Serba salah

2K 162 4
                                    

Waktu terus berlalu, perkembangan hubungan dua insan yang berbeda latar belakang itupun semakin menunjukkan adanya kemajuan. Benih-benih cinta terus berbunga di hati keduanya. Yang tak dapat dipungkiri bahwa mereka berduapun menerima perasaan baru yang mengisi hati mereka.

Berkat kehadiran Hinata, semua bawahan Sasuke kini punya perawat tetap. Yah, meski Sasuke selalu melarang atau meminimalisir perkelahian pada anggotanya.

Alih-alih menghindari perkelahian, keinginan sebenarnya adalah dia tak rela harus berbagi waktu bersama Hinata dengan anggotanya sendiri.

" Nee Sasuke-kun, sebenarnya mereka itu siapa? "

" Saudara "

" Sebanyak itu? "

" Hn "

Hinata POV

Sampai saat ini aku masih tak mengerti tentangnya. Hampir setiap hari aku datang kerumah ini dan mengobati orang-orang yang menurutnya adalah saudaranya.

Dan anehnya, luka yang mereka peroleh seperti luka usai berkelahi. Tapi setiap kali aku menanyakan, mereka slalu menjawab

" Aku terpeleset di jalan "

Atau

" Aku tersandung "

Bahkan

" Aku di kejar anjing sampai ke hutan "

Apa mereka coba mengelabuiku? Atau memang itu yang sebenarnya.

" Eh "

Aku terkejut saat tiba-tiba Sasuke-kun merebahkan tubuhnya di pangkuanku.

" A-apa yang.. "

Dia meraih jemariku dan meletakkannya di wajahnya. Menutupi kedua matanya.

" Sa-sasuke-kun.. "

" Tetaplah seperti ini sedikit lebih lama "

" Eh? "

" Aku merasa tenang bersamamu "

Blush

Wajahku memerah seketika. Belakangan dia sering memujiku. Bahkan membuatku malu. Aku tak tau maksud dibalik semua itu. Meski aku senang mendengarnya, tapi disaat bersamaan aku juga malu.

Terima kasih ku ucapkan untuknya karna berkat dia yang telah membawaku ke salon pria dulu.

Hah.. Aku terus merinding tiap mengingat penghuni salon itu.

Tapi karna mereka aku berani merubah penampilanku. Yang dulunya kampungan jadi lebih modern, menurut Sasuke-kun.

Yah, meski aku sudah merubah penampilanku, aku masih tak bisa lepas dari kacamata ini. Terlalu banyak kenangan manis bersama Kaa-san dan Otou-san yang tersimpan dibalik kacamata ini.

" Sasuke-kun "

" Hn "

" aku tak pernah melihat orang tua mu disini "

Dia mengangkat tanganku, menatapku.

" Apa kau sudah ingin menikah denganku? "

Blush

" Ba-baka "

Ku tutup matanya paksa dengan tanganku. Dia tak boleh melihat wajahku yang memalukan ini.

" Itai.. Itai.. "

" Ja-jangan melihatku "

" Hinata.. itai.. "

Tiba-tiba tangannya menggelitik pinggangku. Membuatku menggeliat spontan melepaskan tanganku.

Lavenderku bertemu onyx nya. Kami saling tatap. Dia masih terbaring disini, wajahku berada tepat diatasnya.

Perlahan dia melepas kacamataku. Aku mengedip beberapa kali karna memang belum terbiasa tanpa kacamata.

" Lihat aku Hinata "

Untuk beberapa saat kami saling tatap. Hingga..

Cup

Dia menarik leherku begitu saja dan mengecup bibirku. Meski sesaat.. Meski sekali.. Meski sekejap..

Membuatku sangat, amat terkejut hingga tak mampu mengatakan lebih.

Aku membatu di posisiku, masih tak sadarkan diri. Sedang dia sudah duduk disampingku.

" Hinata " panggilnya.

Aku bangkit dari posisiku, masih menatapnya.

" Jangan menatapku seperti itu "

Dia membuang muka, seolah menutupi sesuatu.

" Go-gomen "

Akupun ikut kikuk dan merubah posisiku. Duh kenapa jadi serba salah begini.

" Sudah malam, aku akan mengantarmu pulang "

" Hm "

Dijalan kami berdampingan namun tak ada percakapan. Dia terus membuang muka tiap kali ku coba melihatnya.

Akupun tak berani menanyakan lebih.

" A.. "

Sebelum aku sempat mengucap dia meraih tanganku. Menggandengku.

" Sudah mulai dingin " ucapnya.

" Hm "

Aku yang masih terkejut dengan semua sikapnya hari ini hanya bisa mengangguk dan mengikutinya.

" Sampai bertemu besok "

" Hm "

Dia berbalik bersiap pergi usai mengantarku kerumah.

" A-ano.. "

Dia berbalik lagi ke arahku.

" Aku boleh menelponmu nanti? "

Huh? Apa yang ku katakan?! Hinata no baka! Mengatakan semaunya sendiri.

" Tentu "

Aku lemas saat mendengar jawabannya. Senang!

Malam ini benar-benar malam yang panjang seumur hidupku.

~Skip~

SasuHina - You are so sweetWhere stories live. Discover now