Gerombolan teman-teman Raffa menghampiri meja Ninda, terkecuali Raffa. Entah kemana lelaki itu. Sudah pukul 06.45 Raffa pun belum juga menempati tempat duduk nya.
"Raffa belum dateng Nin?" tanya Rayhan.
Ninda yang sedang duduk di kursinya,diam kebingungan "Belum, emang nya kenapa?"
"Gak apa-apa. Gue teleponin Raffa dari tadi gak diangkat. Raffa nelepon lo gak?"
Ninda semakin tidak mengerti "Enggak. Emang nya ada apa sih?"
"Gue juga gak tau. Maka nya gue nanya sama lo. Kalo lo dapet telepon dari Raffa, tolong kasih tau kita" ujar Rayhan yang kemudian pergi meninggalkan Ninda.
Ninda merogoh saku bajunya, mengambil ponsel nya, fikiran nya sudah tak karuan. Ada perasaan tidak enak menimpa diri nya. Ada rasa khawatir kepada sosok lelaki yang baru saja menelepon dirinya kemarin. Ia membuka Aplikasi pesan singkat, berniat ingin mengirim sebuah pesan kepada Raffa. Namun, ia sungguh gengsi.
Ninda: Raff, kok belum dateng? Gak masuk sekolah?
15 menit berlalu. Bel masuk pun telah berbunyi, pesan singkat itu juga belum di balas oleh Raffa. Ninda mengeluarkan buku pelajaran Bahasa Indonesia nya. Karena pelajar pertama di awali oleh Bu Nani wali kelasnya.
"Selamat Pagi. Silahkan Adnan, pimpin untuk berdoa"
Setelah selesai berdoa, Ninda menatap kursi yang disebelah nya,yaitu tempat duduk Raffa. Sepertinya,hari ini Raffa tidak masuk sekolah.
"Hari ini siapa yang gak masuk?"
"Itu bu, Catatan nya ada di agenda" jelas Ninda sebagai sekretaris.
"Ini yang gak masuk Raffa dan Miranda, gak ada keterangan nya?" tanya Bu Nani.
"Gak ada bu, mereka berdua gak ada yang ngirim surat sama sekali" jelas Ninda.
Rayhan merogoh ponsel yang ada disaku celananya. Mengendap-ngendap untuk menghubungi Raffa dan menaruh ponsel itu di kolong meja nya, agar tidak ketahuan oleh Bu Nani.
Tiara melototkan matanya ketika melihat kelakuan Rayhan "Heh, Jangan mainan hp. Ke gep sama bu Nani, nanti disita tuh hp" ujar Tiara dengan nada pelan.
"Bodo amat. Gue mau sms Raffa"
"Sms nya nanti aja pas istirahat"
"Gue mau nya sekarang"
Tiara menghela nafas dan pasrah "Terserah aja, kalo hp lo disita gue gak mau bantuin"
"Siapa juga, yang mau minta bantuan dari cewek galak kayak lo" nyinyir Rayhan.
"Ih, nyolot!" balas Tiara yang memutarkan bola mata nya.
Rayhan: Raff, lo kenapa gak masuk? Lagi jemput nyokap sama bokap di bandara ya?Kok gak ngajak gue?
°°°°°
"Raffa kenapa gak masuk Nin?"
"Gak tau, Sakit kali ya? Miranda juga gak masuk kenapa sih?"
"Miranda mah gak penting. Sekarang yang paling penting itu Raffa" celetuk Mila.
"Tadi Rayhan udah coba ngehubungin Raffa, tapi selalu gak bisa. Gue juga udah sms Raffa, tapi belum dibales sampe sekarang" jelas Ninda dengan wajah datar.
"Jangan galau Nin, muka lo jadi melas gitu" ujar Tiara.
"Gue gak galau. Cuma firasat gue gak enak aja"
"Coba telepon Raffa yuk? siapa tau diangkat" celetuk Mila.
"Iyaudah coba aja"
Mila meraih ponselnya yang di taruh diatas meja, ia mencari-cari kontak Raffa.Tetapi tidak ketemu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who's My Prince? He or Him?
Novela JuvenilBerawal dari kisah Cinta di SMA Pelita Bangsa. Menceritakan seorang gadis bernama Ninda Alifia yang tidak terlalu terkenal di sekolahnya,polos,sederhana, Ramah,Humoris,Friendly namun agak cuek pada 1 pria,dan tidak pernah berpacaran. Adnan Rifa...
