dengan perasaan yang berkecamuk. Dia bangga sekarang Debby sudah terlihat dewasa dari sebelumnya tapi dia juga sedih karna Debby tetap tidak mau menggugurkan kandungan yang membahayakan dirinya sendiri. Pria berambut ikal coklat kepirangan itu menekan tombol lift sambil matanya menyebar keseluruh ruangan bercat coklat muda itu iris matanya melihat satu sosok yang begitu dia kenali betul. Austin Mahone mantan kekasih Debby tapi kenapa dia ada dirumah sakit ini dan kelihatannya begitu mencurigakan? Fikir Dane.

Karna penasaran akhirnya pria itu mengikuti langkah kaki Austin, biar bagaimanapun Dane juga pernah dekat dengan Austin sewaktu Debby dan Austin berpacaran maka itu dia hafal betul wajah pria itu
Dane semakin mengerutkan keningnya saat melihat Austin memasuki ruang makan khusus pasien. Pria itu terus berfikir apa yang dia lakukan didalam sana? Karna rasa penasaran yang tak kunjung hilang Dane menyelinap masuk kedalam ruangan itu dan mendengar sedikit ucapan Austin pada koki rumah sakit tersebut.

"maaf apa yang bapak lakukan disini?" Tanya koki itu pada Austin mata Dane terus menyorot pada pria berambut blonde itu
'bapak? Apa maksudnya dia memanggil Austin bapak?' fikir Dane penasaran
"eng tidak aku hanya mengecheck saja, kalau boleh tahu makanan untuk kamar nomor 255 yang mana ya?" Tanya Austin sopan
'255? Bukankah itu kamar Debby?' fikir Dane lagi sambil terus memperhatikan gerak gerik Austin
"yang ini pak" tunjuk koki itu yang tengah menaruh telur keatas piring yang dia tunjuk tadi
"eng maaf pak saya rasa masih ada yang kurang saya permisi dulu" pamit koki itu lalu segera pergi mengambil bahan yang dia lupakan tadi dan tiba-tiba saja.

Austin tersenyum licik sambil menaburkan bubuk berwarna putih keatas mangkuk berisi bubur milik Debby itu
'apa yang dia lakukan? Bubuk apa yang dia masukan tadi?' fikir Dane lagi dia benar-benar bingung dengan kelakuan Austin yang terbilang 'aneh' itu lalu tak lama Austin segera pergi dari tempat itu disusul dengan Dane





---------------------------------------------------------------------------------------------




Dokter keluar dari ruangan bertuliskan 'ICU' itu dengan wajah letih sekaligus sedihnya dokter menatap keluarga Bieber yang ada disitu dengan pandangan menyedihkan terutama saat iris matanya bertemu iris hazle keemasan itu, hatinya mencelos saat melihat sorot hazle Justin terlihat begitu pasrah
"cepat katakan pada kami apa yang terjadi dengan Debby dok cepat ku mohon" pinta Pattie memelas air mata wanita paruh baya itu mulai mengalir deras. Dokter menatap Pattie nanar sorot matanya menegaskan kesedihan yang mendalam
"saya rasa tadi siang Debby salah makan, makanan yang tadi siang dia makan mengandung zat yang k eras hingga..." dokter berkaca mata itu menghela nafas berat Zayn yang sedari tadi duduk manispun akhirnya gusar juga
"makan siang? Makan siang Debby tadi dari sini dok, bahkan spageti yang tadi dia pesan belum dimakannya sama sekali" desis Justin mencerna ucapan dokterbbarusan karna dia ingat betul Debby hanya makan masakan rumah sakit dan belum memakan spageti rasa sirsaknya
"anda serius? Tapi saya yakin masakan rumah sakit tidak mengandung zat keras hingga menyebabkan Mrs bieber keguguran" ucap dokter itu keceplosan dan sontak membuat semua orang kaget terlebih Pattie yang langsung pingsan dipelukan Jeremy
"keguguran?"bdesis Justin lirih air matanya sontak mengalir deras tidak mau diajak kompromi. Zayn dan Niall menepuk pundak Justin memberi semangat pada pria bermata hazle yang kini terduduk lesu diatas lantai marmer itu, sorot matanya yang biasanya menajam kini lesu dan terlihat menyedihkan
"apa yang akan Debby lakukan saat little bieber pergi? Bagaimana reaksinya?" lirih Justin pilu hatinya bagai ditusuk sebuah pisau tajam nan bengis yang terus menghujam dirinya tanpa ampun
"kau harus kuat. Jangan buat Debby juga ikut lemah" ucap Zayn menyemangati

Sementara itu tak jauh dari tempat dimana Justin terpuruk dalam kesedihannya Austin tengah menyeringai bengis bak seorang pemenang yang menang dengan cara kotornya. Sorot matanya menatap Justin penuh kebencian
"itu untuk dendamku tapi ingat itu belum seberapa" ujarnya sadis sambil terkekeh penuh kesadisan. Wajah cute nan polosnya menutupi semua kedok buruknya





He's My Directure and He's My Husband ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang