"Menurut lo gimana?Apa Cinta itu bisa dipaksain?"
Keadaan kantin,hari ini cukup ramai.Banyak siswa dan siswi yang berkunjung untuk membeli makanan atau hanya numpang duduk saja.Seperti Ninda dan teman-teman nya.
"Sumpah ya,gue gak nyangka banget Raffa orangnya sok kuat gitu.Gue tau,dia itu pasti butuh banget bantuan dari kita" ucap Ninda yang gemas.
"Raffa emang orangnya kayak gitu.Semuanya serba Rahasia, mungkin kalo lo jadi pacarnya dia bakalan di rahasiain juga biar gak ketawan sama orang lain.Hahaha" ledek Tiara.
"Apaan sih" bantah Ninda.
"Hari ini kenapa dia gak sekolah lagi ya?" tanya Tiara.
"Lagi nyari tau keadaan orang tuanya kali.Gak tega,gue kepingin ngebantu tapi dianya gak mau dibantu" ucap Ninda yang menghela nafasnya.
"Nin,ikut gue sebentar" kata Adnan yang langsung menarik lengan Ninda.
"Ada apa sih?"
"Beres-beresin barang lo.Kita kerumah Raffa sekarang" perintah Adnan.
"Mau ngapain?"
"Nyokap sama bokapnya Raffa meninggal Nin.Mayat nya baru ketemu semalam,Sekarang lagi di makamin" jelas Adnan yang membuat Ninda tertohok,Ninda ingin menangis mendengarnya.
Namun malu karena ada Adnan yang masih berdiri di depannya.
"Lo serius?Cuma gue doang yang diajak?" tanya Ninda.
"Seenggak nya lo jadi perwakilan dari kelas kita sekarang.Udah cepetan,lo udah gue izinin ke guru piket.Gue tunggu di parkiran ya" ujar Adnan.
"Iya,gue bilang dulu ketemen-temen gue" Ninda langsung berlari menuju kantin dan menghampiri teman-teman nya.
"Gue pamit pulang duluan ya,gue harus kerumah Raffa.Nyokap sama bokapnya meninggal" jelas Ninda.
"Meninggal?Innalillahi..terus lo sama siapa kesana?" tanya Mila.
"Sama Adnan,gue udah di izinin sama guru piket.Gue duluan ya"
Ninda langsung meninggalkan teman-temannya dan berlari secepat mungkin menuju kelas. Tak di sadari ternyata ia telah mengeluarkan setetes air mata nya.Ia membereskan buku-buku nya dan meraih Ponsel nya.
Ninda: Bunda,aku pulang agak telat.Mau kerumah Raffa,orang tua nya meninggal.
"Ihh,gue mau ikut.Kasian Raffa" ujar Mila.
"Gue juga kasian,tapi mau gimana lagi.Kita kerumah Raffa nya nanti sore aja atau nggak habis pulang sekolah.Kalo sekarang masih ada jam pelajaran gak mungkin kan kalo kita izin bareng-bareng ke guru piket?!Gak bakalan di izinin. Soalnya udah ada Ninda sama Adnan yang jadi perwakilan kelas" jelas Tiara dengan bijaknya.
"Ahhh..Yaudahlah,ih gue mau nangis.Kasian banget si Raffa.Dia pasti gak nyangka bakal ada kejadian kayak gini" ucap Mila yang mengeluarkan air matanya.
"Mil,jangan nangis disini,gak enak diliatin sama anak-anak" sahut Sabrina.
"Ah bodo amat.Gue mau nangis pokoknya!" bantah Mila.
Sabrina dan Tiara menghela nafas "Yaudah nangis aja yang kenceng.Gue siap ngedengerin kok" ujar Sabrina.
"Waaaa... Aaaaa" suara tangis Mila membuat semua orang yang ada dikantin menoleh kearah nya.
"Ssst,malah nangis beneran. Gimana nih ra?" ucap Sabrina yang bertanya pada Tiara sembari menutupi wajahnya.
"Eh curut jangan teriak.Lo gak liat tuh banyak yang ngeliatin" ujar Tiara yang menepuk dahinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who's My Prince? He or Him?
Teen FictionBerawal dari kisah Cinta di SMA Pelita Bangsa. Menceritakan seorang gadis bernama Ninda Alifia yang tidak terlalu terkenal di sekolahnya,polos,sederhana, Ramah,Humoris,Friendly namun agak cuek pada 1 pria,dan tidak pernah berpacaran. Adnan Rifa...
