Mulmed 👆 : Alicia Putri Dhiafakhri (Caca)
---------
(Namakamu) keluar dari kantor, menenteng tasnya dan bebarapa map di pelukannya, sesekali dia melirik sekitar, melihat beberapa siswa yang dijemput para orangtuanya, mendadak dia teringat Papa dan Mamanya, mereka belum melihat (Namakamu) sukses, (Namakamu) belum bisa membuat mereka tersenyum bangga.
Pupil mata (Namakamu) menyempit ketika melihat seorang gadis kecil duduk di kursi yang ada dibawah pohon, gadis itu Caca, dengan rambut yang masih di kepang hasil kepangan (Namakamu) kemarin dengan bando pita berwarna navy.
"Caca ngapain disini?" Tanya (Namakamu) membuat Caca menoleh lantas tersenyum semringah.
"Caca nungguin ayah Bu." Caca lagi lagi tersenyum, masih setia dalam duduknya sambil mengayunkan kaki mengusir kebosanan.
"Ini udah siang, biar Ibu antar, mau?" Tanya (Namakamu) pada gadis kecil yang mulai lesu ini.
Tawaran (Namakamu) dibalas gelengan kecil dari Caca, bibir mungil nya mengerucut mungkin dia kesal karena Ayah nya tidak segera datang.
"Yaudah Ibu pulang dulu." (Namakamu) kembali berjalan meninggalkan Caca yang masih melambaikan tangan—berdadah pada (Namakamu).
(Namakamu) duduk di kursi halte yang lumayan ramai, kini tangannya masuk kedalam tas cokelat untuk mencari sesuatu, tapi dia tidak menemukan apa yang dia cari, (Namakamu) menghela napas, pasti ketinggalan batinnya kemudian dia beranjak menuju kantor lagi untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan di meja guru, beruntung masih ada beberapa guru yang sibuk dikantor, termasuk Steffi yang mungkin sedang ada tamu.
"Loh Caca belum pulang?" Kini pandangan (Namakamu) teralih menatap Caca yang memanyunkan bibir.
"Belum bu," Jawabnya singkat
"Yaudah bentar ya, Ibu temenin sebentar lagi."
Setelah (Namakamu) mengambil ponselnya, dia berhambur menuju Caca yang masih duduk di tempat tadi.
***
Dua orang ini duduk di halaman TK, memandangi kendaraan yang berlalu-lalang di depan sana, terik matahari tidak membuat keduanya kepanasan karena mereka dilindungi oleh pohon besar, (Namakamu) juga sengaja ingin menui ayah Caca karena ingin membicarakan masalah Caca dengan Selly.
"Caca ayah kamu dimana? Ibu pengen ngomong," Wanita di samping Caca bertanya dengan raut wajah khawatir, ini sudah jam duabelas siang, sudah dua jam mereka menunggu.
"Caca telepon ayah dulu." Caca mengambil ponsel di dalam tas ungu yang bergambar Frozen, gadis itu benar-benar menyukai Frozen.
Ponsel kecil itu berhasil keluar dari tas Caca, Caca mengotak-atik ponsel itu, memencet beberapa digit nomer tujuannya, (Namakamu) sedikit tersentak, Caca masih TK, tapi sudah mempunyai ponsel bahkan mampu menggunakannya dengan benar.
"Sisa pulsa dalam kartu prabayar anda tidak men—"
Caca Mematikan ponselnya, dia baru ingat jika pulsa nya sudah habis sejak kemarin, karna dia bermain game online. (Namakamu) menatap Caca bingung.
"Kenapa?" Tanya (Namakamu)
"Hape Caca gak ada pulsanya." Caca nyengir memperlihatkan gigi kecilnya yang masih lengkap.
(Namakamu) terkekeh kecil, Caca lucu sekali, " pakek punya Ibu aja." (Namakamu) mengeluarkan ponsel hitam milik nya.
Setelah Caca mendikte nomor ponsel ayahnya, Caca segera menempelkan ponsel (Namakamu) ke telinga kirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heartbeat || idr
FanfictionEND - 8 Desember 2016 Sebagian cerita [Private-Hanya bisa dibaca oleh followers] Apa ketika jantung berdetak cepat itu menjamin orang jatuh cinta? Apa ketika kita nyaman akan seseorang tapi jantung kita tidak berdetak cepat itu juga jatuh cinta...
