-Fifth-(Perbedaan Kecil)

5.9K 502 13
                                        


     "Selamat pagi anak-anak. " (Namakamu) memasuki ruangan TK tingkat pertama, berusaha agar direspon oleh murid-murid nya, tapi mereka semua sibuk sendiri, ada yang bercerita, ada yang bermain krayon, bahkan ada yang sedang ngupil dan upil nya di sentil sana sentil sini-_-

     "Heyy, itu ada Ibu guru." Buk Erni-guru pembimbing mencoba mengalihkan perhatian tapi semua masih tetap sibuk pada kegiatannya.

     (Namakamu) menghela napas panjang, dia ingin dua minggu ini cepat-cepat berakhir, kalau tidak dia akan mati berdiri disini.

     "Anak-anak Ibu ada hadiah untuk kalian," suara (Namakamu) naik seoktaf agar mereka semua mendengar, hening. Mereka semua menatap (Namakamu) penasaran dengan apa hadiah yang akan (Namakamu) berikan.

     "Ini." (Namakamu) mengeluarkan lima lolipop yang cukup besar dan berwarna-warni membuat siapa saja ingin merasakan rasanya, sangat menggiurkan, semua murid terpana pada satu titik, yaitu Lolipop, mulut mereka menganga membayangkan betapa manis nya lolipop itu. (Namakamu) terkekeh geli melihat ekspresi mereka semua .

     "Ibu mau ngasih ini kalau kalian bisa tampil didepan," Ucap (Namakamu) excited membuat murid yang lain ikut excited
"Bernyanyi, bercerita atau menari boleh," lanjutnya lagi disertai senyuman.

     Semua mendadak ramai kembali kemudian satu demi satu ada yang mengacacungkan tangan alhasil (Namakamu) tersenyum senang.

     "Alif ingin nyayi, " ucap lelaki kecil yang sudah berada di muka kelas, dia tersenyum mamerkan gigi kelinci nya yang lucu.

     (Namakamu) bertepuk tangan, sehingga membuat semua murid ikut bertepuk tangan, "Lagu apa Alif?" Tanya (Namakamu) yang berdiri disamping mejanya.

     Bukannya menjawab Alif malah membuka mulutnya untuk memulai bernyanyi, "Darah muda, darahnya para yemaja."

     (Namakamu) mematung masih tak tidak percaya, detik berikutnya suara tawa menghiasi ruangan ini, ruangan yang mendadak menjadi aula konser Alif yang dengan santainya berjoged sambil mengacungkan jempolnya.

     "Yang selalu merasa gagal tak mau mengalah... ah... ah," Alif bernyanyi asal-asalan yang penting dapat lolipop.

     "Wahh... Alif ini, Alif belajar dari mana nyanyinya?" Alif menghampiri (Namakamu) yang memegang lolipop, Mata Alif yang sipit langsung berbinar.

     "Alif liat di tivi bu, " Ucapnya dan langsung mengambil lolipop itu, dan dengan santai memakan di dalam kelas, tanpa memperdulikan teman-teman nya yang menatap ingin minta.

---

     (Namakamu) menghela napas panjang, dia duduk diatas kursi masih menatap tumpukan hasil pekerjaan mewarnai anak muridnya diatas meja, lolipop tadi sudah ludes, (Namakamu) geli sendiri mengingat tingkah murid-murid nya, mulai dari bernyanyi dangdut Darah Muda, Buaya buntung, sampai lagu boyband ternama yang berjudul Eaaa.
Tidak adakah yang bernyanyi lagu anak? Jawabannya tidak ada, semua mengikuti zaman yang ada. mungkin berbeda dengan Fauzan yang menyanyi lagu Eaa, karena merasa mirip dengan Aldi CJR, sebenarnya tidak ada yang mirip.

     Kira-kira begini jawaban Fauzan, "aku mau nyanyi lagu kakak saya, Aldi." Ketika itu juga Fauzan memakai kacamata minus yang meminjam pada Bu Erni, membuat (Namakamu)melotot, berhubung mata Fauzan jadi buram memakai kacamata jadi dia melepas kacamatanya.

      Kadang dekat dengan anak kecil memang membuat kesabaran terkuras, tapi percayalah sikap polos anak kecil itu yang membuat kita tak henti-hentinya akan tertawa.

     (Namakamu) menarik tumpukan di depan nya, mulai menilai hasil kerja para murid, (Namakamu) hanya menggambar tiga buah di depan dan mereka tinggal menirukannya saja.
Beberapa dari mereka mewarnai asal, jeruk berwarna merah, strawberry berwarna kuning, dan manggis berwarna hitam. Ada lagi yang gambarnya tidak jelas, Strawberry bentuknya hambir bulat. (Namakamu) memandangi gambaran didepannya sangat hancur dan (Namakamu) bingung ingin memberi nilai berapa, Tangan (Namakamu) membuka bagian depan buku gambar frozen ini dan disana tertulis, Alicia Putri Dhiafakhri, mengingat nama belakang Caca saja membuat dada (Namakamu) terasasa sesak, Caca berbeda dengan lelaki itu, bukan kah lelaki itu sangat pandai menggambar dan selalu mendapat nilai besar pada mata pelajaran Seni Rupa, mereka sedikit berbeda, ataukah memang dia tidak mau mengajarkan bakat yang dia miliki pada anaknya?, entahlah (Namakamu) tidak tahu.

Heartbeat || idrTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang