Lima menit kemudian pesan tersebut tak kunjung dibalas hingga ada seseorang yang menepuk bahu franda dari belakang. Franda menoleh dan mendapati dimas sedang tersenyum sambil memberi bunga mawar kepada franda
"Dimas?"
Dimas tersenyum dan menyodorkan bunga mawar tersebut
"Apa?" Tanya franda bingung
"Terima aja kak" ucap dimas
"Lah anjir ini anak nembak gue apa gimana" batin franda
"Buruan kak!"
"Lo ga lagi nembak gue kan?" Tanya franda hati-hati
Dimas tertawa pelan lalu menggeleng "trima aja dulu"
Akhirnya franda menerima bunga tersebut, harum. Saat franda hendak bertanya untuk apa bunga tersebut tiba-tiba dimas sudah berada di pintu utama menuju rooftop ini sambil membentangkan kertas dengan tulisan
Cari orang yang lagi megang mawar. Nanti kamu bahagia!
Begitu lah isinya. Lalu setelah franda selesai membaca, dimas langsung pergi meninggalkan rooftop
"Hari ini ada apaan si? Aneh deh!" Gumam franda
Sebenarnya franda malas untuk mengikuti permainan entah apa ini, franda hanya ingin pulang dan tidur, hari ini sangat melelahkan tubuh serta pikirannya. Namun karena rasa penasaran juga, akhirnya franda mau mencari orang yang memegang mawar
Franda berjalan menyelusuri koridor. Koridor sepi karena memang ini sudah jam pulang sekolah
Hingga saat franda melewati depan perpustakaan ada seorang yang tiba-tiba muncul dari dalam perpus memberinya bunga mawar beserta kertas kecil yang franda kira pasti itu petunjuk selanjutnya
Franda mengucapkan terimakasih lalu duduk di bangku depan perpus sambil membuka surat tersebut
Itu bunga kedua. Belok kanan
"Yaampun kayak lagi cari jejak aja si, ck" gumam franda
Franda kemudian melanjutkan perjalanan mencari siapa yang melakukan permainan ini
Franda berjalan ke arah kanan sesuai isi surat tadi. Ke arah kanan adalah arah menuju aula sekolah ini
Aula sekolah terlihat sedang ramai, padahal ini sudah jam pulang sekolah, aneh
Saat franda sudah dekat dengan aula franda dihampiri oleh beberapa orang dengan memberi bunga mawar. Franda semakin bingung
"Ini apa?" Tanya franda kepada murid yang terakhir memberi bunga mawar kepada franda. Kini di tangan franda sudah banyak mawar yang dipegangnya
"Masuk" jawab murid tersebut lalu berlalu meninggalkan franda
Di depan franda kini berdiri prily. Franda kaget. Namun tak disangka prily ternyata tersenyum manis kepada franda sambil memberikan sebuah surat kecil dan sebuket bunga mawar
"Gue minta maaf, selama ini gue kayak anak kecil. Gue selalu ngejar-ngejar freza, padahal freza cocoknya sama lo hehe. Nih buat lo, masuk nanti lo bakal bahagia" ucap prily
Franda cengo melihat prily yang kini berubah menjadi sangat lembut dihadapannya
"Yuk gue anter masuk" ajak prily
Franda dan prily membelah kerumunan. Sesampainya di aula betapa kagetnya franda melihat aula ini disulap menjadi tempat yang sangat romantis
Kelopak bunga mawar dibuat membentuk bentuk hati. Ada murid murid yang dengan antusiasnya memegang huruf dan berbaris hingga membuat sebuah kalimat WILL YOU BE MINE? Tepat di belakang bentuk hati. Ada syena dan edo tengah berdiri disana. Pak war, bu fina, bu rina dan beberapa guru lainnya pun ada disana
KAMU SEDANG MEMBACA
Freza Dan Franda
Humor"Menunggu itu resikoku mencintaimu" -franda "Bertahan untuk tidak mengungkapkan lebih sakit dari patah hati" -freza