34. Malam yang sangat buruk

213 8 1
                                        

Kamu tau tidak bagian yang paling sakit dari suatu hubungan?
Saat orang yang kamu pertahankan nyatanya pergi tanpa memperdulikanmu.
Mereka pergi walau kamu menangis terluka didepan mereka.
Ya, aku merasakannya sendiri.

Malam itu, aku menemuimu sendirian,
Ditengah malam kelabu yang dingin menusuk tulang dan menusuk hati.
Aku pergi menemuimu karena aku tidak mau kamu menyudahi hubungan kita.
Kamu tahu rasanya?
Waktu aku sedang dijalan bergegas menemuimu,
Kamu bilang lewat layar ponsel bahwa kita cukup sampai disini.
Hatiku tertusuk benar-benar dalam.
Aku merasa duniaku runtuh.
Maka itu aku berusaha menemui mu dan bilang bahwa aku menyayangimu dengan sangat.
Aku merelakan harga diriku hanya agar kamu tidak pergi.
Karena kamu sangat berarti untukku,
Kamu yang kurindukan saat aku tidak biasa merindukan orang lain.
Aku tak bisa menahan airmata,
Malam itu saat kamu tahu bahwa aku didepan rumahmu,
Kamu mengusirku,
Membentakku,
Disaat hatiku sudah hancur lebur.
Aku tau kamu pasti tidak pernah merasakan jadi aku.
Dimana hatiku dihancurkan sehancur-hancurnya.
Aku rela menahan air mataku demi dapat terus bersamamu,
Tapi kamu tak tau perjuanganku.
Malam itu aku berjuang hanya untuk kamu,
Tapi kamu tidak peduli,
Menganggap aku seperti sampah,
Perempuan bodoh yang selalu mencintaimu dan rela melakukan apa saja untukmu.

Perjuanganku malam itu sia-sia.
Akhirnya aku pulang dengan tangisan mata dan tangisan hati.
Ku pulang sendiri dengan rasa kecewa dan tak menyangka semua ini terjadi.
Aku pulang dengan sebuah rasa berusaha merelakan kamu yang memutuskan pergi.
Tapi nyatanya aku tak rela.
Sama sekali tak rela.

Hari itu takkan kulupakan,
Dimana hari yang begitu buruk menimpaku.
Dimana hari aku ditolak dan disingkirkan.

Perihku DitinggalkanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang