Hari terus berganti, dia mulai terbiasa bicara denganku.
" Cobalah tuk sedikit lebih terbuka " ucapku.
" Masalahnya, mereka akan slalu menghindariku sebelum aku bicara "
" Cobalah dengan menyapa mereka di pagi hari "
" Aku akan mencobanya nanti "
" Hn "
Dia harus memiliki teman. Hanya itu yang ku pikirkan.
Besoknya saat kelas mulai ramai di pagi hari.
Ssrrrtt
Hening. Beberapa pasang mata mulai menatapnya.
" O... O... Ohayo... "
Tangannya bergetar saat mengucapkannya.
Tak ada respon yang berarti. Semua acuh padanya. Kesal.
" Ohayo Hinata " seruku.
Sukses membuat semua mata tertuju padaku. Dia berjalan perlahan menuju mejanya.
Aku tersenyum padanya sesaat, meski dia terus menunduk dan tak memperhatikanku.
Tengteng
Kelas olah raga di mulai. Usai ganti baju semua berjalan menuju lapangan.
" Baiklah, cari pasangan kalian untuk mulai pemanasan " ucap guru PE.
" Sasuke-kun.. "
Ah aku lupa menjelaskan. Gadis-gadis di sekolah ini sungguh berisik. Slalu memanggil namaku dan mencoba tuk slalu dekat denganku. Meski slalu ku acuhkan juga ku tolak mentah-mentah. Tapi mereka tak pernah jera.
Seperti sekarang ini.
" Sensei, aku tak punya pasangan "
Aku lantas maju, meninggalkan para gadis di sekitarku.
" Sensei, aku juga sendiri " ucapku.
" Kau berpasangan dengan Hinata saja "
Sukses membuat para gadis cemberut. Aku tak peduli.
" Apa kau slalu sendiri? "
" Bukankah sudah ku katakan, aku sendirian "
Aku diam, tak lagi membantah. Hanya menatap wajahnya yang tampak begitu lelah menghadapi situasi di sekitarnya.
Tengteng
Pelajaran selesai. Beberapa mulai kembali ke kelas. Beberapa lainnya masih bermain-main di lapangan. Begitu juga denganku.
" Hey cepat kembali, kita masih ada 1 kelas lagi "
" Ha-i "
Semua berhambur keluar lapangan. Kebanyakan langsung menuju toilet tuk ganti baju. Sebaliknya, aku justru langsung ke kelas. Karna seragamku tertinggal.
" Jangan sok akrab dengannya "
" Dasar jelek "
" Tidak tau malu "
Ada keributan apa di kelas. Penasaran. Aku melihatnya di balik pintu. Onyx ku membulat seketika saat ku lihat dia tengah di bully gadis-gadis sekelas.
Dia duduk di lantai, tubuhnya basah. Ingin aku menolongnya tapi urung ku lakukan.
Tak berapa lama mereka pergi. Aku langsung mendekatinya.
" Apa yang mereka lakukan padamu? "
Dia menggeleng. Perlahan bangkit meski sulit. Ku pegang lengannya, membantunya berdiri.
" Aku akan membantumu.. "
Dia menahan lenganku. Seolah memberi tanda tidak perlu.
Tak setetespun air mata mengalir di pelupuk matanya. Setelah apa yang terjadi padanya. Dia sungguh.. kuat.
~Skip~

YOU ARE READING
SasuHina - You are so sweet
Fiksi PenggemarEntah kenapa aku merasa malu. Aku merasa aku yang paling berkuasa di kota ini. Tapi nyatanya itu hanya kesombonganku belaka. Dia jauh lebih kuat dariku. Dengan semua perlakuan kasar yang dia terima. Kehidupan keluarga yang hampir berantakan. Dia ti...