-Twelfth-(Mama Caca)

4.4K 504 13
                                        

     Langit malam tanpa bintang, malam ini pun senyap dan sepi, hanya deringan jangkrik yang saling bersahutan juga beberapa deruan motor yang samasekali tidak mengganggu.

     Bastian dan Aldi sedang berada di dalam kosan, kosan Bastian menjadi basecamp mereka berdua, Aldi sedang memetik gitarnya sambil mencari nada yang pas untuk ia nyanyikan saat menembak (Namakamu).

     Aldi melirik Bastian yang sibuk sendiri dengan sebuah kertas dan pena, "Bas udah belum lirik lagunya?" Tanyanya pada Bastian yang sangat fokus, ya Bastian memang berjanji akan membuatkan lirik lagu untuk Aldi yang akan Aldi nyanyikan ketika menembak (Namakamu), namun sampai jam seginipun Bastian belum selesai mengerjakannya.

     "Ntar Al." Ucapnya pelan tanpa menoleh pada Aldi malah menulis tidak jelas.

     Aldi yang tidak sabaran dan penasaran pada Bastian, dengan secepat kilat dia mengambil kertas Bastian. Aldi melongo ketika Bastian menciptakan sederet tulisan yang cukup meyakinkan dan akhirnya Aldi pun membacanya

Aku sendiri
Oleh : Bastian

Kamu itu seperti mentari

Yang bersinar di pagi hari

Membuatku ingin menari-nari

Tapi sayangnya kamu tak tahu diri

Siang malam aku mencari

Mencarimu yang telah dicuri

Oleh Randy yang seperti biri-biri

Dalam diam aku sendiri

Ingin rasanya aku bunuh diri

Haruskah aku  mati berdiri?

     Aldi tertawa terpingkal-pingkal sampai memegangi perutnya sendiri, puisi Bastian sangat aneh, apalagi pas bagian Randi mirip biri-biri, Astaga  yang benar saja jika puisi jatuh ketangan (Namakamu), Sudah Aldi pastikan bahwa  (Namakamu) akan tertawa juga, dan menyebut Aldi gila. Sementara Bastian menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

     Aldi berhenti tertawa menatap Bastian dengan tatapan membunuh, "kan gue bilang bikin lirik lagu buat (Namakamu), bukan buat Cassie Bas!" Aldi membanting kertas ditanggannya meski tidak terdengar suara bantingan.

     Bastian nyengir, "Lo minta bikin sama yang sakit hati ya begitu jadinya, gue capek Al gue capek." Dan Bastianpun sok dramatis dengan menepuk-nepuk dadanya.

     "Sorry Bas, ." Aldi menepuk bahu Bastian.

     "Terus lo kapan nembak si (Namakamu)?" Bastian menatap Aldi penuh tanda tanya.

     "Gatau gue gak yakin diterima." Aldi menatap lantai kost yang putih.

     "Jangan pernah menyerah bro." Kini Bastian yang menepuk bahu Aldi pelan.

    Sementara di sisi lain (Namakamu) sedang bersin berkali-kali sampai Steffi yang sedang berada di sampingnya terganggu.

     "Sakit?" Tanya Steffi menatap (Namakamu) yang ada didampingnya.

     (Namakamu) menggeleng pelan, "Kayaknya ada yang ngomongin gue," Katanya sambil menggosok-gosok hidung.

--------

     Keadaan dirumah Iqbaal berjalan biasa saja, Rike telah bisa menerima Caca sebagai cucunya, sedangkan Caca masih marah pada Iqbaa buktinya dia masih memanggil Iqbaa dengan sebutan Om.

     "Caca Ayah suapin ya?" Iqbaal yang hendak mengambil makanan Caca langsung ditepis oleh Caca.

     "Caca udah gede Caca mau belajar makan sendiri." Caca kembali mendekatkan mangkuk nya melahapnya meski terlihat belepotan.

Heartbeat || idrCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang