Dimulai dengan hari yang biasa saja, dengan keadaan kelas yang begitu ramai sebelum bel masuk sekolah berbunyi. Ninda yang berjalan melewati koridor kelas, sempat melihat Bella yang memperhatikan dirinya. Sehingga membuat Ninda agak sedikit takut. Ninda memang bukan tipe murid yang suka cari masalah. Apalagi, masalah nya ada sangkut paut dengan kakak kelas dan lelaki yang begitu terkenal.
"Ninda, lo gak kenapa-napa kan?" teriak Tiara menyambut kedatangan Ninda.
"Berisik woy. Masih pagi udah teriak-teriak" sahut Miranda yang sedang terduduk dan melirik Tiara dengan tatapan sengit.
"Suka-suka gue lah. Sirik aja lo. Gak punya temen mah susah, gak ada yang merhatiin. Makanya jadi orang jangan belagu" balas Tiara tersenyum Miris.
Karena Miranda tidak terima dengan ucapan Tiara, Miranda beranjak bangkit dari tempat duduknya dan menggebrak meja yang ada di depannya.
"Enak aja. Kalo ngomong tuh jangan sembarangan ya. Kata siapa gue gak punya temen? Anjing lo! Sini ribut!" tantang Miranda yang begitu kalap.
Semua orang yang berada di dalam kelas diam saja tidak ada yg membela Miranda termasuk Raffa dan Adnan. Karena mereka tidak peduli dengan Miranda.
"Gila ni cewek. Muka lo cakep, Otak lo pinter. Tapi sayang kelakuan lo minus.Ayo ribut! gue gak takut!"
"Udah diemin aja ra. Orang gak punya etika kayak gitu gak usah di ladenin. Cantik tapi omongannya kasar. Bukan tipe cewek gue" ucap Rayhan yang membela Tiara.
Seketika Miranda diam membeku dan tidak membalas ucapan Tiara. Karena merasa dirinya tidak ada yang membela sama sekali.
"Iya ra, Jangan di ladenin" Lirih Ninda dengan wajah polos nya.
Tiara mendegus dan mengakhiri pertengkaran itu "Tapi lo gak kenapa-kenapa kan Nin?"
"Menurut lo sekarang gue gimana?Kelihatan sehatkan? Yaudah" jawab Ninda agak cuek.
Tiara mengerutkan dahinya "Jutek banget Nin"
"Terus, kemarin kenapa bisa pingsan sih?Padahal kemarin lo kelihatan masih semangat. Walapun emang keliatan agak lemes sih. Terus kemarin lo pulang sama siapa?"
Ninda sedikit mengingat perjalanan diri nya bersama Raffa ketika pulang sekolah. Hingga, pertanyaan Ninda yang di jawab cuek oleh Raffa. Sehingga membuat Ninda agak malas untuk membahasnya. Dan juga, ucapan Tiara membuat Ninda mengingat kejadian ketika Ninda di labrak oleh Lintang dan Ratih saat Ninda sedang di toilet wanita.
"Gue pulang sama Raffa. Kalo yang itu sih gue cuma kecapean doang. Nanti selanjutnya gue ceritain dikantin. Kalo sekarang masih pagi males cerita begituan"
"Sama Raffa?! Cerita dulu dong gimana kesan nya pulang bareng Raffa" rayu Tiara.
Ninda menatap Raffa yang sibuk dengan teman-teman nya. Dan sesekali mengalihkan pandangan "Nanti aja deh cerita nya. Gue lagi gak mau cerita gituan"
°°°°°
Bu Nani guru Bahasa Indonesia. Sekaligus Wali kelas 11IPS1 memasuk ruangan kelas untuk memberikan materi pelajaran.
"Selamat pagi anak-anak" sapa bu Nani sembari duduk dikursi guru
"Selamat pagi bu.." sahut seluruh murid.
Bu Nani mempersilahkan Adnan selaku ketua kelas memimpin doa sebelum pelajaran dimulai "Ya, Adnan Silahkan dipimpin untuk berdo'a"
Setelah selesai berdo'a Bu Nani berjalan kearah papan tulis dan mengambil penghapus papan tulis. Tanpa disangka penghapus itu melayang ke arah Meja Rayhan dan Raffa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who's My Prince? He or Him?
Fiksi RemajaBerawal dari kisah Cinta di SMA Pelita Bangsa. Menceritakan seorang gadis bernama Ninda Alifia yang tidak terlalu terkenal di sekolahnya,polos,sederhana, Ramah,Humoris,Friendly namun agak cuek pada 1 pria,dan tidak pernah berpacaran. Adnan Rifa...
