Dengan wajah yang terlihat lusuh, dasi yang tidak di pakai, baju yang tidak di masukan, serta rambut yang terlihat acak-acakan. Raffa memakai helm nya dan mulai mengendarakan motornya dengan kecepatan yang begitu tinggi. Tanpa memikirkan keselamatan nya lelaki itu menerobos lampu lalu lintas yang seharusnya ia patuhi. Untung saja tidak ada petugas lalu lintas yang sedang beroperasi. Bisa di bilang, saat ini Raffa mendapat musibah ringan, yaitu telat datang ke sekolah sehingga membuat emosi nya tidak terjaga.
Selain itu, Di kelas yang begitu ramai Ninda membuka buku catatan Bahasa Indonesia nya. Ia tidak membacanya, namun hanya membolak-balikan lembaran buku itu "Sekali aja Nin, fokus belajar tanpa mikirin Raffa. Emangnya Raffa sering mikirin lo?!" batin Ninda yang menghela nafasnya.
Gadis itu tidak tahu mengapa Raffa belum juga datang walaupun bel masuk sudah berbunyi. Ia tidak ingin mencari tahu keadaan Raffa sekarang namun hanya menunggu lelaki itu datang "Guru nya lama banget. Bel udah 15 menit yang lalu masa belum dateng juga sih" celetuk Tiara yang terdengar oleh teman-temannya.
"Ya baguslah. Mendingan gak usah masuk sekalian" jawab Rayhan dengan raut wajah yang terlihat agak menyebalkan.
"Gue gak minta komentar dari lo!" balas Tiara ketus.
"Galak amat"
"Apaan sih, kalo lo gak nyebelin gue juga gak bakalan kesel!" balas Tiara lagi dengan nada yang begitu tinggi, sehingga membuat sebagian temannya menoleh ke arahnya.
Miranda yang mendengar perdebatan antara Tiara dan Rayhan agak terganggu, sehingga gadis itu memberanikan diri untuk menegurnya "Berisik banget lo. Pagi-pagi udah teriakan. Gue sih cuma ngasih tau doang, jangan di biasain kayak gitu. Kasian nanti pita suara lo rusak" sambarnya.
Tiara menatap Miranda terang-terangan, walaupun tempat duduk mereka berjarak jauh "Gak usah mulai lagi lo. Kemaren-kemaren tobat, terus sekarang mau kumat lagi? Gue juga mau ngasih tau sama lo, jangan di biasain ikut campur urusan orang" balasnya yang tak mau kalah.
"Gue kan cuma ngingetin doang. Yang lain juga pada ke berisikan kali, kalo lo teriakan kayak gitu. Katanya anggota OSIS, masa gak bisa nerima masukkan dari orang lain sih" ucap Miranda agak menyindir, namun membuat Tiara menjadi diam.
Satu kelas terdiam saat melihat kehadiran Raffa yang baru saja datang dengan penampilan yang terlihat sangat urukan. Semua mata beralih memandang Raffa, lelaki yang wajahnya terlihat sangat lusuh itu.
"Tukeran tempat duduk dong" pinta Raffa kepada Tiara yang terduduk di samping Rayhan.
Tiara membesarkan bola matanya sembari mengerutkan dahinya "Ini apaan lagi, dateng-dateng langsung minta tukeran. Kalo nanti gue di marahin sama Bu Nani salah siapa?!" balas Tiara menolak.
"Yaelah, tenang aja. Gue yang ngurus. Udah sana" paksa Raffa agak mengusir.
"Lo ngusir gue?" balas Tiara sewot yang semakin membesarkan matanya.
"Siapa yang ngusir sih?! Galak bener. Masih pagi, jangan galak-galak. Awas nanti matanya copot" balas Raffa yang menunjuk kedua mata Tiara.
"Dari tadi emang marah-marah mulu Raff. Biasa, lagi kemasukan setan" sambar Rayhan yang mendapat tatapan sebal dari Tiara "Iya, elo setan nya!" balas Tiara yang langsung menggandeng ranselnya dan berpindah tempat duduk dengan Raffa.
Tidak perduli dengan apa yang di lakukan Raffa, Ninda hanya terdiam dan menyimak kejadian yang saat itu berada di depan matanya "Ninda gak ngerasa kehilangan Raffa Nin?" ledek Rayhan dengan nada tinggi dan membuat teman-temannya menoleh ke arah Ninda.
"Bacot nih" balas Raffa sewot yang tidak terlalu memperdulikan perkataan Rayhan.
"Ninda sama Raffa putus Mir?" tanya Risa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who's My Prince? He or Him?
أدب المراهقينBerawal dari kisah Cinta di SMA Pelita Bangsa. Menceritakan seorang gadis bernama Ninda Alifia yang tidak terlalu terkenal di sekolahnya,polos,sederhana, Ramah,Humoris,Friendly namun agak cuek pada 1 pria,dan tidak pernah berpacaran. Adnan Rifa...
