-1- Penghianatan Sahabat

16.9K 948 10
                                    

Wanita berambut lurus itu berjalan menelusuri setiap inci kebun teh, matanya terus berair. Ia tidak bisa menyangka kalau kekasihnya Joska akan menghianatinya, pria itu menduakannya dengan sahabatnya sendiri.

Ia tidak tahu harus meneruskan jalannya kemana, ia terus berjalan tanpa arah hingga akhirnya ia menabrak dada bidang seorang pria.

"Argh.." Kalea berdecak kesal dan setelah itu ia mendongak menatap siapa yang berani sekali menghalangi jalannya hingga ia bisa menabrak seorang pria itu.

Ia diam seribu bahasa, si es batu yang tengah menatapnya tajam dan yang dilakukan Kalea hanya menelan saliva nya dengan susah payah.

"Punya mata ?" Pertanyaan itu terlontar dari mulut Kinnard si es batu dengan nada dinginnya.

"Maaf." Kata Kalea dan setelah itu ia melanjutkan berjalannya, langkahnya kini terhenti karena Kinnard menahan tangan Kalea.

"Ada apa ?" Tanya Kalea mendongak menatap Kinnard.

"Mau kemana ?" Bukannya menjawab dengan jawaban, ia malah melontarkan pertanyaan sebagai jawaban.

"Bukan urusan kamu." Kata Kalea sambil melepas genggaman tangan Kinnard ditangannya.

"Lo mau jalan kemana ? Lo harus balik ke Villa." Kata Kinnard dan Kalea tetap diam acuh, ia terus melanjutkan jalannya.

Kinnard memutuskan untuk mengikuti langkah wanita cantik itu, tidak mungkin juga Kinnard membiarkan Kalea berjalan tanpa arah sendirian. Bisa-bisa wanita itu tersesat. Bukannya Kinnard peduli dan perhatian hanya saja ia tidak ingin ada masalah di acara penyambutan Junior baru yang di adakan oleh kampusnya, mengenai hilangnya Kalea.

Ia terus mengikuti langkah Kalea dan pada akhirnya langkahnya mulai terhenti karena melihat Kalea yang tengah duduk diatas bebatuan, wanita ia terus menangis.

"Ayo balik. Ini sudah sore.." Ajak Kinnard yang tengah berdiri dihadapan Kalea.

"Nggak mau." Kalea menolak mentah-mentah ajakan Kinnard yang membuat pria itu mendengus kesal.

"Kamu pernah nggak sakit hati ?" Tanya Kalea pada Kinnard yang tengah mengambil posisi duduk disamping Kalea. Kinnard diam tidak menjawab, ia memang sengaja tidak menjawab pertanyaan tidak penting yang dilontarkan oleh Kalea.

"Kok nggak jawab ?" Tanya Kalea kembali dan Kinnard menengok menatap Kalea.

"Atas sadar apa lo tanya gitu ?" Itu memang kebiasaan Kinnard yang memang selalu menjawab setiap pertanyaan dengan pertanyaan juga.

"Kamu kenal Joska ?" Tanya Kalea sambil menghapus air matanya, setelah itu ia menatap Kinnard yang tengah menatapnya datar.

"Kenal." Jawaban yang singkat, padat dan jelas. Pantas saja semua orang menyebutnya es batu, pikir Kalea.

"Dia selingkuh... Tadi aku mergokin dia lagi ciuman sama sahabat aku sendiri... Aku sakit hati, aku pikir.. Joska benar-benar cinta sama aku, aku pikir Joska nggak akan pernah mengingkari semua janjinya. Tapi aku terlalu bodoh mempercayai semua janji palsunya. Dia menghianati aku, begitu juga dengan sahabatku sendiri.. Dora.." Kata Kalea sambil mengusap usap air matanya. Setiap ia teringat apa yang dilakukan Joska dan Dora, hatinya selalu sakit. Ia tidak ingin mengingat kejadian hina seperti itu. Lengkap sudah, Joska kekasihnya menghianatinya dan Dora pun sama, mereka memang tidak ada bedanya.

"Jangan jatuh cinta kalau nggak mau sakit hati. Ya dikatakan bodoh.. Lo memang bodoh, karena terlalu percaya sama omongan Joska yang 100% bisa dikatakan bohong. Gue sering liat Joska jalan sama cewek yang berbeda-beda." Kata Kinnard yang membuat Kalea langsung melengos menatapnya intens.

