#CINTA PERTAMA & TERAKHIR#

531 13 2
                                    


Akhirnya aku bertunangan dengan Randy pada bulan Januari 2010 dan akan segera melaksanakan pernikahan pada bulan November 2010. Masih ada waktu sepuluh bulan aku dan Randy mengurus segala persiapannya.

Aku mulai sibuk mengurus segala urusan pernikahanku. Karena memang pernikahanku tidak dibantu oleh wedding organizer.

Dua bulan sebelum aku menikah, tiba-tiba ada sms masuk ke ponselku. Aku mengira yang akan mengirimkan aku sms adalah Randy.

Aku segera membukanya dan melihat nama yang tertera di layar ponselku. Aku tidak dapat bergerak dan tidak berkedip untuk beberapa detik karena terkejut bahwa Setya yang menghubungi aku.

From: Setya

"Diva, apa kabar? Lagi ngapain?"

To: Setya

"Setya, kabar gue baik. Lo gimana? Udah lama ga dengar kabar lo."

Tiba-tiba ponselku berbunyi dan aku melihat nama Setya di layar ponselku. Aku segera mengangkat telponku.

"Halo" seruku

"Halo. Diva, apa kabar?" tanya Setya.

"Baik Setya. Lo apa kabar? Kemana aja?" tanyaku lagi senang dapat mendengar suara Setya lagi.

"Kabar gue baik. Gue tiba-tiba kangen sama lo. Kemarin gue abis mimpiin lo. Jadinya gue telpon lo deh sekarang." serunya lagi.

Aku memang melihat di facebook Setya sudah tidak mempunyai pasangan lagi akan tetapi selalu saja ketika dia hadir kembali di hidupku, aku selalu sudah memiliki pasangan. Dan pada saat ini, aku sudah memilih untuk serius menjalin hubungan dengan Randy.

"Lo abis mimpiin gue? Mimpinya bagus kan?" tanyaku lagi.

"Ya bagus dong. Makanya gue pengen telpon lo."

"Gimana kabar keponakan lo?" tanyaku lagi.

"Baik mereka sekarang udah gede-gede."

"Ahh..kangen deh sama mereka. Salam ya untuk mereka." Seruku gemas.

"Lo lagi ngapain Va?" tanyanya lagi.

"Gue lagi diem aja nih. Lagi tidur-tiduran sambil nonton tivi. Sekarang lo kerja dimana Tya?" tanyaku.

"Gue sekarang kerja diperusahaan swasta sebagai marketing Va. Kangen deh gue sama lo. Kangen cerewetnya lo." Serunya lagi dan membuat aku semakin merasakan panas di wajahku dan aku merasa tidak enak hati dengan Randy.

Karena sudah merasakan sangat senang dapat berkomunikasi kembali dengan Setya setelah selama ini kita tidak berkomunikasi.

"Lo lagi ngapain Tya?" tanyaku.

"Ini lagi ngumpul sama temen-temen gue." Serunya lagi.

"Pantesan berisik banget suaranya." Seruku.

"Woy, woy Tya. Ngapain lo? Tumben banget lo pake pegang handphone terus. Pake telpon lagi sambil senyum-senyum." Suara orang-orang di belakang Setya seperti sedang menggoda Setya yang sedang menelpon aku.

"Berisik lo pada! Udah jangan ganggu gue." Seru Setya sepertinya pergi dari mereka.

"Yee..lo mau kemana Setya pake jauh-jauh segala telponnya." Seru temannya.

Aku tertawa di balik telponku.

"Siapa Tya? Rame banget kayanya." Tanyaku.

"Itu, temen-temen gue. Iseng aja gangguin orang telpon." Serunya lagi.

DIARY CINTAKUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang