London, 24th May 2016
Dear Diary,
Dua minggu setelah Sydney menerima Niall menjadi pacarnya kini hubungan the boys dan Sydney semakin baik. Namun, hubungan mereka yang sangat terbilang baru itu tidak ada sehari pun berjalan dengan mulus. Peter selalu hadir untuk menghancurkannya. Aku tidak mengerti apa yang Peter inginkan. Sebenarnya ia mencintai Taylor atau Sydney?
Aku tak menyangka Louis dan Eleanor kini sudah bertunangan. Ini masih sangat muda untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Lihat diriku, jangankan tunangan, pacar? Hm, tidak ada.
Seperti biasanya hubungan Liam dan Sophia sangat aman dan tentram. Mereka tak pernah memamerkan kemesraan di depan kami atau pun di depan teman-teman Sophia. Mereka berpacaran secara sehat. Aku suka itu.
Zayn dan Nadine adalah pasangan paling romantis dan sempurna, umm, sorry sorry aku tidak yakin dengan perkataanku tadi. Aku tak begitu memperhatikan pasangan yang satu ini. Karena setiap harinya mereka biasa saja. Ya, begitulah.
Dan si keriting mesum jomblo, maksudku Harry, ia menjadi jomblo kece. Para siswi di kelas kami setiap harinya mendekati Harry. Mencoba mencuri perhatiannya lah, mencoba secantik mungkin di hadapannya lah, mengajaknya dinner lah, ada salah satu siswi yang meminta bantuanku agar dirinya dengan Harry menjadi dekat. Dan responku padanya itu sangat tidak baik. Entahlah, aku merasa tidak suka Harry dekat dengan perempuan lain selain aku.
Oh iya, AKU SANGAT SENANG.
Tadi pagi mom dan dad menelfonku. Rasanya seperti ditelfon si tampan Leonardo DiCaprio. Bahkan lebih! Pokoknya aku senang!!!
"Edreaaa! kucing-kucingmu mencarimu nih! Sepertinya mau minta makan malam!" Seru Ashton dari ruang tamu.
Kucing? Sejak kapan aku pelihara kucing?
Umm, okay kesayangan, mungkin ceritaku sampai di sini dulu ya. Kalau Ashton tak menggangguku mungkin ceritaku ini bisa habis sampai 10 lembar. Akan kusambung lagi secepatnya.
Lots of love,
Edrea.
Kututup diary berwarna aquamarine itu dan menyimpannya di tempat khusus di meja belajarku. Ya, itu diary pertamaku yang kudapatkan di hari ulang tahunku yang ke tujuh. Aku selalu menjaganya sebaik mungkin. Jarang juga aku menulis cerita di diary ini. Sebab diary ini sangat lucu aku tak tega menodainya. Apalagi dengan kata-kata yang kurang sopan.
Mengikat rambutku ala bun, aku keluar dari tempat ternyaman di dunia, yaitu kamarku, dan segera menghampiri Ashton di ruang tamu.
Oh, ternyata kucing yang dimaksud Ashton itu bukan kucing sungguhan, tapi the boys.
"Hey, boys!" Sapaku. "Jadi kucing nih?"
"Hey, Ed!"
"Enak saja, tidak lah! Ashton ingin pelihara kucing, Ed, makanya kami dianggap kucing." Ucap Louis.
"Wah! Boleh juga, Ash, ayo kita pelihara kucing!" Seruku.
"Aduh, Ed, belum waktunya. Memang aku ingin pelihara kucing, tapi memeliharamu saja sudah susah. Apalagi ditambah kucing." Ucap Ashton.
"Ash, yang kau lakukan padaku itu, jahat!"
"Whatever, aku harus mandi, mau ke perpustakaan kota dan akan menginap di rumah Luke. Kalian para lelaki, tolong jaga Edrea ya, jangan sampai dia kabur dari rumah. Kalau mau main di sini aja. Dan kalau kalian mau menginap di sini juga tak apa. Aku percaya sama kalian, kecuali.." Ashton menggantungkan kalimatnya.
Kecuali Zayn ya?
"Oh, okay, siap!" Balas mereka, kompak.
"Memangnya perpustakaan kota buka sampai malam?" Tanyaku pada the boys.
ANDA SEDANG MEMBACA
Mischievous
FanfictionKisah seorang gadis remaja dan kelima sahabat lelakinya yang hidupnya senang sekali membuat kerusuhan, benci dengan kesedihan, pemakan bukan penikmat, dan memiliki selera humor receh.
