°°°°
"Nin, Gimana tadi duduk sama Raffa? Enak gak?" tanya Mila.
"Biasa aja ah. Gak ada yang di istimewain" jawab Ninda sembari memakan sesuap Batagor.
"Terus lo ngobrol apa aja sama Raffa?" ucap Sabrina yang meneguk air mineral sembari menunggu jawaban Ninda.
Ninda menggelengkan kepalanya "Gak ngobrol apa-apa.Agak canggung gitu.Gak enak duduk sama dia,gak bisa diajak bercanda"
Tiara membuka suara "Itu mah lo nya aja kali Nin yang kurang nyaman. Tadi aja dikelas Raffa santai aja. Malah menurut gue elo yang keliatan canggung. Tenang aja, sebentar lagi juga bakalan nyaman"
"Apaan sih. Udah deh gak usah kayak gitu. Gue gak suka sama Raffa" jawab Ninda sewot.
"Masa iya sih gak suka?!" tanya Mila agak ragu.
"Nama nya juga perasaan. Gue kesel juga sama Raffa, gara-gara kemarin gue bilang ke dia 'Raff, kata orang-orang kan lo ganteng nih. Tapi kenapa gue gak tau kalo lo pernah pacaran ya?' terus dia cuma jawab 'Gue gak pernah pacaran. Lagian lo kepo banget sih' . Gue di bilang kepo. Nyebelin banget kan?!" jelas Ninda yang memperagakan sedikit gaya Raffa.
"Kok lo berani nanya kayak gitu sih?"
"Gue lagi mau nanya aja ke dia. Lagian gak perduli juga, mau dia pernah atau belum pernah pacaran. Bukan urusan gue"
Tiara berdehem "Hm, tadi lo mau ngomong apa yang tentang kejadian kemarin?"
Ninda menaruh sendok diatas piring Batagor yang telah ia habiskan dan meneguk air mineral lalu menelannya.
"Jadi kemarin di toilet, gue di labrak sama Lintang anak 11IPS4. Kata dia gue ga boleh deket-deket sama Adnan. Tau kan Lintang yang mana?" ucap Ninda dengan perlahan karena takut ada masih lain yang mendengar selain mereka ber-4.
"Lintang mantan nya Adnan? Ngelabrak lo?" teriak Mila dengan nada tinggi dan membuat beberapa siswa menoleh kearahnya termasuk Adnan, Raffa, dan Rayhan yang sedang makan Bakso di meja sebelah.
Sepertinya Ninda salah tempat untuk menceritakan semua ini.
Tiara menjitak kepala Mila "Ssstt, jangan teriak dodol. Nanti banyak yang denger!"
"Aduh, sorry gak sengaja. Mulut gue suka kelepasan nih"
Ninda dkk melihat Adnan yang bangkit dari tempat duduknya dan beranjak ke arah meja mereka. Ninda menatap Adnan yang semakin dekat berjalan ke arahnya.
"Mati dah lo. Adnan kayaknya mau nyamperin ke meja kita deh" ucap Ninda dengan nada pelan tetapi panik.
Adnan menatap Ninda terang-terangan "Lintang ngelabrak lo Nin? Ngomong apa aja dia sama lo? Gak usah takut, sekarang lo ngomong aja sama gua"
Ninda menjawab agak ragu "Engga. Salah denger kali lo"
"Jangan bohong. Mata lo udah nunjukin kalo lo sekarang lagi bohong sama gue. Jadi bener kan Lintang ngelabrak lo? Biar gue yang ngomong sama dia"
Ninda langsung menarik lengan Adnan agar Adnan tidak membalas perbuatan Lintang.
"Jangan. Udah gak usah. Gue juga gak apa-apa"
Adnan melepaskan jemari Ninda yang berada di lengannya "Udah, lo tunggu aja disini" kata Adnan yang kemudian berjalan meninggalkan kantin dan teman-temannya.
Tiba-tiba Raffa sudah berada di samping tubuh Ninda dan merangkul bahu Ninda untuk menenangkan nya "Udah,tenang aja nin. Adnan gak bakal ngelakuin kekerasan sama Lintang. Palingan cuma di ceramahin aja sama dia" ucap Raffa yang tersenyum sangat manis kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who's My Prince? He or Him?
Novela JuvenilBerawal dari kisah Cinta di SMA Pelita Bangsa. Menceritakan seorang gadis bernama Ninda Alifia yang tidak terlalu terkenal di sekolahnya,polos,sederhana, Ramah,Humoris,Friendly namun agak cuek pada 1 pria,dan tidak pernah berpacaran. Adnan Rifa...
