Kalea menatap dirinya sendiri didepan cermin setelah kebaya yang ia pilih 2 hari yang lalu itu sekarang sudah terbalut rapi ditubuhnya. Tidak ada ukiran senyum sama sekali diwajahnya.
Ia takut menjalani hidupnya dengan Kinnard, si manusia dingan tak tersentuh. Bahkan ia tidak tau bisa bertahan atau tidak menjalani hidup berdua bersama Kinnard. Ia hanya tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya nanti jika Kinnard akan mengabaikannya dan terus-terusan bertemu dengan Nathalie. Memang itu bukan salah Kinnard. Nathalie kekasihnya, sedangkan Kalea.. Ia hanya gadis yang menerima perjodohan konyol tanpa adanya cinta tapi ingin dicintai.
Ia hanya tersenyum miris.
"Kau sudah siap, sayang ?" Kalea mengesok menatap sang pemilik sumber suara, jangan berfikir kalau yang bertanya pada Kalea itu adalah Kinnard. Yang ada itu Mamanya.
"Sudah, Ma." Mamanya tersenyum menatap putrinya itu yang begitu cantik.
"Ayo.." Mamanya menggandeng tangan Kalea dengan erat, seakan-akan Mamanya itu tahu kalau Kalea sedang gugup dan itu membutuhkan ketenangan.
"Jangan gugup.." Kata Mamanya kembali dan Kalea mengangguk.
Mata Kalea mendongak menatap pria tamban yang sudah memakai tuxedo, pria itu memandangi Kalea dengan tatapan datar, seakan-akan ia tidak mengharapkan wanita yang akan ia nikahi adalah Kalea. Tapi kenyataan berbalik, justru yang akan menikah dengannya nanti adalah Kalea, bukan Nathalie. Sadarlah Kinnard.
Kalea berdiri tepat dihadapan Kinnard, ia menundukkan kepalanya. Ia sangat tidak ingin menatap wajah Kinnard yang begitu datar, ia hanya takut menatap Kinnard.
Banyak pasangan mata yang menatap mereka berdua. Kinnard megangkat dagu Kalea, ia memberi intruksi kepada Kalea saat mata mereka bertemu 'Lihat aku'.
Kalea menelan salivanya susah payah. Ia sama sekali tidak bisa menyangka kalau sebentar lagi ia akan menikah dengan Kinnard, si pria tampan nan dingin.
Cincin permata sudah terselip tepat dijari manis mereka dan setelah itu Kinnard langsung mengecup kening Kalea singkat. Banyak suara tepukan tangan memenuhi ruangan, sedangkan Nathalie disana hanya diam menahan sakit saat melihat kekasihnya itu mencium kening wanita lain. Ia memang tidak rela kalau Kinnard benar-benar akan menikah dengan Kalea. Tapi tidak apa-apa untuknya, toh selama mereka menikah, Nathalie akan terus bertemu dengan Kinnard, tidak ada waktu bersama dengan Kalea, mungkin ada.. Tapi sedikit. Jadi tidak mungkin juga Kinnard akan mencintai Kalea.
Setelah acara tukar cincin selesai, akhirnya ia berjalan untuk menemui Kinnard beserta Kalea.
Kinnard tersenyum menatap Nathalie kekasihnya itu sudah berada dihadapannya.
"Aku pikir kamu tidak akan hadir.." Kata Kinnard lembut dan Nathalie menggelengkan kepalanya.
"Aku akan tetap hadir.." Kata Nathalie dan sedangkan Kalea disana hanya diam mematung, bahkan nafsunya untuk memandang dua sejoli yang dilanda sakit hati itu pun sangat enggan.
"Kalea.." Kalea mendongak menatap wanita yang tengah memakai Dress berwarna biru muda tengah berjalan menuju kearahnya. "Kenapa dia ada disini ?" Guman Kalea, tentu saja itu bisa dengar oleh Kinnard dan Nathalie.
Wanita itu memeluk Kalea, namun tetap saja Kalea tidak membalas pelukan wanita itu. Setelah pelukkan itu berakhir wanita berpoleskan make up tipis itu pun menatap Kalea. Wanita itu adalah Dora.
"Kenapa kamu nggak ngundang aku diacara pertunangan kamu ?" Tanya Dora sambil menatap Nanar kearah Kalea. Ia butuh penjelasan dari Kalea.
"Memangnya harus ?" Kalea melempar pertanyaan dingin kepada Dora.

KAMU SEDANG MEMBACA
Hallo, Mr.Cold
Roman d'amourkalea, ia terus menangis meraung-raung saat melihat pemandangan hina yang membuatnya benar-benar sakit hati. Joska dan Dora, mereka dengan teganya menghianatinya dengan sebuah ciuman menjijikan yang mereka lakukan. Kalea memutuskan untuk pergi men...