"Ga baik mendem masalah sendiri. Nanti lo gila lo!" Ujar adit
"Kenapa setiap gue lagi sedih gegara freza lo selalu ada bang?"
"Emang gapapa nih?" Tanya gue
"Cerita aja"
"Gue juga cape mendem sendiri"
Franda menarik nafasnya panjang dan mulai menceritakan semuanya pada adit. Air matanya kembali membasahi pipinya
Adit terlihat mencoba mengerti apa yang kini di rasakan franda
Franda mengakhiri ceritanya dengan senyuman yang benar-benar terlihat menyakitkan
"Lo yakin mereka pacaran?" Tanya adit
"Kalo bukan pacaran trus apa lagi? Dari foto aja udah kelihatan"
"Siapa yang ngambil foto itu?"
"Ga tau"
"Tuh kan lo aja ga tau siapa yang ngambil siapa yang nempel foto itu"
Franda diam
"Lo cinta sama freza?" Tanya adit serius
Franda hanya mengangkat bahunya cuek
"Jawab jujur pertanyaan gue"
"Iya gue cinta sama dia. Tapi itu kemarin, entah untuk nanti dan besok"
"Kenapa?"
"Gue cuma ga mau aja berharap lebih jauh lagi, sakit"
"Pikirin mateng-mateng dulu kalo mau bertindak. Lo masih labil" adit mengelus bahu franda
Pandangan adit beralih kepada icecream yang sudah mulai cair
"Cair tuh" ujar adit
"Biarin" jawab franda cuek
"Gue pesenin makanan ya?"
"Gue mau pulang aja bang"
"Gue anter"
"Ga usah, ngrepotin" ucap franda sambil berdiri
"Ga tega gue liat keadaan lo lagi kayak gini mau pulang sendiri. Gue anter!"
"Ya udah"
-----
"FREZA!!" panggil edo kepada freza yang sedang membuka pintu mobilnya di parkiran pusat jaya
Freza menoleh ke sumber suara
"Lo mau kemana? Kata syena, franda ngilang?" Edo menghampiri freza
"Iya"
"Udah ketemu?"
Freza menggeleng
"Lo mau cabut cari dia?"
"Iya lah do"
"Gue tadi denger obrolan cewe-cewe, mereka kayak nyebut nama lo sama anisa deh, tapi gue ga denger jelas si. Emang anisa siapa lo za?" Tanya edo
"Adek kelas. Gue cabut dulu!" Ucap freza yang sudah duduk di dalam mobil dan melajukan mobilnya menjauh dari edo
"ZA GUE BARU INGET GUE JUGA DENGER KATANYA LO PACARAN SAMA ANISA!" Teriak edo yang melihat mobil freza menjauh
"Lah anjir buru-buru banget si!" Gumam edo
Freza melajukan mobilnya menuju rumah franda. Ia bingung harus mencari kemana hingga ia memutuskan untuk mengunjungi rumahnya terlebih dahulu
Mobilnya sudah terparkir di halaman rumah franda
Berulang kali ia memencet bel rumah ini namun tidak ada jawaban
KAMU SEDANG MEMBACA
Freza Dan Franda
Umorismo"Menunggu itu resikoku mencintaimu" -franda "Bertahan untuk tidak mengungkapkan lebih sakit dari patah hati" -freza
