Sebelumnya cek profil mrs1720 Pertemuan Yang Tak Disangka baca terus vote dan coment :) awas gak dibaca :|
Sementara Sendiri - Geisha
-16-
Akhir-akhir ini Aldi menjauhi (Namakamu). (Namakamu) mulai memasuki bus yang cukup sepi, mungkin karena jam segini anak SMP, atau SMA masih belum pulang, hanya ada beberapa anak tk dan SD yang ditemani ibunya pulang. (Namakamu) mengedarkan pandang mencari tempat kosong, kemudian dia menemukannya dua tempat duduk kosong dan (Namakamu) memilih duduk di didekat jendela, biasanya (Namakamu) akan naik angkot tapi angkot yang biasa dia tumpangi tiba-tiba mogok di tengah jalan. (Namakamu) menatap keluar jendela, kemudian tangannya meraih earphone di dalam tas cokelat yang dia taruh dipangkuan. Lagu Sementara sendiri dari band ternama di Jakarta Geisha mengalun di pendengarannya.
Tanpa (Namakamu) sadari ada seseorang yang duduk disampingnya, orang disamping (Namakamu) menarik pelan earphone putih yang menjejajali telinga (Namakamu) sontak (Namakamu) menoleh matanya bertemu dengan mata sipit Aldi. Aldi tertawa garing, sementara (Namakamu) masih diam tanpa ekspresi.
"Hai." Satu kata yang sangat terasa asing ketika kata itu keluar dari mulut Aldi dan terdengar oleh telinga (Namakamu), biasanya dia berkata 'Selamat Siang Bu guru Cantik'
(Namakamu) memandangi Aldi tanpa berkedip, sekarang Aldi berubah, tidak seperti dulu, dulu sebelum Aldi meminta (Namakamu) menjadi pacarnya.
Aldi meluruskan pandangan kedepan.
"Al," Kata (Namakamu) pelan sambil memandangi Aldi.
Aldi hanya tersenyum tipis, tanpa membalas perkataan (Namakamu).
"Lo kok berubah sih?" Tanya (Namakamu).
"Berubah?" Aldi malah berpura-pura tidak tahu, sekali lagi dia menarik senyum sangat tipis.
"Lo ngejauh dari gue." (Namakamu) memalingkan wajah tidak lagi menatap Aldi.
"Saya nggak menjauh, saya cuma belajar untuk terbiasa tidak bertemu kamu," Katanya sambil menunduk.
"Kenapa harus dengan cara ngejauh sih? Sekarang aneh aja gak ada orang yang bilang selamat pagi ke gue di kantor." (Namakamu) terkekeh geli, mengingat kelakuan Aldi dulu.
Aldi tidak membalas pernyataan (Namakamu), dia hanya tersenyum tipis, lalu diantara keduanya terjadi keheningan lagi, sesekali mata mereka bertemu, dan Aldi hanya melempar senyum begitu juga dengan (Namakamu).
Dulu hubungan mereka tanpa jarak, namun perlahan Aldi mulai memberi jarak, Aldi mulai menjauh, meninggalkan kebiasaannya mengejar (Namakamu).
Jarak, Lima huruf satu kata dapat menguatkan cinta atau bisa juga sebaliknya, menghancurkan cinta yang tadinya ada.
-------------
Jarak halte dengan kontrakan Steffi tidak terlalu jauh hanya lurus jalan kemudian belok kiri dan disitulah rumah Steffi, tapi saat ini (Namakamu) merasa rumah Steffi begitu jauh, karena dibelakangnya ada sebuah mobil hitam yang mengikuti, apalagi jalanan disini sepi, (Namakamu) mempercepat langkahnya sampai dibelokan, mobil itu membunyikan klokson.
"(Namakamu)."
(Namakamu) berhenti melangkah, suara itu tidak asing baginya, tapi mungkin saja dia sedang berhalusinasi, (Namakamu) kembali melangkah dan langkahnya panjang-panjang terkesan hampir berlari.
Beberapa detik kemudian (Namakamu) mendengar pintu mobil ditutup kasar, (Namakamu) menggigit bibir baeahnya takut.
"(Namakamu)." Untuk kedua kalinya (Namakamu) mendengar panggilan yang sama, dengan suara yang sama. Sementara (Namakamu) yang masih diam ditempat, sebuah tepukan dibahu kiri (Namakamu) langsung mengagetkan tuannya, (Namakamu) langsung terperanjat dan hendak kabur sebelum sebuah tangan menahan lengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heartbeat || idr
FanfictionEND - 8 Desember 2016 Sebagian cerita [Private-Hanya bisa dibaca oleh followers] Apa ketika jantung berdetak cepat itu menjamin orang jatuh cinta? Apa ketika kita nyaman akan seseorang tapi jantung kita tidak berdetak cepat itu juga jatuh cinta...
