~10~ Bitch Diary (8)

2.7K 101 9
                                        

"...The Accident (b)..."

Aku rasa aku akan segera kalah dalam peperangan ini jas. Kanker sialan itu terus menginfasi otak dan tubuhku. Tak banyak hal yang bisa aku lakukan sekarang ini. Jangankan untuk berjalan, bahkan untuk sekedar menggerakan tanganpun aku hampir tak mampu. Tapi masih tetlalu banyak kisah yang ingin aku ceritakan padamu lewat coretan tak berbentuk ini.

Jas, aku sekarat, aku akan segera mati dan membusuk dalam neraka.

Bukan panasnya neraka yang aku takutkan. Bukan juga gelegar marah malaikat neraka yang benci dengan sikapku selama hidup. Tapi bagaimana nasib bayiku nanti jas. Mungkin sebagian besar orang yang tau kisah kecilku ini sebagai drama. Aku benci drama jas, sangat membencinya kau tahu itu. Lalu aku harus apa? Membawanya padamu yang sudah sangat jelas berada di dekatku? Logikaku tak mengijinkan itu jas. Aku sadar diri jika aku bukan siapa-siapa yang pantas meminta lebih darimu. Aku hanya pelacur sekarat yang tak berarti apa-apa untukmu.

***

Sekembalinya aku ke kamar aku langsung merebahkan tubuhku di ranjang.

Kepalaku terasa akan pecah. Sial. Baru hari pertama aku bisa berjalan-jalan aku harus mengalami hal ini.

Aku segera mencari obat penghilang rasa sakit yang kini menjadi makananku sehari-hari, menyedihkan sekali kan jas.

Siapapun tolong sampaikan pada anakku, permintaan maaf wanita tolol ini. Karna sudah membuatnya memakan obat-obatan ini bahkan sebelum ia lahir ke dunia ini.

Kuurut pelipisku pelan siapa tahu bisa mengurangi rasa sakitnya.

Mau tidak mau kepalaku kembali berpikir tentang edward dan emily. Mereka pasangan yang lucu kan jas. Edward dengan sikapnya yang penyabar dan dewasa bisa bertekuk lutut pada emily yang kekanakan dan emosional dengan sifat bithies-nya. Tapi kata orang itulah cinta kan jas. Saling melengkapi.

Lalu bagaimana dengan diriku? Bisakah perasaan ku selama ini di sebut cinta jas?

Ketika hanya aku sendiri yang merasakannya. Aku sendiri yang menikmatinya. Menikmati sakit dan bahagiaku sendiri dengan hati yang bahkan hampir tak pernah aku gunakan.

***

Sore harinya dokter kate datang untuk periksaan rutin.

"Bagaimana perasaanmu jenifer?"

"Aku baik." Semoga dokter kate tak tahu jika ada sedikit insiden siang tadi.

"Kudengar kau sudah mulai berjalan-jalan hari ini." Katanya sambil memeriksa bagian dada dan perutku.

"Ya seperti yang kau dengar, 3 bulan di atas ranjang membuat kakiku hampir lupa caranya berjalan." Selorohku mencoba membuat perasaanku sendiri sedikit relaks.

"Apa kepalamu sakit hari ini?" Dia menatapku dengan kedua tangannya yang berada di saku jasnya.

"Eum,,, ya sedikit. Mungkin karna aku sudah lama tak bergerak bebas."

Dokter kate menghembuskan nafasnya lelah.

"Baiklah jen, kondisimu memang sudah lebih baik, tapi kau tetap tak boleh kelelahan. Kau harus ingat jika kau sakit maka si kecil juga akan merasakannya. Kau mengerti?"

"Yes maam" aku tersenyum lebar pada dokter yang sudah seperti ibuku itu.

Ahh ibu ya aku mulai berpikir tentang ibu. Aku tak pernah tau bagaimana rasanya memiliki ibu dan anakkku juga tidak akan tau rasanya memiliki seorang ibu. Mengenaskan!!
Malam harinya aku kembali berjalan-jalan di sekitar rumah sakit.

Saat itu aku mencoba mencari ruanganmu. Yah aku sudah tahu dimana kamarmu. Tapi pastinya di sebelah mana aku tak tahu.

Ayolah rumah sakit ini ternyata sangat besar. Tidak mudah menemukan ruanganmu. Setelah menyusuri setiap pentunjuk yang ada aku baru bisa menemukan letak pasti kamarmu. Ah ternyata letaknya sangat jauh dari kamarku.

Bitch DiaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang