"SeNa, tolong antarkan makanan ini ke kamar 130"
SeNa keluar dari ruangan dapur hotel sambil membawa nampan yang berisi makanan sarapan. Kemudian menyusuri koridor kamar 130. Mengetuk pintu 3 kali sampai tamu hotel itu membukakan pintu. "Selamat pagi. Silahkan menikmati sarapan anda", ucapnya sambil tersenyum lebar. Wanita paruh baya itu menerima nampan dari SeNa sambil berkata, "Terima kasih" dan menutup pintu. Lalu ia turun lagi ke lobby hotel.
"SeNa!"
Ia menoleh ke sumber suara. Raika sedang mengayunkan sebelah tangannya tanda menyuruh SeNa kemari. Ia pergi ke meja resepsionis "Ada apa?", tanya SeNa.
"Ah tidak. Ini Erena Ono. Dia ingin berkenalan denganmu"
SeNa menoleh ke orang yang berada disamping Raika dan menjabat tangan orang tersebut "Yoon Se Na", ucapnya sambil tersenyum. "Aku Erena. Senang berkenalan denganmu", ujar Erena dengan girang.
"Bagaimana? Kau sudah berkenalan dengan orang Korea", ucap Raika.
"Rasanya menyenangkan", jawab Erena.
SeNa memandang dua orang yang didepannya sambil tersenyum.
"Hei kalian", teriak Raika.
SeNa mengikuti arah pandang Raika di seberang. Dua laki-laki muda yang merupakan karyawan hotel datang mendekati mereka. Dilihat dari penampilannya, dua laki-laki ini tampak seperti mahasiswa, pikir SeNa dalam hati. "SeNa, ini dua laki-laki yang bekerja sebagai pelayanan juga", jelas Raika dengan semangat.
"Halo, aku Yuta. Yuta Tadashi", sapa laki-laki yang agak kurus. SeNa menjabat uluran tangan laki-laki tersebut "Yoon Se Na"
"Aku Gong Chul. Shin Gong Chul", sapa laki-laki yang agak gemuk dengan bahasa Korea. SeNa terbelalak dan berkata "Oh, kau orang Korea. Aku Yoon Se Na"
Gong Chul tersenyum lebar dan berkata "Kau cantik sekali"
"Iya. Oneechan* cantik sekali", sambung Yuta.
"Ah, terima kasih. Aku tidak pernah melihat kalian sebelumnya", ucap SeNa sambil tertawa kecil.
"Aku tahu. Kita tidak sempat bertemu", jelas Gong Chul sambil tertawa geli.
"Sedang apa kalian?", tanya Matsumi yang baru saja datang mendekati mereka.
"Tidak ada apa-apa", jawab Erena.
Beberapa menit, mereka berbincang-bincang di meja resepsionis sampai akhirnya ponsel SeNa berbunyi "Aku permisi dulu", ucap SeNa sambil berjalan menjauh dari kerumunan teman-temannya itu.
"Halo"
"Kau dimana?"
SeNa menjauhkan ponsel dari telinga dan melihat nama kontak yang tertera di ponselnya. Ah, laki-laki itu, pikir SeNa.
Kemudian menempelkan ponsel ke telinganya lagi.
"Apa suaraku susah dikenali?", tanya Ren di ujung sana.
"Tidak juga. Kau yakin tidak salah menelepon? Terakhir kali kau salah meneleponku", tanya SeNa.
"Kali ini tidak"
"Jadi ada apa meneleponku?"
"Datang ke kantorku sekarang"
Dan komunikasi diakhiri.
SeNa menghela nafas panjang dan segera menuju ke kantor.
***
SeNa masuk ke dalam kantor tersebut setelah mengetuk pintu.
"Ada apa?"
"Duduklah", ucap Ren sambil menunjuk kursi dihadapannya.
SeNa menarik kursi itu dan mendudukinya.
"Kau akan kuberi tugas", kata Ren dengan tegas.
"Tugas apa?", tanya SeNa bingung.
Hening sesaat.
"Bersihkan kantorku setiap pagi"
"Apa?"
"Kurang jelas? Aku bilang bersihkan kantorku setiap pagi"
"Itu bukan bagian dari tugas pelayanan. Maksudku kami melayani tamu yang berkunjung"
"Memang"
"Lalu kenapa kau memberikan tugas itu padaku?"
Ren melipatkan tangan diatas kepala dan bersandar pada kursinya sambil berkata dengan nada sombong "Kau karyawanku, artinya aturanku berlaku padamu. Aku atasanmu"
SeNa mendengus "Karyawan juga punya aturan"
"Oh ya? Apa aturannya"
"Karyawan hanya menjalani tugas yang memang bagiannya"
"Dan atasan bisa merubah aturan karyawan tersebut"
"Hotel ini pasti punya karyawan bagian pembersihan bukan? Kenapa menyuruhku? Dan masih banyak juga karyawan bagian pelayanan"
"Entahlah"
SeNa semakin bingung.
"Kau akan mendapat tambahan gaji jika melakukan tugas yang kusuruh", tambah Ren.
"Benarkah?", tanya SeNa curiga.
"Wah, kau pecinta uang rupanya"
SeNa menghela nafas dan menjawab "Semua orang tentu butuh uang"
Ren tersenyum samar "Dan kau harus membersihkan kantorku sebelum aku tiba"
"Baiklah. Akan aku usahakan. Jadi hanya itu? Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi?"
"Tidak. Keluarlah"
"Baiklah", ucap SeNa sambil bangkit berdiri dan membungkukkan badannya kepada Ren.
"Hei"
SeNa berhenti dan berbalik menghadap laki-laki itu.
"Baru kali ini ada karyawan yang berdebat denganku. Kau cukup berani", ucap Ren dengan tatapan samar.
"Aku tahu", ujar SeNa sambil tersenyum.
Lagi-lagi jantungnya bertingkah. Ren menepuk dadanya dengan sebelah tangan dan melihat punggung gadis itu hingga menghilang.
YOU ARE READING
She's So Adorable
RomanceYoon Se Na, Gadis muda asal Korea ini baru lulus dari jurusan perhotelan di Universitas Daeyoung di Seoul, Korea Selatan. Ren Shibasaki, CEO( Chief Executive Officer ) di perusahaan Hotel terkenal, L Hotel. Pria yang tampan, kaya, menarik, tetapi su...