"Jalan sama cewek yang berbeda-beda ?" Tanya Kalea dengan raut tidak percaya dan Kinnard hanya mengangguk.

"Kenapa kamu nggak pernah ngomong sama aku ?" Tanya Kalea.

"Untuk apa ? Gue nggak peduli."

"Tapi kamu juga harus peduli dong sama aku." Kata Kalea percaya diri.

"Memangnya lo itu siapa gue ?"

Des

Memang benar pertanyaan Kinnard, memangnya Kalea itu siapanya Kinnard dengan pedenya mengatakan kalau Kinnard harus peduli dengannya. Bodoh sekali.

"Bukan siapa-siapa." Jawab Kalea pada akhirnya dan setelah itu ia berdiri yang diikuti oleh Kinnard juga.

Ia berjalan mendahului Kinnard yang tengah berjalan santai dibelakangnya dengan menyelipkan satu tangannya didalam saku celananya.

Memang perjalanan menuju ke Villa lumayan jauh, jadi itu memang salah Kalea karena berjalan terlalu jauh.

-----

Sesampainya mereka berada di Villa, Kalea menatap wanita cantik berambut ikal tengah memeluk Kinnard.

"Kamu kemana saja ?" Tanya wanita itu sembari mendongak menatap Kinnard.

"Jalan-jalan." Jawab Kinnard santai sambil mengelus lembut rambut wanita itu.

"Kok nggak ngajak aku ?" Tanya wanita itu kesal.

Sedangkan di lain sisi, Kalea menatap Kinnard yang tengah berpelukan mesra dengan pacarnya. Ia bahkan tidak menyadari kalau sudah mematung terlalu lama.

Ia mengedipkan matanya dan setelah itu ia pergi meninggalkan Kinnard yang sedang asyik dengan pacarnya.

Kalea masuk kedalam kamarnya dan setelah itu ia tidur diatas ranjang. Ia sama sekali tidak memperdulikan seseorang yang tengah menatapnya dengan tatapan sendu.

"Kal.." Kalea tetap diam. Ia malas untuk menanggapi Dora.

"Kal, aku minta maaf.." Kata Dora kembali, namun tetap saja Kalea diam.

"Aku menyesal, Kal.. Aku nggak bermaksud buat nyakitin kamu.. Dia—"

"Aku nggak peduli.." Kata Kalea dan setelah itu ia menarik selimutnya hingga diujung kepalanya.

"Kal, Please.. Jangan marah.." Kata Dora yang langsung beranjak dari duduknya dan mulai beralih duduk disebelah Kalea.

"Kal.." Panggil Dora kembali dan dengan kesal Kalea menyibakkan selimutnya, setelah itu ia menatap Dora dengan tajam.

"Kamu nggak mau dengar apapun, Ra.. Lebih baik kamu pergi.. Jangan ganggu aku lagi." Kata Kalea kesal dan Dora langsung menitikkan air matanya.

"Kal, please kasih aku kesempatan buat jelasin semuanya.. Itu nggak seperti yang kamu pikirkan.." Kata Dora memohon.

"Nggak seperti apa yang aku pikirkan ? Jelas-jelas kamu ciuman sama pacar aku, pacar sahabat kamu, Ra !" Teriak Kalea frustasi, ia sangat membenci Dora setelah apa yang telah Dora lakukan padanya.

"Aku ngerti, Aku salah.. Maaf, Kal." Dora tetap bersikeras untuk memohon kepada Kalea agar memaafkannya, ia tau kalau Kalea akan memaafkannya.

"Nggak gampang buat maafin kamu gitu saja, aku butuh waktu. Please tinggalin aku sendiri." Kata Kalea dan Dora langsung menghelakan nafas panjangnya, setelah itu ia pergi meninggalkan Kalea sendiri.

Kalea memejamkan matanya sejenak, ia tidak ingin menangis lagi kali ini. Ia akan berusaha semampunya untuk melupakan Joska. Ia sama sekali tidak berharap Joska mengejarnya ataupun meminta maaf. Yang ia harus nomor satukan adalah melupakan Joska dan hidup bahagia

Ingatkan dia untuk melupakan Joska.

------

Bab 1 gimana ? Makin gaje ? makin seru ? atau yang lain ?

Comment + Vote guys.

Happy reading !

Hallo, Mr.ColdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang