25 tahun yang lalu...
Abi terus mencoba memanggil bala bantuan dari markasnya meski hasilnya selalu sama dan sama. Kakinya yang tertembak sudah mulai mati rasa. Hujan turun disertai dengan petir petir yang membuat suasana semakin mencekam. "Ayolah! Ayolah!" Racaunya sambil terus mencoba menghubungi markas.
Sementara itu didalam tempat produksi narkoba dan juga persenjataan tentara Dentaag , Jun beserta ke empat temannya berpencar dengan satu misi: menangkap Harold.
Harry menaiki tangga yang berada di sebelah barat. Ia berjalan dan terus berjalan. Menaiki tangga yang terbuat dari besi dengan sangat pelan. Ia mencoba tak membuat keributan. Dan Harry menemukan sebuah pintu tepat diujung tangga. Ia menyiapkan senjata dan dengan perlahan memutar knop pintu beberapa kali.
Krrrt...
DORR!!!
Harry tumbang seketika saat ia membuka pintu. "Bzzz... bzzz... zz.. Aku berada di sebuah lorong..bzzz.. ganti" WalkieTalkie yang berada di pinggangnya berbunyi dan diraih oleh seorang tentara.
Disaat yang sama, Ron juga tumbang saat ia tersesat di tempat istirahat para kaki tangan Keith.
Sementara itu, Tobing mencoba memutar mutar knop sebuah pintu yang terletak di arah timur. Ia mencoba memutar mutar knop pintu itu. Dalam hati ia bertanya tanya , tak ada yang membalas pesannya tadi.
Juanda berhasil menggorok leher seorang kaki tangan Keith. "Aku berada di sebuah tempat yang banyak daun.. ganti"
Abi semakin merintih kesakitan kala tetesan air hujan mengenai bagian kakinya yang cidera. Parahnya lagi tak satupun panggilannya yang terjawab. Abi mulai putus asa. Ia mulai pesimis akan berhasil menjalankan misi ini. Ini benar benar misi bunuh diri. Tiba tiba bayangan kekasihnya yang tengah mengandung terlintas. Benar, aku tak boleh menyerah. Batin Abi dan kembali mencoba menghubungi markas.
Keadaan didalam pabrik sudah mulai heboh. Seluruh pasukan Keith dan juga Harold mulai siap siaga dan berpencar.
Brakkk!!
Tobing mendobrak pintu yang terkunci itu. Ia menyelinap masuk kedalam. Gelap. Ia mencoba mencari cari saklar untuk pencahayaan. Ia meraba raba dinding disekitarnya dan menemukan saklar yang ia cari. Ia memencet saklar itu.
"Woah.. Hallelujah Bapa". Ia baru saja memasuki sebuah ruangan persediaan persenjataan. Ia berjalan berputar putar didalam dan menemukan banyak peluru. Pistol. Senapan. Pisau. Granat. Dan juga bomb waktu. "Bomb waktu ya.." katanya.
Semakin banyak Juanda menghabisi kaki tangan Keith yang menghadangnya. Tapi tak satupun yang berhasil melukai Juanda. Ia bersembunyi dibalik tumpukan balok dan secara sembunyi sembunyi melihat Harold dan Keith sedang bercengkrama dilantai atas. Ia meraih sebuah granat, menggigit sulurnya dan lalu melemparkannya ke arah pekerja yang sedang memproduksi narkoba.
Buaaaaaaaaaarrrr!!!
"What the heck!!?" Pekik Keith. Menyaksikan ada yang tak beres, Harold langsung melarikan diri menuju lantai paling atas dan menaiki Heli.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAN'T
RomanceSiapa tau ternyata hidup seorang Nial penuh dengan tanda tanya? Dan perlahan tanda tanya itu datang menerpa hidupnya yang sudah pecah tanpa sepengetahuannya. Dipermainkan oleh ingatan, apakah orang-orang di sekitar Nial bisa membantunya? Trilogi ke...
