Harris POV
~~
"Aku baru tau kalau ada penginapan seperti ini di desa ini" ucap Nial berbinar binar ketika memasuki taman penginapanku yang dihiasi dengan banyak tumbuhan hias. "Atau mungkin karena aku yang jarang main ke daerah ini yah?"
"That's it" Nial masih saja berbinar melihat tanaman tanaman hias . Dude , they're just a plant! Mereka bahkan tak bisa mengeluarkan suara seperti gitar kepunyaan Slash. "Come in" ucapku sambil membuka pintu ruanganku .
"AAAAAAARRRGGGGHHHG!!!!!"
Kenapa dia berteriak? "Hei kau kenapa?"
Nial langsung membelakangiku . What the heck? "I.. itu! Kau dan temanmu sama sana exhibionis!"
Huh? Aku melirik Bima sedang "full-naked" tanpa sehelai banangpun yang sedang melepaskan handuk dan akan memakai dalamannya. Aku masih ingat dengan jelas katanya tadi dia pernah melihat seorang ekhibisionis dari Jerman telanjang sekali. Nah, kenapa dia justru berteriak melihat tubuh telanjang Bima?
"A.. apa kalian berdua ini gay hipersex lagi exhibionis!?"
"Dia kenapa?" Tanya Bima padaku yang langsung kujawab dengan gelengan . Ia sudah selesai memasang celananya dan keluar sambil menenteng baju kaus.
"Dia sudah selesai pakai baju. Kenapa kau harus seperti itu sih?"
Wajahnya memerah. Dan aku sangat menyukai wajah itu!
"Haruskah aku menjawab pertanyaan yang tidak berguna itu?"
Dammit! Dia selalu saja punya cara untuk memutar mutarkan pertanyaanku .
"Ayo masuk"
Aku mengajaknya melewati ruang tengah dimana Bima sedang duduk sambil menonton televisi . While Nial mengekor dibelakangku. Cute
"Ini dia. Kamarku. Dan di sebelahnya adalah kamar Bima"
"Who is Bima?"
"Gay-Hypersex-Exhibionist yang kau takuti tadi. Huh"
Dia mendengus . "Apa kau baru saja menertawakanku?"
"Hah? Nggak!!" Aku menyesal telah membawanya kesini . Ingin rasanya aku menarik semua kata kataku tentangnya karena semua tuduhan tuduhan anehnya yang tak berargumen itu. But he is Cute . He IS. "Sekarang lepaskan celanamu dan.."
Dia terbelalak (lagi) . "NO!! DASAR BULE MESUM!!" Ia juga memotong kalimatku
"...Pakai celanaku"
"Huh?"
"Kau buka celanamu , dan akan kupinjamkan kau celanaku"
KAMU SEDANG MEMBACA
CAN'T
RomanceSiapa tau ternyata hidup seorang Nial penuh dengan tanda tanya? Dan perlahan tanda tanya itu datang menerpa hidupnya yang sudah pecah tanpa sepengetahuannya. Dipermainkan oleh ingatan, apakah orang-orang di sekitar Nial bisa membantunya? Trilogi ke...
