Setelah 2 jam pingsan,akhirnya Ninda tersadar. Matanya melihat ke arah atap dan dinding yang berwarna putih. Lalu, ia tertegun ketika melihat seorang lelaki yang sedang duduk bermain ponsel di samping tubuhnya.
Manik matanya melebar "Aaaa.. Ngapain lo" teriak Ninda yang begitu panik.
Raffa tersentak mendengar teriakan gadis itu, dan seketika ia langsung tertawa "Weits, santai Nin. Lo ngeliat gue kayak ngeliat pedofil aja. Serius, gue gak ngapa-ngapain lo" jawabnya sembari mengangkat 2 jarinya untuk meyakinkan Ninda.
"Haduh. Sorry, kirain gue siapa. Kok gue bisa disini ya?" tanya Ninda yang bingung sembari memegang kepalanya yang sepertinya masih pusing.
"Lo gak inget? tadi lo pingsan di koridor sekolah, terus dibawa kesini"
"Siapa yang ngegotong gue kesini?" tanya Ninda dengan sangat penasaran.
"Gue. Kenapa emang?"tanya Raffa yang menaikan alisnya.
"Hah? seriusan? emangnya gue gak berat?"
Raffa tertawa mendengar ucapan Ninda.
"Kok kaget sih? Gak percaya?Badan lo berat banget parah. Gue aja sampe encok" ledeknya.
Ninda mengerucutkan bibirnya "Raffa mah begitu"
Raffa tertawa dan mengacak-acak rambut Ninda "Enggak lah Nin, Gue cuma bercanda. Badan lo enteng banget,serasa ngegotong Anak kucing"
Ninda mengerucutkan bibirnya lagi "Tau ah. Tiara mana? Lagian juga ngapain si lo yang ngejagain gue disini. Kan banyak temen gue yang cewek, emang lo gak ada urusan lain apa" kata Ninda sewot.
"Emang kenapa sih? Temen-temen lo udah balik duluan" jawab Raffa dengan nada santai.
Ninda tersentak mendengarnya dan langsung bangkit dari tempat tidur UKS.
"Seriusan? Jangan bilang sekarang udah bubaran sekolah?" tanya Ninda sangat panik.
Raffa terkekeh "Emang udah bubaran dari tadi kali Nin"
Ninda menepuk dahinya "Aduh mati gue. Bisa-bisa bunda marah kalo gue pulang telat"
"Emang nya lo mau pulang?"
Ninda melirikan matanya ke arah Raffa "Yaiyalah, ngapain gue lama-lama disini" ucap Ninda sewot.
Raffa tertawa kecil "Galak banget sih. Kalo gue anter lo pulang gimana? Nanti gue yang jelasin ke bunda lo kenapa lo pulang telat"
Sebenarnya Raffa ingin sekali mengantar Ninda pulang kerumah, untuk mengetahui rumah Ninda dan sekaligus berkenalan dengan keluarganya.
Ninda menggeleng cepat "Enggak, nggak usah. Nanti ada yang cemburu lagi" jawab Ninda dengan cepat.
Raffa tertawa "Lah? Siapa yang bakalan cemburu?"
Ninda menjawab dengan ragu "Ya, Pokoknya ada lah. Nanti pasti fans lo besok pada ngelabrak gue, kalo tau lo ngater gue pulang" jawab Ninda terang-terangan.
"Kalo besok ada yang ngelabrak lo bilang ke gue" ucap Raffa.
"Udah lah yuk, Keburu sore" lanjutnya sembari memakai tas nya dan mengambil tas Ninda yang berada di bawah kasur UKS.
Raffa memberikan tas berwarna pink muda kepada Ninda "Nih.."
Ninda menerima tas itu dan memakainya
"Udah kan? Yaudah yuk! " ucap nya yang terburu-buru dan ingin berlari namun di cegah oleh Raffa.
"Jangan lari Nin. Nanti kalau lo jatuh lagi, terus pingsan. Gue lagi yang repot" kata Raffa dengan nada serius.
Ninda melirikan matanya ke arah Raffa "Iya Raff, iya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Who's My Prince? He or Him?
Ficção AdolescenteBerawal dari kisah Cinta di SMA Pelita Bangsa. Menceritakan seorang gadis bernama Ninda Alifia yang tidak terlalu terkenal di sekolahnya,polos,sederhana, Ramah,Humoris,Friendly namun agak cuek pada 1 pria,dan tidak pernah berpacaran. Adnan Rifa...
