Im Yoona - Park Chanyeol
Happy Reading
Setengah berlari dengan nafas tersenggal, Yoona menyusuri koridor sekolah yang mulai tampak sepi. Mata bulat Yoona mencari sesuatu yang belum ia dapatkan. Setelah hampir 10 menit memutari sekolah hingga ke sudutnya akhirnya Yoona memilih berhenti di sebuah perpustakaan saat mendengar suara seseorang yang dikenalnya. Pintu perpustakaan sedikit terbuka, memperlihatkan sebagian tubuh seseorang dari tampak samping. Tak cukup jelas siapa orang itu, yang dilihat Yoona hanya lengan mungil yang sedang membolak balikan sebuah buku.
Yoona memantapkan langkahnya untuk memasuki perpustakaan. Tangannya mendorong lebih lebar pintu perpustakaan. Bibir Yoona terangkat membentuk senyum kecil, setalah hampir 10 menit akhirnya Yoona menemukan Chanyeol.
Pria tinggi dengan wajah tenangnya itu nampak memegang buku. Di depannya gadis dengan rambut hitam panjang turut membaca buku sambil sebelah tangannya bergerak menulis sesuatu.
"Yeol-ah" Yoona memanggil Chanyeol dengan nama pendeknya. Chanyeol menoleh begitupula dengan gadis yang duduk di depan Chanyeol.
"Aku menelfonmu" Keluh Yoona mengambil handphonenya lalu menunjukan pada Chanyeol sebagai bukti bahwa sejak tadi ia terus menghubungi pria itu yang tak kunjung dijawab.
"Ponselku mati" Chanyeol menjawab singkat lalu membaca kembali bukunya.
"Yak PARK CHANYEOL!" Yoona menarik buku Chanyeol. Sikap cuek Chanyeol selalu membuat kesabarannya hanya bertahan sebentar. Satu hal yang paling dibenci Yoona adalah 'diabaikan oleh Chanyeol'
"Aish Yoong. Aku sedang sibuk sekarang. Lihatlah aku sedang mengerjakan tugas bersama temanku" Chanyeol mengangkat sedikit kepalanya, menunjukan dengan dagunya gadis yang duduk di depannya.
Yoona melihat gadis yang dimaksud oleh Chanyeol.
"Aku Seohyun"
"Im Yoona"
Yoona menundukkan tubuhnya sebentar sebagai bentuk sopan santun lalu kemudian menatap Chanyeol kembali
"Chanyeol, ayo pulang" Sedikit paksaan Yoona menarik lengan Chanyeol yang masih bertahan di atas buku.
"Aku sedang mengerjakan tugas. Tunggulah. Jika kau tak mau, maka pulanglah lebih dulu"
"Tapi--"
"Maaf tapi kami perlu menyelesaikan ini"
Belum sempat Yoona menyelasaikan kalimatnya, sebuah suara sudah mencelahnya lebih dulu. Seohyun menatap Yoona sambil tersenyum sopan.
"Chanyeol benar. Mungkin ini akan lama. Pulanglah lebih dulu"
Demi apapun saat ini Yoona seperti ingin melempar Seohyun dengan buku-buku yang berada di dekatnya. Tatapan Seohyun, suara Seohyun, dan kata-kata Seohyun terdengar lembut dan sopan namun sarat paksaan. Ini merupakan pertemuan pertama mereka dan Seohyun meninggalkan kesan yang buruk buat Yoona.
Apa gadis bertubuh indah dan berwajah polos itu tak tahu bahwa Yoona menyukai Chanyeol? Yoona bahkan bisa mengatakan dengan yakin bahwa hampir semua orang yang mengenal Chanyeol tahu bahwa Yoona menyukai laki-laki jangkung itu. Sebagai sesama perempuan, Seohyun harusnya membiarkan Chanyeol pulang bersamanya atau paling tidak membiarkannya menemani Chanyeol.
"Tapi--"
"Dengarlah yang dikatakan Seohyun. Sebaiknya kau pulang" Lagi-lagi ucapan Yoona terpotong.Kali ini Chanyeol yang mencelahnya.
"Kau seharusnya mengantarkanku pulang"
"Kenapa kau sangat keras kepala, HAH!" Geram, Chanyeol membentak Yoona.
