Ve POV
Malam ini tidak sesunyi biasanya. Karena malam ini telingaku seakan dipenuhi oleh suara butiran air hujan yang terus-menerus jatuh dari langit yang gelap itu.
Sembari menopang dagu dengan tangan kananku menatap keluar melewati kaca jendela kamarku.
Aku semakin bingung dengan perasaanku. Aku tak tau apa yang harus kulakukan selanjutnya.
"Erm.. Ghaida sedang apa ya? Eh kok aku memikirkan Ghaida? Apa aku benar-benar menyukainya?"gumamku yang langsung mengacak rambutku pelan.
Akupun langsung berjalan menuju tempat tidurku. Dan aku langsung merebahkan tubuhku dan meraih boneka Teddy Bear yang biasa aku peluk.
Sambil menatap langit-langit kamar aku terus bertanya-tanya. "Walaupun aku cantik. Tapi, Erm.. Apa Ghaida akan memilih aku dibanding Naomi? Soalnya Naomi juga cantik. Apalagi dia agresif gitu sama Ghaida."
Tanpa sadar aku semakin mengantuk dan akhirnya tertidur pulas.
~~~~~
Suara ketukan pintu tak beraturan dan suara nyaring itu berhasil membangunkan ku dari tidur nyenyakku.
"Kak Ve buruan sarapan udah ditungguin sama mamah. Apalagi ini sudah siang loh nanti kesiangan kesekolahnya."teriak Shania dari balik pintu kamarku.
"Iya kakak udah bangun kok bentar lagi kakak menuju tempat sarapan."ucapku untuk menenangkan Shania padahal aku masih nempel dengan boneka kesayanganku.
30 menit kemudian
"Pagi mah, pagi Shania."sapaku sambil tersenyum menuju tempat dudukku.
Oh iya, papahku sedang tugas keluar kota untuk beberapa hari ini. Jadi kita hanya bertiga dirumah ini.
"Ve ayo buruan sarapan dulu. Itu Shania sudah hampir habis loh sarapannya."ucap mamah lembut.
"Iya mah."jawabku.
Dan aku pun secepatnya menghabiskan sarapanku karena Shania sudah menungguku didepan.
"Ya udah mah aku berangkat dulu."ucapku yang langsung mencium tangan mamah.
Aku dan Shaniapun langsung berjalan menuju sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh jadi tidak perlu diantar pakai kendaraan.
"Kak Ve."ucap Shania memulai pembiacaraan.
"Iya?"sautku dengan sedikit malas.
Shania tersenyum. "Nggk sih kak, aku cuman heran kak Ve kaya murung gitu kaya banyak pikiran."
"Erm. Iya Shan, kakak bingung sama perasaan kakak sendiri."
"Tentang Ghaida?"
Aku menunduk lesu. "Iya, Shan."
"Seperti kata aku dulu, kakak hanya perlu mendengarkan kata hati kakak aja."ucap Shania sambil mengedipkan matanya.
Aku tersenyum dan sedikit lega. "Iya makasih ya Shan udah nenangin kakak lagi."
Dan kami pun hampir sampai digerbang sekolah.
"Shaniaaaa! Lama bener ya nyampe sekolah. Pan rumah kamu deket."
"Iya nih kak Ve tadi telat ba-"
Belum sempat meneruskan ucapannya, mulut Shania sudah dibekap oleh tanganku yang mulus ini.
"Telat ba?"tanya Boby sambil menaikan alisnya.
"Hehee, nggk kok Bob."ucapku menjawab pertanyaan Boby.
Akupun mendekatkan bibirku ketelinga Shania. "Shan jangan bilang disini juga dong malu tau."
Shania mulai sedikit berontak sepertinya dia mulai kesusahan untuk bernapas.
"Kak Ve nih, sesek tau kak. Iya deh iya aku gak bilang-bilang."ucap Shania sedikit kesal.
"Hehee.. Maaf ya dek."aku hanya cengengesan karena merasa bersalah.
"Ya udah aku sama Boby duluan ya. Bye kak Ve."
"Bye Shan-"
"Pagi kak Ve."
Saat aku belum selesai menyebut nama Shania. Tiba-tiba ada seseorang yang berjalan melewatiku dan menyapaku dengan nada datar.
"E-eh.. Pagi."jawabku pelan dan sepertinya tidak terlalu jelas dia mendengar ucapanku karena dia semakin menjauh dariku.
Aku sempat mematung, tetapi tanpa berlama-lama aku langsung bergegas untuk melanjutkan langkahku menuju kelasku.
~~~~~
Ghaida POV
Pagi ini seperti biasa aku pergi sendirian menuju sekolahku. Tapi pagi ini aku telat beberapa menit jadi agak terburu-buru.
"Eh kok ada kak Ve berdiri sendirian didekat gerbang sekolah ya."gumamku dalam hati.
Kemudian aku meneruskan langkahku dan hampir mendekati kak Ve. Aku bingung apakah aku harus menyapa kak Ve atau tidak. Sapa saja deh..
Tanpa mengurangi kecepatan langkahku aku mencoba membuka mulutku. "Pagi kak Ve."
Dengan perasaan gugup aku hanya bisa mengucapkan kalimat singkat dengan nada datar. Dan sepertinya itu berhasil membuat kak Ve kaget. Dan setelah beberapa detik dia terdiam sepertinya dia membalas sapaanku. Tapi aku tidak menoleh dan memilih meneruskan langkah kakiku menuju kelasku.
~~~~~
Horray bisa update ^O^
*bomat ya padahal :'v
Part hujan-hujanan ini masih ada kelanjutannya. Stay tune buat yang nunggu endingnya 😂
Terimakasih buat yang masih mau vote +comment ^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Why?(Discontinue)
FanfictionCerita dari pasangan tabu didunia peridolaan antara Ghaida Farisya dan Jessica Veranda a.k.a GhaiVe. Seperti apakah jalan yang mereka lalui untuk menyatukan cinta mereka ? Yosh...Hajimemashou^^
