Hadiah pemberianmu setahun yang lalu,
Saat-saat sebelum hubungan kita kandas,
Aku masih menyimpannya dengan baik.
Kondisinya masih baik walaupun sudah cukup berdebu.
Sebuah kotak yang kamu berikan bersamaan dengan kotak musik yang kamu beri pun masih kusimpan dengan baik.
Masih tersimpan jua surat panjang lebar yang berisi perasaan sedih bercampur bahagia yang kamu tulis disepucuk kertas berwarna merah muda itu.
Walaupun aku tidak pernah lagi berani membuka kotak itu.
Kotak dengan satu juta kenangan.
Kotak dengan satu juta perasaan.
Kotak dengan satu juta kebahagiaan.
Kotak dengan satu juta hal manis.
Kotak dengan satu juta senyuman.
..
Kotak dengan satu juta kepahitan.
Kotak dengan satu juta air mata.
Tanganku terasa kaku tiap kucoba membuka nya.
Aku hanya takut aku yang kuat ini dapat begitu lemah jika hal itu tentangmu.
Aku takut aku akan menangis,
Menangis merindukanmu yang sudah pergi sejak lama.
Dan mungkin bahkan kebahagiaan yang dulu pernah kuberikan kamu lupakan begitu saja.
Aku takut aku akan kembali berdoa dan meminta Tuhan mengembalikan kamu padaku.
Aku takut kamu memberi hal yang serupa kepada orang yang kamu cintai saat ini.
Aku hanya takut.
Takut akan banyak hal.
Aku masih ingat betapa bahagianya aku menerima kotak itu darimu.
Dan saat aku tersenyum membaca surat indah yang kamu tulis dengan tulus.
Aku masih ingat betapa pelukanmu begitu menghangatkan aku saat itu.
Pelukan yang kita peluk erat.
Namun angin badai tetap berlalu.
Memisahkan kita dengan sejuta air mata.
Dan sejuta kerelaan yang harus aku ciptakan.
Saat badai itu melepas pelukan erat kita.
Saat aku masih sangat cinta..
Saat aku masih memerlukan kehangatanmu.
Kotak itu lah, hadiah terakhir darimu.
Hadiah yang ku syukuri dan ku tangisi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perihku Ditinggalkan
PuisiHigh rank #21 (05/7/19) (hanya serpihan kata-kata, entah puisi atau sajak atau apa entahlah) Untuk orang yang kehilangan. Atau yg baru putus, yang masih belom bisa move on dari kenangan apalagi mantan. Bahasa kasarnya sih cuma sekedar kata mellow ya...
